
Bab 66
Victor mendapat informasi jika Agatha saat ini sedang berada di wilayah utara. Maka dia pun menyuruh anak buahnya untuk melakukan pengejaraan ke daerah sana. Dia juga tahu kalau saat ini kelompok Black Dragon sedang mengincar Agatha.
"Kali ini kalian harus bisa membawa Agatha kembali ke sini!" perintah Victor kepada seluruh anak buahnya yang akan dikirimkan ke wilayah utara.
"Siap Tuan! Kami akan melaksanakan tugas ini dengan baik," teriakan anggota Silver Dragon yang akan pergi mencari Agatha.
'Agatha, aku berharap kalau kamu dalam keadaan baik-baik saja,' batin Victor.
Rasanya Victor ingin pergi ke wilayah utara dan mencarinya sendiri. Namun, sayangnya saat ini dia sedang mengurus pengadilan dengan tersangka Diego Costa. Barang bukti dan saksi juga sudah dinyatakan sah oleh pihak pengadilan. Sekarang tinggal menunggu keputusan hukuman apa yang akan diterima oleh Diego. Tentu saja dia berharap kalau vonis untuk Diego itu akan dijatuhkan hukuman mati.
"Ti Amor, kamu kenapa?" tanya Zoey sambil berkelanjutan manja pada lengan Victor.
"Aku sedang mempersiapkan diri untuk memenuhi panggilan dari pengadilan," balas Victor datar.
Zoey tahu kalau saat ini Victor sudah berubah. Kekasihnya itu sudah tidak seperti dulu lagi. Dulu dia itu merupakan laki-laki penyayang dan penyabar yang selalu mencintai dirinya. Rasanya Zoey saat ini ingin berteriak kepada Victor yang sering mengabaikan dirinya. Namun, dia tidak bisa melakukan itu jika tidak ingin dibenci oleh Victor.
"Yakinlah kalau kamu pasti menang. Dan Diego pun akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya," balas Zoey kepada Victor sambil membelai wajahnya dengan lembut.
"Jangan ganggu aku Zoey. Saat ini aku sedang ingin sendirian dan tidak mau ada yang mengganggu." Victor menyingkirkan tangan Zoey yang saat ini masih berada di wajahnya.
"Maafkan aku, Sayang. Sungguh aku sudah tidak sabar dan sangat rindu kepadamu. Selama ini sejak kita bertemu, kamu tidak pernah menyentuh aku lagi." Zoey menata Victor dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Dia merasa sakit hati karena keberadaanya tidak dianggap oleh calon suaminya sendiri.
"Pikiran dan badanku sedang merasakan lelah saat ini karena aku harus mengurus kasus pembunuhan orang tuaku," sanggah Victor.
Zoey pun pergi dari hadapan Victor. Dia merasa sakit hati karena penolakan lelaki itu terhadap dirinya. Bukan hanya Victor saja yang berubah, tetapi hampir semua penghuni markas Silver Dragon sering menatap dingin ke arahnya. Bahkan ada beberapa orang yang secara terang-terangan memalingkan wajahnya saat mereka bertatap muka.
***
Agatha yang tidak mau membuat orang lain terlibat dalam masalah dirinya. Kini dia sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke luar benua itu. Uang yang dia miliki masih banyak dan untuk mencukupi dirinya sama bayinya nanti dia bisa membuka usaha restoran.
Dia pun pergi secara diam-diem dari sana agar tidak membuat kegaduhan dan ketakutan dari warga desa. Agatha pergi menuju pelabuhan yang akan membawanya ke Benua Flower.
__ADS_1
Benua yang asing baginya, tidak tahu seperti apa di sana. Kalau dia mendengar cerita dari orang yang selama ini kerja sama dengan Silver Dragon, benua itu adalah tanah yang subur dan makmur. Mungkin kalau di dunianya Eriko ibaratnya Benua Wild adalah Benua Eropa dan Benua Flower adalah Benua Asia.
Agatha menaiki sebuah mobil truk pengangkut kayu yang akan pergi ke benua seberang. Dia berhasil merayu sopir dan temannya untuk menolongnya pergi ke pelabuhan.
Namun, saat di pelabuhan Agatha bertemu dengan beberapa anak buah Black Dragon. Meski dia sudah menyamar agar tidak diketahui oleh lain. Gara-gara dia menolong seorang kakek-kakek yang tasnya di jambret oleh sekawanan penjahat yang sering beroperasi di daerah pelabuhan.
Agatha menghajar tiga orang laki-laki yang tadi menjambret itu sampai babak belur dan tidak berdaya menggunakan balok kayu. Dia tidak mau mengambil resiko dengan berkelahi menggunakan tangan kosong. Apalagi saat ini dia sedang hamil muda. Melihat itu beberapa orang curiga kalau wanita yang berhasil mengalahkan penjahat seorang diri adalah Agatha, perempuan yang selama ini mereka cari.
"Tunggu!" teriak seorang laki-laki yang Makai jas hitam menghadang Agatha.
"Iya, ada apa, Tuan?" tanya Agatha sopan karena dia menduga kalau orang itu bagian dari kelompok mafia Black Dragon.
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya laki-laki itu balik.
"Saya, hanyalah seorang wanita yang tidak suka dengan kelakuan para penjahat itu. Sehingga, saya memberinya pelajaran agar kedepannya mereka tidak melakukan perbuatan seperti itu lagi," jawab Agatha.
"Kamu harus ikut kami!" perintahnya kepada Agatha.
Begitu Agatha baru melangkah sudah ada banyak orang yang menghadang jalannya. Mereka semua adalah anggota kelompok mafia Black Dragon. Agatha yang tidak mau mengambil resiko pada kehamilannya. Akhirnya dia memilih menurut saja.
Agatha pun dibawa ke dalam sebuah mobil dan meninggalkan kawasan pelabuhan. Namun, dia sempat memberikan tas miliknya yang dia bawa kepada kakek-kakek yang ditolongnya tadi. Agatha hanya tersenyum pada si kakek yang tidak mengerti saat Agatha memberikan tas miliknya dan juga tasnya sendiri.
"Agatha minta tolong, ya, Kek!" bisik Agatha dan si kakek hanya diam mematung.
"Ayo, cepat!" teriak orang yang menghadang tadi dan seorang yang berdiri di dekat Agatha pun menarik tangan Agatha.
***
Anak buah Silver Dragon baru sampai ketika mobil yang membawa Agatha pergi meninggalkan pelabuhan. Mobil mereka tadi sempat berpapasan di dekat pintu gerbang pelabuhan itu.
"Kita berpencar cari nona Agatha! Tidak ada waktu lagi karena kapal akan berangkat lima belas menit lagi!" teriak Peter.
"Kita bagi tugas. Sebagian cari di kapal yang hendak berangkat dan sebagian lagi cari di pelabuhan atau pasar ikan!" perintah Armando.
__ADS_1
"Siap, kami laksanakan!" mereka semua pun berpencar di kawasan pelabuhan.
Banyak orang-orang yang berada di sana ketakutan saat orang-orang dari kelompok Silver Dragon berteriak memanggil nama Agatha. Belum lagi mereka memeriksa tempat-tempat yang bisa dijadikan sebagai tempat persembunyian.
"Nona Agatha, Anda di mana?" teriak para anggota Silver Dragon.
"Si_al. Kapal akan segera berangkat!" kata Armando mengumpat saat mendengar suara cerobong asap dari kapal api.
"Turun! Kita lanjutkan dulu pencarian di pelabuhan," perintah Armando kepada anak buah yang ikut melakukan pencarian di kapal api ini.
Semua anggota Silver Dragon pun turun dari kapal api itu. Kemudian, mereka pun menelusuri dan bertanya kepada orang-orang yang berada di pelabuhan.
"Kakek, apa tadi melihat wanita ini?" tanya Peter kepada kakek-kakek yang tadi di tolong oleh Agatha.
"Siapa, dia?" tanya kakek itu sambil menatap Peter dengan penuh selidik.
"Dia Nyonya kami, namanya Agatha," jawab Peter.
"Apa kamu teman wanita itu?" tanya si kakek lagi.
"Iya, kami berteman baik," jawab Peter.
"Dia memberikan tasnya kepada aku," ucap si kakek, lalu memberikan tas milik Agatha.
"Lalu, Agatha di mana?" tanya Peter dengan dada bergemuruh karena hanya ada tas milik Agatha yang di terima.
"Wanita itu dibawa pergi oleh beberapa orang dan pergi meninggalkan pelabuhan ini menggunakan mobil tadi," jawab si kakek.
"Apa?" Peter memekik kesal setengah mati karena terlambat datang.
***
Bagaimana nasib Agatha saat berada di tangan kelompok Black Dragon? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1