Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia

Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia
Bab 33. Gold Dragon


__ADS_3

Teman-teman mohon bantuannya, ya. Baca sampai selesai, lalu kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan.


***


Bab 33


     Victor dan Agatha masuk ke sebuah ruangan luas dan sudah banyak orang di sana yang memakai topeng. Saat mereka akan masuk ke ruangan itu diberikan sebuah topeng mata oleh seorang penjaga.


"Pantas saja kita diberikan kacamata topeng ini. Ternyata untuk menyembunyikan identitas asli tamu yang datang ke sini," kata Victor sambil melihat ke sekeliling mungkin saja dia bisa menemukan orang yang sedang dia cari.


"Tuan kita duduk di mana?" tanya Agatha sambil mengedarkan pandangannya.


"Kita duduk paling depan," jawab Victor sambil menggandeng tangan Agatha.


"Tunggu, Tuan! Apa tujuan sebenarnya kita masuk ke sini?" tanya Agatha dengan berbisik.


"Mencari seseorang," jawab Victor tepat di telinga sang pelayan sekaligus orang kepercayaannya.


"Kalau mau mencari orang, berarti posisi kita harus yang strategis," balas Agatha sambil mengjinjitkan kakinya agar bisa berbisik di telinga Victor.


     Tubuh Victor merasa meremang karena suara dan hembusan napas dari Agatha. Desiran halus dalam syaraf-syaraf di dalam tubuhnya kembali terjadi setelah bertahun-tahun tidak pernah terjadi lagi.

__ADS_1


     Tangan Victor yang bebas tiba-tiba merangkul pinggang Agatha agar tubuhnya menempel padanya. Dada mereka saling beradu dan tatapan mata saling mengunci.


"Hei, kalian kalau mau bercinta duduk saja di bagian atas. Ambil kelas yang eksekutif!" bentak laki-laki berbadan gembul dan memakai topeng berwarna putih.


     Baik Victor dan Agatha langsung punya pemikiran ke sana. Tempat paling bagus untuk mengawasi semua orang yang ada di ruangan ini dan orang-orang yang keluar masuk di acara pelelangan ini.


"Baiklah Tuan. Maafkan kami yang sedang di mabuk cinta ini. Sampai tidak tahu tempat saat memadu kasih. Ayo, Sayang!" Victor masih merangkul pinggang Agatha dengan mesra dan memesan tempat kelas untuk kalangan bangsawan kelas atas dengan harga sewa tempat yang lumayan mahal.


    Tempat yang nyaman dan kursi lebar yang empuk dan alat teropong untuk melihat lebih jelas barang yang akan di lelang. Ada sekitar 20 tempat kelas eksklusif di atas sana. 


"Tuan-tuan dan Nyonya malam ini acara lelang akan segera di mulai!" Acara pelelangan itu dibuka oleh pembawa acara yang memiliki tubuh tinggi dan kekar.


     Victor mengedarkan pandangannya lewat teropong mencari orang yang diduga sudah membunuh kedua orang tuanya dahulu. Namun, dia agak kesulitan karena suasana di sana agak remang-remang di bagian kursi pengunjung.


"Aku mencari orang yang punya luka di wajah dan tatto kepala naga di punggung tangannya," jawab Victor yang masih mengedarkan pandangannya.


"Apa dia laki-laki paruh baya, yang punya tindik dan memakai dua anting di telinga kanannya?" tanya Agatha.


     Victor menurunkan teropongnya, lalu mengalihkan perhatiannya kepada Agatha yang duduk di sampingnya yang sedang melihat ke arah balkon seberang yang ada di depan mereka, dengan menggunakan teropong.


     Penasaran dengan apa yang sedang dilihat oleh pelayan hebatnya itu, maka Victor pun melihat ke arah balkon yang lumayan jauh jaraknya itu. Dia melihat ada seorang laki-laki yang sedang bercumbu dengan seorang wanita seksi. Terlihat punggung tangan orang itu yang sedang memegang kepala wanitanya, memiliki tatto.

__ADS_1


"Ya, aku rasa itu dia," desis Victor dengan menahan amarah.


"Siapa dia?" tanya Agatha.


"Dia adalah orang yang bertanggung jawab atas kematian kedua orang tuaku," jawab Victor.


"Apa?" Agatha sangat terkejut karena seharusnya Victor tahu pembunuh kedua orang tuanya itu setelah dia menguasai perekonomian kota Dragon dan itu masih lama.


"Memang siapa dia?" tanya Agatha penasaran.


"Dia Baron Julio pemimpin kelompok mafia Gold Dragon," jawab Victor.


"Gold Dragon?" Agatha membeo.


'Aduh si Tuan Mafia ini salah orang!' Agatha hanya bisa bicara dalam hati.


***


Lalu siapakah pembunuh sebenarnya kedua orang tua Victor? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu kelanjutan Agatha dan Victor, yuk baca juga karya teman aku ini. Pastinya nggak kalah seru ceritanya. Cus meluncur ke karyanya.

__ADS_1



__ADS_2