
Teman-teman mohon bantuannya, ya. Baca sampai selesai, lalu kasih like dan komentar. Semoga urusan kalian juga dimudahkan.
***
BAB 22
Saat ini Agatha sedang mengendarai mobil sesuai dengan arahan dari Victor. Dia tidak tahu sama sekali jalur yang harus dia lalui. Apalagi tidak ada peta.
"Sejak kapan kamu bisa mengendarai mobil?" tanya sang Ketua.
Deg!
Jantung Agatha seakan berhenti berdetak. Dia bingung harus jawab apa. Dia bisa mengendarai semua jenis mobil di dunia aslinya. Ternyata tidak beda jauh dengan mobil yang ada di dunia ini. Apalagi mobil-mobil di sini mirip dengan koleksi mobil antik milik kakeknya.
"Itu ... be–beberapa hari kemarin, a–aku belajar dari orang-orang di ... perkebunan," jawab Agatha terbata dan tertawa garing.
Saat ke casino Agatha diantar oleh sopir karena di zaman itu jarang seorang wanita bisa mengemudikan mobil. Namun, saat ini asisten barunya itu bisa melajukan mobil dengan baik. Victor dan yang lainnya tidak ada yang tahu kalau Agatha yang sekarang bisa mengemudikan mobil.
"Oh, berarti kamu belajar dengan cepat, ya?" Victor tersenyum sambil melirik ke arah Agatha.
"Ya, aku bersyukur terlahir dengan otak yang cerdas," balas Agatha masih tertawa garing.
Tidak terasa mereka pun sudah sampai di pelabuhan West. Agatha dan Victor disambut oleh dua orang anggota White Dragon, begitu sampai di sana. Keduanya pun mengikuti mereka dan masuk ke dalam salah satu gudang yang berjajar di sana. Tiga koper uang sudah disiapkan oleh Victor untuk membayar semua senjata yang dia pesan.
__ADS_1
Agatha menatap takjub pada barang-barang yang mereka perlihatkan. Senjata-senjata yang masih berkilau. Peluru yang tertata rapi dan berwarna kuning emas dan silver.
"Semua sudah kami sediakan sesuai pesanan Anda," kata salah satu ketua Divisi kelompok.
"Baiklah sesuai perjanjian aku akan menyerahkan uangnya jika barangnya sudah ada," balas Victor sambil membuka semua koper uang yang tadi dia bawa bersama Marimar.
Transaksi jual beli pun telah selesai. Barang pesanan Victor itu tiga peti senjata api, satu peti granat, satu krat (peti kecil) pisau belati, dan satu boks besar peluru. Mereka pun memasukan semua pesanan Victor ke dalam mobil box pengangkut sayuran.
***
Victor menyuruh sopir bayaran untuk mengantarkan mobilnya ke perbatasan kota. Nanti di sana akan ada anak buahnya yang mengambil alih mobil.
"Tuan aku lihat tadi mereka juga sepertinya akan melakukan transaksi lainnya dengan orang lain. Ternyata mereka juga menjual senapan mesin, bazoka, dan bom," kata Agatha.
"Apa? Lalu kenapa mereka tidak memasukan nama barang-barang itu ke transaksi jual mereka? Apa harganya sangat mahal?" tanya Victor. Dia sangat terkejut karena senjata itu bisa didapatkan dari benua lain.
"Jika, Tuan mau, kita bisa membelinya juga." Agatha tersenyum manis pada Victor dan membuat jantung sang ketua berdetak kencang.
"Bagaimana caranya?" tanya Victor gugup.
"Judi," jawab Agatha dengan senyum lebarnya.
"Ya, judi. Dengan judi kita akan bisa cari uang," lanjut Victor terkekeh.
__ADS_1
***
"Kita masuk ke dalam!" ajak Victor.
"Malam ini kita akan main di sini?" tanya Agatha sambil melihat tempat yang sangat kecil untuk ukuran sebuah tempat judi.
"Ya. Sudah cepat masuk," titah Victor. Agatha pun masuk dengan langkah penuh semangat.
"Akan aku dapatkan banyak uang, malam ini!" teriak Agatha.
Sesuai rencana Agatha dan Victor pun memasuki tempat perjudian kecil-kecilan terlebih dahulu. Mereka melihat semua jenis permainan yang dimainkan di sana. Ternyata uang taruhan di sana dibatasi. Maka keduanya pun hanya bisa dapat 1jt dollar untuk malam itu.
"Tidak apa-apa. Besok kita main lagi ke tempat yang lain," kata Victor begitu melihat muka Agatha cemberut.
"Kita main berjam-jam. Memeras otak. Tidak pernah kalah. Hasil yang di dapat cuma satu juta. Tidak sebanding dengan usaha kita!" Agatha merasa sangat kesal.
Padahal dulu saat di Royal Casino bisa dapat banyak meski pernah mengalami kekalahan. Ternyata jiwa berjudi Agatha merasa tertantang lagi untuk mencari kemenangan yang lebih besar.
"Akan aku kuras habis uang yang ada di tempat judi Kota Bear ini!" teriak Agatha dengan penuh membara.
Victor hanya tertawa melihat sang asisten dadakkannya itu. Dia suka akan jiwa penuh semangat yang ada pada diri perempuan itu.
"Casino yang banyak uangnya di mana?" tanya Agatha.
__ADS_1
***
Akankah Agatha dan Victor bisa mendapatkan uang yang banyak lagi dari judi? Tunggu kelanjutannya, ya!