
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa kasih like dan komentar. Semoga hari ini kalian bahagia selalu.
***
Bab 36
Victor dan Armando mendatangi sebuah gedung bekas di pinggir kota. Mereka akan bertemu dengan kelompok White Dragon. Tujuan mereka adalah untuk menghancurkan kelompok Gold Dragon. Hal seperti ini di dunia bawah tidak aneh. Saling berebut wilayah kekuasaan untuk dijadikan lahan penjualan barang-barang terlarang.
Kelompok Victor lebih condong menjual senjata dengan berbagai jenis dan menjual informasi baik itu kepada kelompok atau individu. Berbeda dengan kelompok White Dragon yang menjual senjata untuk antar kelompok atau perorangan dan juga menjual obat-obatan terlarang dengan jenis tertentu.
Sementara itu kelompok Gold Dragon adalah kelompok mafia yang menjual senjata api, semua jenis obat-obatan terlarang, dan jual beli budak. Bisa juga orang itu memesan seseorang yang kita inginkan baik itu hidup atau kematiannya. Victor juga curiga kalau dalang kematian kedua orang tuanya itu dilakukan oleh kelompok ini.
Pertemuan dua kelompok itu hanya dihadiri oleh 4 orang saja, 2 orang dari kelompok Silver Dragon, dan 2 orang lagi dari kelompok White Dragon. Kini keempatnya berdiri sambil berhadapan.
"Informasi apa saja sudah kamu dapatkan?" tanya Victor pada laki-laki yang beberapa bulan lalu pernah bertransaksi dengan dirinya.
__ADS_1
"Laki-laki yang kamu cari itu bernama Robert. Dia adalah seorang pengusaha pertambangan. Tapi, ada bisnis lain yang dia jalani dan tidak banyak orang yang tahu akan hal ini. Bisnisnya adalah menjual ganja, obat bius, dan menjual anak-anak dan bayi," jawab si ketua White Dragon.
"Apa ini informasi yang bisa dipercaya?" tanya Victor sangsi.
"Iya, aku jamin informasi ini adalah benar!" tegas lelaki bertubuh gempal itu.
"Ternyata apa yang diberitakan itu hanya pencitraan saja," ucap ketua kelompok Silver Dragon itu.
"Ya, apalagi sekarang di mencalonkan diri sebagai walikota," balas asisten kelompok White Dragon.
"Besok malam adalah waktu yang pas. Baron Julio diperkirakan akan pulang dari kota Wolf pada hari itu. Kita serang ketika dia sedang dalam kelelahan karena baru pulang dari perjalanan bisnisnya," jawab Victor.
"Ternyata benar sesuai dugaan kami kalau Anda adalah orang yang pintar dalam membuat strategi," puji laki-laki bernama Moreno.
***
__ADS_1
Victor pun mengumpulkan orang-orangnya mereka akan mengirimkan 100 orang saat melakukan serbuan ke markas kelompok mafia Gold Dragon dan meminta jangan membunuh laki-laki bernama Julio. Dia ingin menginterogasinya secara langsung.
Strategi yang dibuat oleh Victor adalah anak buahnya akan bergerak secara kelompok selain menghabisi nyawa lawan, mereka harus saling melindungi sesama temannya. Setiap kelompok akan bergerak dengan 5 orang. Jadi, anak buah Silver Dragon akan terdiri dari 20 kelompok dan di bagi 4 kubu. Setiap kubu akan di perintahkan melakukan serangan di tempat yang sudah ditentukan sebelumnya.
Armando memperlihatkan sebuah denah bangunan. Dia menjelaskan kubu mana saja yang akan melakukan serangan di bagian depan, samping kanan, samping kiri, dan belakang. Nanti mereka akan bergerak naik ke lantai selanjutnya jika lawan di lantai satu sudah habis.
Agatha pun beberapa kali menyanggah perkataan Armando dan Victor. Dia juga memberikan sebuah ide, agar jangan sampai dia dan teman-temannya mati di sana. Mengingat itu adalah markas musuh. Maka, dia meminta tambahan orang yang berjaga-jaga di luar markas musuh untuk memberikan bantuan jika keadaan terdesak.
"Hmmm ... ya, aku setuju dengan pemikiran kamu itu. Baiklah akan aku minta tambahan 20 orang lagi sebagai orang yang berjaga-jaga di tempat yang strategis," ujar Victor.
"Tuan Alonso dan Casandra, kalian juga yang tetap tinggal di sini harus waspada dan siap bertempur. Siapa tahu tiba-tiba ada musuh yang menyerang markas ini karena tahu kelompok kita sedang melakukan penyerangan ke markas Gold Dragon. Dan mereka memanfaatkan cela itu untuk merebut markas kita ini," tambah Agatha.
Semua orang yang ada di sana tercengang mendengar perkataan dari gadis yang cantik dan modis itu. Sungguh tidak pernah terpikirkan dalam benak mereka akan adanya serangan dari musuh lainnya.
***
__ADS_1
Bagaimana jalannya penyerangan markas Gold Dragon? Akankah Agatha dan yang lainnya berhasil atau gagal? Tunggu kelanjutannya ya!