Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia

Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia
Bab 44. Pertempuran Semakin Memanas


__ADS_3

Teman-teman mohon bantuannya, ya. Baca sampai selesai, lalu kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan.


***


Bab 44


     Ruang rahasia milik Baron Julio yang menyimpan banyak koleksi senjata. Selain itu di sana juga ada banyak tumpukan dokumen, dan buku. Ruang yang kecil dibandingkan ruang milik Max tadi.


      Victor dan Julio saling mengacungkan senjata ke arah kepala lawannya. Tatapan tajam saling lempar dan dalam otak masing-masing sedang memikirkan bagaimana caranya untuk bisa menembak lawan tanpa diri sendiri terkena tembakan lawan.


"Tadi kamu bilang disuruh oleh orang lain? Berarti orang itu lebih hebat dari kamu? Karena kamu mau disuruh olehnya," tanya Victor sambil tersenyum miring.


"Waktu itu aku masih muda dan sedang suka melakukan pemberontakan. Jadi, wajarlah kalau ada orang yang minta tolong kepadaku," jawab Julio.


     Victor merasa sangat kesal pada laki-laki yang kini berdiri di depannya. Sudah membunuh orang, tetapi tidak merasa bersalah. 


"Sepertinya salah kalau membunuh orang lain gara-gara minta tolong. Sebut saja diri kamu adalah pembunuh bayaran," sanggah Victor yang merasa kesal karena dia harus mencari lagi dalang asli pembunuhan kedua orang tuanya.


"Hahaha, kamu benar aku adalah orang yang sering melakukan itu dulu sebelum aku jadi pemimpin kelompok ini?" balas Julio dengan wajah yang senang.


     Kedua orang itu bergerak memutar dengan tangan yang memegang pistol masih mengarah kepada lawan masing-masing. Keduanya sedang mencari celah untuk menembakan peluru panas pada kepala lawan.


     Saat Victor bergerak ke sisi kanan ada sebuah meja kecil yang menyimpan sebuah telepon. Maka, dia pun menembakan pistolnya dan menendang tubuh Julio diwaktu yang bersamaan. 


Dor! Bruk!


Dor! Dor!


      Tembakan Victor berhasil mengenai perut Julio dan tubuhnya terlempar ke belakang akibat tendangan kaki Victor yang sangat kuat. Sementara itu, tembakan Julio mengenai lengan atas Victor.

__ADS_1


     Julio berguling ke arah pilar sedangkan Victor berlindung di balik meja kerja yang tidak jauh darinya tadi.


Dor!


Dor!


     Kedua ketua mafia itu saling baku tembak. Meski sama-sama terluka tetapi mereka tidak mau kalah dengan lawannya.


Dor!


Dor! Dor! Dor!


     Victor menahan dirinya agar tidak membuang-buang pelurunya. Dia harus memberikan serangan balasan yang pasti kena telak pada musuhnya. Pistol yang berisi peluru juga itu hasil rampasan tadi saat melawan Max.


'Hari semakin larut dan aku juga sudah merasa sangat lelah. Harus cepat-cepat selesaikan ini,' batin Victor.


***


Dor! Dor!


Dor! Dor!


Prang!


Dor! Dor!


     Agatha melemparkan asbak ke kepala musuhnya dan dia juga mendapatkan serangan balasan dari lawannya itu. Untung tubuh dia gesit dalam mengindari serangan lawan.


Dor! Dor!

__ADS_1


Dor! Dor!


     Anak buah Silver Dragon dan Gold Dragon saling baku tembak dan banyak memakan korban. Baik yang mati atau terluka.


"Berhati-hatilah kalian! Musuh masih banyak dan senjata mereka juga masih lengkap." Agatha memberikan peringatan kepada teman-temannya.


"Sebenarnya, musuh kita ini punya berapa banyak anggota? Kenapa seakan tidak ada habisnya mereka ini?" tanya seorang anak buah Silver Dragon yang sudah kelelahan bertarung hidup dan mati.


      Tanpa mereka tahu kalau lawan mereka saat ini bukanlah lagi anggota Gold Dragon, tetapi anggota kelompok lain yang berhasil menyusup ke markas Gold Dragon atas permintaan Baron Julio untuk membantu menghabisi musuh yang masuk ke markasnya.


***


     Armando yang berlari menaiki anak tangga bersama beberapa anak buahnya yang masih selamat dihadang oleh musuh yang sudang berdiri di atas anak tangga. Betapa terkejutnya dia saat melihat ada wanita dan beberapa orang yang mengacungkan pistol ke arahnya.


     Mendapat serangan lawan di tempat yang tidak menguntungkan bagi dirinya dan teman lainnya. Membuat mereka semua pasrah akan kematian yang ada di depan mata mereka. Apalagi musuh memegang pistol yang bisa menembak dengan cara memberondong.


"Bersiap-siaplah kalian untuk mati!" ujar Armando kepada teman yang ikut bersama dengannya.


"Bukannya sejak awal kita sudah memikirkan kemungkinan sesuatu yang paling buruk terjadi dalam penyerangan ini?" ujar salah seorang anak buah Silver Dragon kepada Armando.


"Ya, kamu benar. Usahakan kita tidak boleh mati, meski itu mustahil jika melihat situasi saat ini," balas Armando.


"Tembak!" teriak seorang wanita yang ada di atas anak tangga memberikan aba-aba.


Dor! Dor! Dor!


Dor! Dor! Dor!


***

__ADS_1


Akankah kelompok Armando kalah? Ataukah akan ada peluang untuk menang? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2