Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia

Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia
Bab 68. Menyusup Ke Dalam Villa


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip. Lalu, kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan sehat selalu.


***


Bab 68


Victor dan Armando pun pergi menelusuri lorong gua. Keduanya hanya mengandalkan satu senter saja untuk menerangi jalan mereka di dalam kegelapan itu. Lorong gua ternyata berukuran sangat kecil dan pendek langit-langitnya, sehingga mereka harus berjongkok saat berjalan. Lorong gua itu ternyata lumayan agak panjang. Mereka berdua berjalan hampir 15 menit, sampai keluar dari semak-semak belukar yang terhubung ke bagian belakang villa.


Begitu sampai sana mereka langsung bersembunyi dan mengendap-ngendap agar tidak diketahui oleh anak buah Black Dragon. Baik Victor ataupun Armando tidak bisa menemukan Peter dan yang lainnya di sekitar sana.


"Mereka bersembunyi di mana, ya?" bisik Victor.


"Tidak ada jejak yang mereka tinggalkan di sekitar sini," balas Armando sambil mencari sesuatu yang bisa menjadi petunjuk.


"Semoga saja mereka tidak tertangkap oleh musuh," kata Victor dengan penuh harap.


***


Sementara itu, Agatha yang sedang berada di sebuah kamar yang berada di lantai atas. Dia sedang berbaring di atas tempat tidur dengan kedua tangan terikat. di kamar itu ada Miranda atau Morena, Diego, dan Nick.


"Apa bayi yang ada di dalam kandungannya itu adalah anak Viktor?"tanya Digo dengan tatapan masih ke arah Agatha.


"Mungkin saja karena setahu aku mereka berdua sedang menjalin hubungan," jawab Nick.


"Apa kalian tidak tahu kalau Victor telah bertunangan dengan kekasihnya yang bernama Zoey," ucap Morena.


"Benarkah itu? Dari mana kamu tahu?" tanya Diego dan kini mengarahkan perhatiannya kepada kaki tangannya.


"Aku punya bukti kalau di Victor dan Zoey sudah bertunangan di Kota Bear di sebuah hotel mewah," jawab Morena sambil mengeluarkan sebuah amplop berukuran besar dan diberikan kepada Diego.


Laki-laki yang sudah berumur itu pun mengeluarkan isi di dalam amplop itu. Dilihatnya beberapa foto yang berisikan Victor dan seorang wanita yang sedang tersenyum bahagia sedang memasangkan cincin di jarinya. Dengan begini dia yakin kalau Agatha bukanlah kekasih dari Victor. Sehingga, bayi yang ada di dalam kandungannya bukan anak Victor.


Diego yang sejak awal sangat tertarik pada Agatha pun merasa sangat senang. Dia menginginkan Agatha menjadi wanitanya yang selalu berada di sisinya. Senyum bahagia pun tercipta dari wajahnya yang mulai berkeriput.

__ADS_1


Agatha yang mendengar pembicaraan mereka bertiga pun merasa sangat jijik. Dia sekarang sedang memikirkan bagaimana caranya agar bisa melarikan diri dari markas musuh.


***


Peter dan keempat teman lainnya saat ini sedang bersembunyi di dekat ruangan yang diduga sebagai gudang. Mereka berlima hanya bisa menghabisi musuhnya dengan cara sedikit demi sedikit dan mengumpulkan mayat musuhnya di dalam gudang itu.


"Apa aku kembali dulu pada mereka agar semuanya bisa masuk menyerbu lewat lorong gua itu?" tanya salah seorang anak buah Silver Dragon kepada Peter.


"Kamu harus berhati-hati karena begitu banyak musuh yang masih berkeliaran di dalam villa ini," balas Victor.


"Baik Tuan, aku akan mengajak mereka semua dengan membawa persenjataan yang banyak dan lengkap. Agar kita bisa melawan para anak buah Black Dragon," ujar laki-laki itu lagi. Laki-laki itu pun pergi meninggalkan Peter dan sisa teman lainnya dan kembali ke dalam lorong gua yang tadi mereka memasuki.


***


Victor dan Armando pun menghabisi musuh mereka yang berpapasan dengan cara menusuk jantung atau memutus urat nadi di leher. Agar tidak terjadi baku tembak di antara mereka dan dapat memicu para anggota Blade Dragon lainnya yang sedang berjaga-jaga di villa datang ke sana.


"Sembunyikan mayat mereka di tempat yang kira-kira tidak akan ditemukan oleh yang lainnya!" perintah Victor kepada Armando.


Keduanya pun melanjutkan penyusupan itu. Mereka dan berhasil masuk ke dalam villa, melalui sebuah ruang yang jendelanya tidak terkunci. Selain itu ruangannya dalam keadaan gelap gulita.


Ternyata villa itu tidak memiliki banyak perabotan atau hampir mirip rumah kosong. Bahkan Viktor dan Armando menyangka kalau tempat itu adalah sebuah gudang penyimpanan.


Victor dan Armando yang sedang mengendap-ngendap di lantai satu ketahuan oleh pihak musuh. Akhirnya, satu tembakan pun melesat ke arah mereka.


Dor!


Suara tembakan itu mancing semua orang yang ada di dalam villa maupun yang berada di halaman. Kepalang basah, Victor dan Armando pun membalas tembakan itu. Sehingga, kini terjadi baku tembak antara keduanya dengan anak buah Black Dragon yang datang secara berkelompok ke ruangan itu.


Dor! Dor! Dor!


Dor! Dor! Dor!


***

__ADS_1


Anak buah Silver Dragon yang berada di luar benteng villa pun terkejut mendengar suara tembakan dari arah dalam villa. Mereka langsung berlari ke arah mulut gua tadi dan masuk lewat sana.


"Tepat sekali. Untung kalian datang, jalur ini menghubungkan ke arah belakang villa," kata orang tadi yang bersama Peter dan akan kembali untuk memanggil rekan-rekannya agar masuk lewat sana.


"Sudah terjadi baku tembak di dalam villa. Sepertinya tuan Victor dan tuan Armando ketahuan oleh pihak musuh," ucap seorang diantara mereka yang baru masuk ke mulut gua.


"Apa? Jadi di villa sekarang sedang dalam keadaan genting. Di sana ada tuan Peter dan tiga orang lainnya, sedang bersembunyi di dekat gudang yang berada di sisi kanan bangunan villa," ujar laki-laki tadi.


Para anak buah Silver Dragon pun bergegas berjalan sambil membungkuk di dalam lorong gua itu. Untungnya semua anak buah Black Dragon sekarang berada di dalam villa. Sehingga di halaman tidak ada yang menjaga sama sekali.


"Ini kesempatan kita untuk memberikan serangan balasan kepada pihak musuh. Berhati-hatilah kalian! Ambil senjata ini dan habis semua musuh kita," perintah Peter kepada anak buah Silver Dragon yang baru keluar dari mulut gua yang lewat semak-semak itu.


"Baik, Tuan!"


Anak buah Silver Dragon pun mengendap-ngendap dan bersembunyi. Mereka mencari cela untuk memberikan serangan balik kepada anak buah Black Dragon yang sedang mengepung Victor dan Armando.


Keadaan pintu yang terbuka dan ruangan yang terang menderang memudahkan pihak anak buah Silver Dragon untuk menembaki para anggota Black Dragon.


Drrrrt! Drrrrt! Drrrrt!


"Aaaakh!" teriakan orang-orang yang terkena peluru.


Anak buah Silver Dragon menggunakan pistol AK-47 dalam penyerangan itu. Banyak anggota Black Dragon yang mati tertembak oleh senapan mesin pembunuh itu.


"Ada musuh yang bersembunyi di halaman villa!" teriak salah seorang anggota Black Dragon.


"Apa?" Daniel yang sejak awal selalu berkeliling villa, merasa terkecoh dengan adanya penyusupan ini.


"Berpencar, habis sih para penyusup itu!" perintah Daniel kepada anggota Black Dragon.


***


Akankah Viktor berhasil menyelamatkan Agatha dari sekapan Diego? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2