Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia

Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia
Bab 49. Tidur Bersama


__ADS_3

Teman-teman mohon bantuannya, ya. Baca sampai selesai, lalu kasih like dan komentar. Terima kasih, semoga hari kalian menyenangkan dan bahagia.


Bab 49


Agatha mengeliatkan tubuhnya dan memeluk sesuatu yang ada terasa keras. Merasa ada sesuatu yang aneh, dia pun membuka matanya. Betapa terkejutnya dia saat melihat ada Victor tidur di sampingnya. Dia pun memeriksa tubuh mereka. Masih memakai baju meski baju tidur yang tipis.


Agatha tidak mau sampai jatuh cinta kepada Victor karena dia tahu tokoh ini punya seorang yang sangat dia cintai dalam cerita Mafia no.1 itu. Dia tidak mau mengalami pengkhianatan untuk kedua kalinya dalam suatu hubungan.


Wajah Victor yang begitu tenang saat tidur membuatnya terlihat seperti seorang yang polos. Namun, saat membuka matanya, laki-laki ini mampu membunuh lawannya dengan cepat dan tanpa segan-segan.


Mata tajam Victor ternyata punya bulu mata yang panjang dan lebat. Ditambah alis yang melengkung tajam dan tebal. Membuatnya memiliki tatapan yang tajam dan menjerat orang lain.


Hidung mancung dan bibir yang tipis berwarna agak merah segar karena dia tidak pernah merokok. Kalau melihat bibir itu, Agatha jadi teringat akan ciuman panas penuh gairah dengan tuannya itu. Beberapa hari lalu, mereka melakukan hal itu.


"Tunggu, kenapa bibir tuan Victor agak bengkak? Jangan-jangan dia sudah melakukan ciuman yang gila penuh dengan gairah dengan seseorang?" gumam Agatha.


Agatha merasa kesal saat membayangkan Victor sudah berciuman dengan seseorang. Maka dia pun melepaskan pelukannya, lalu bangun dan pergi ke kamar mandi.


"Aaaakh! Ada apa dengan bibir aku?" Agatha memegang bibirnya yang bengkak dan ada tanda merah di dada atas serta lehernya.


"Apa ini ulah Tuan Victor?" tanya Agatha pada dirinya sendiri.


"Apa yang sudah terjadi semalam?" tanya lagi sambil menjambak rambutnya.


"Kita tidak melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman, 'kan?" Agatha takut perbuatan dia dan Victor sudah melewati batas.

__ADS_1


"Ini Agatha masih perawan atau enggak, ya? Apa dia sudah pernah melakukan sebelum dengan laki-laki lain?" Agatha mondar-mandir di kamar mandi.


***


Victor membuka matanya dan melihat ke sampingnya, perempuan yang semalam menggodanya itu sudah tidak ada di sana. Senyum lebarnya kembali terukir kembali di wajahnya saat mengingat kejadian semalam. Asistennya itu menggoda dirinya, tetapi saat dia membalas dan meminta izin untuk menyentuhnya, dengan kejamnya wanita itu menolak tidak mengizinkan tubuhnya untuk disentuh. Sebagai gantinya mereka tidur bersama tanpa melakukan apa-apa hanya sampai memeluknya saja.


"Apa dia baru saja masuk ke kamar mandi? Kenapa lama sekali dia di dalam sana?" tanya Victor sambil menatap pintu kamar mandi.


"Dia akan marah atau tidak, ya? Kalau aku ikut masuk dan mandi bersama. Ini sudah siang, kenapa belum ada kabar dari Armando?" Victor bangun dan melihat ke arah luar jendela.


***


Sementara itu, Armando baru saja selesai mengarungi surga dunia bersama Miranda. Dia sering lupa diri, jika sudah bersama sang kekasih.


"Sama-sama, Darling. Kapan lagi kita bisa bertemu?" tanya Miranda.


"Mungkin secepatnya. Ahk, aku harus menghubungi Tuan Victor dulu!" pekik Armando lalu bangun dan segara berjalan ke kamar mandi. Miranda hanya tersenyum manis melihatnya.


"Sayang, ayo kita mandi bersama! Kamu juga pastinya harus kembali ke markas Black Dragon, bukan?" Armando sudah berdiri di depan pintu kamar mandi yang terbuka.


"Ya." Miranda pun bangun dan berjalan ke kamar mandi.


***


"Percayalah. Semalam tidak terjadi apa-apa di antara kita," ucap Victor.

__ADS_1


"Awas saja kalau bohong! Lalu, kenapa ada tanda di dada dan leher aku? Padahal aku memakai baju tertutup semalam," tanya Agatha.


"E, itu ... kamu membuka baju yang terasa panas. Dan tentu saja itu terlihat menggoda di mataku. Tapi, aku ini bukan laki-laki berengsek yang suka tidur dengan wanita sembarangan. Apalagi kalau sampai memaksanya. Aku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu!" jawab Victor dengan tegas.


Terdengar suara bel kamar berbunyi dan Victor pun membuka pintu. Terlihat ada seorang pelayan yang mengantarkan makanan untuk sarapan meski hari sudah siang.


"Lebih baik kita makan dulu," ajak Victor.


"Iya. Hari ini akan ada banyak pertemuan dengan rekan bisnis baru. Tuan harus mempersiapkan diri. Jangan sampai Tuan jatuh pingsan karena kelaparan," kata Agatha sambil tertawa.


"Seumur hidupku tidak pernah mengalami yang namanya kelaparan," balas Victor.


Keduanya pun tertawa renyah. Mereka sarapan sop dan cornetto. Namun, saat Victor akan makan makanan itu, Aulia menahannya.


"Tunggu! Jangan dimakan dulu, Tuan!" titah Aulia sambil menahan tangan Victor.


"Ada apa?" tanya Victor heran.


"Di dalam makanan ini ada racunnya!" jawab Agatha.


"Apa?" Victor kaget.


***


Benarkah di dalam makanan itu ada racunnya? Siapa yang berusaha membunuh Victor dan Agatha? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2