
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan sehat selalu.
***
Bab 62
Agatha dan berjalan menelusuri lorong kamar hotel dan mencari nomor 3210. Ternyata kamar itu berada di paling ujung lorong sisi kiri. Agatha yang sudah mengambil kunci cadangan hendak langsung masuk. namun dia menghentikan langkahnya saat mendengar percakapan antara pikiran dan seorang wanita.
"Apa Agatha, wanita yang kamu maksud itu?" Suara Victor.
"Ya, tinggalkan wanita itu. Kalau perlu buang dia. Maka, aku akan kembali padamu dan semua barang bukti yang menyangkut Diego Costa sebagai otak pelaku akan aku berikan. Sehingga kamu bisa menjerat dia ke pengadilan dan menghukum dengan seberat-beratnya." Suara merdu dari seorang wanita terdengar oleh telinga Agatha.
'Siapa wanita ini? Berani-beraninya meminta aku disingkirkan. Mana mungkin Victor mau melakukan hal itu kepadaku. Karena dia itu—' kata Agatha dalam hatinya dan terhenti saat mendengar ucapan Victor.
"Tidak bisa. Aku men—, membutuhkan dia dalam menjalankan semua bisnis yang aku punya." Lagi-lagi terdengar suara Victor membalas.
'A-apa? Jadi ... a-aku hanya dimanfaatkan saja olehnya. Hanya untuk menjalankan bisnis miliknya.' Dada Agatha mendadak sesak dan sakit. Matanya juga mulai terasa panas.
"Kalau begitu umumkan hari pertunangan kita yang dulu belum sempat kita lakukan!" Suara wanita itu bernada tegas.
'Apa? Jangan-jangan dia mantan kekasih Victor itu!' Tubuh Agatha terasa lemas.
"Aku sangat sibuk sampai bulan depan. Jadwal aku sudah sangat padat tidak bisa diganggu gugat lagi," balas Victor.
"Aku masih sangat mencintaimu, Ti Amor!" Suara merdu dan manja menyapa telinga Agatha yang mulai panas juga.
"Apa cintamu juga masih untukku?" lanjut wanita itu lagi.
"Zoey—"
__ADS_1
"Amor. Bukannya kamu selalu memanggil aku begitu. Aku ingin selamanya kamu memanggilku, Amor. Bukannya kasino terbesar dan termegah ini, kamu persembahkan untukku? Makanya nama kasino ini, La Amor," potong wanita itu lagi.
'Berengsek, kau Victor!'
Air mata Agatha meluncur membasahi pipinya. Dia tidak menyangka kalau tempat kasino yang dibangun secara megah ini oleh Victor, bukan untuk dirinya sesuai ucapannya dulu, tetapi untuk mantan kekasihnya. Agatha yang sudah tidak sanggup lagi mendengar pembicaraan mereka, memutuskan untuk pergi dari sana.
***
Suasana kamar yang mewah dan megah tidak membuat perasaan Agatha nyaman. Dia sebenarnya ingin kembali ke kota Dragon malam ini juga. Namun, cuaca tidak mendukung karena hujan turun dengan lembab malam ini. Mau tidak mau dia pun harus menunggu sampai keesokan harinya.
'Apa yang harus aku lakukan sekarang?' batin Agatha.
'Aku paling tidak suka dengan penghianatan. Baik saat menjadi Eriko maupun Agatha, pengkhianatan adalah sesuatu yang paling dibenci.'
'Apakah aku harus memberitahu Victor tentang kehamilan ini?'
'Seandainya dia kembali kepada Zoey. Maka, aku putuskan untuk tidak akan berada di samping, karena aku bukanlah orang yang ditakdirkan untuknya di dalam novel ini.'
Pagi-pagi buta, Agatha pun pergi dari kota Tiger kembali ke kota Dragon, tanpa di ketahui orang-orang lain. Dia juga meminta kepada sopirnya jangan sampai diketahui oleh siapapun kalau mereka sudah datang ke kota itu.
***
Sudah satu minggu berlalu sejak pembukaan kasino La Amor. Victor pun kembali ke rumahnya. Dia sudah sangat merasa rindu kepada Agatha.
"Sayang, aku sangat merindukan dirimu," ucap Victor begitu turun dari mobil dan langsung berlari ke arah Agatha dan memeluknya.
"Senang bisa berjumpa lagi," balas Agatha tanpa memberikan pelukan balasan. Justru sebaliknya yang ada di melepaskan pelukan Victor.
"Sudah, malu pada semua orang," ucap Agatha.
__ADS_1
Victor pun melihat semua anak buahnya sedang menatap ke arah mereka. Bahkan ada yang senyam-senyum tidak jelas.
"Ayo, kita ke kamar saja!" ajak Victor sambil merangkul pundak Agatha dan meninggalkan semua orang di depan pintu rumahnya.
Meski enggan, tetapi Agatha berjalan mengikuti langkah tuannya. Biasanya dia akan senang jika berjalan sambil dirangkul mesra oleh Victor. Namun, sekarang dia tidak menyukainya. Bahkan dia merasa sangat marah dan kesal saat tangan kekar itu menyentuh tubuhnya.
***
"Izinkan aku pergi," kata Agatha tiba-tiba sambil memalingkan muka untuk menghindari ciuman dari bibir Victor.
"Kamu mau pergi ke mana?" tanya Victor penasaran.
"Ke suatu tempat," jawab Agatha sambil berjalan menjauhi Victor.
"Ada urusan apa?" tanya Victor sambil mengikuti langkah Agatha.
"Urusan pribadi dan tidak bisa dicampuri oleh lain," jawab Agatha.
"Berapa lama? setengah hari atau satu hari?" tanya Victor lagi.
"Tidak tahu," balas Agatha tanpa menatap wajah Victor.
"Jangan lama-lama, aku tidak akan bisa tenang jika terlalu lama berpisah dengan kamu," ucap Victor sambil menggenggam tangan Agatha.
"Aku tahu kamu tidak akan seperti itu. Satu minggu ini saja kita tidak bertemu," balas Agatha.
"Kalau saja si Armando tidak sakit. Semua pekerjaan aku akan cepat selesai di sana kemarin. Aku begitu tersiksa karena sangat ingin bertemu dengan kamu. Ditelepon pun, kamu selalu tidak ada di tempat," ujar Victor.
'Bohong. Kamu pikir aku tidak tahu apa-apa. Bukannya satu minggu ini kamu terus bersama dengan Zoey. Dasar, laki-laki buaya!' batin Agatha.
__ADS_1
***
Apa yang akan dilakukan oleh Agatha ke depannya? Apakah Victor mengkhianati cintanya? Tunggu kelanjutannya, ya!