Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia

Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia
Bab 25. Bertemu Miranda Lagi


__ADS_3

Teman-teman mohon bantuannya, ya. Baca sampai selesai, lalu kasih like dan komentar. Semoga hari kalian penuh kebahagiaan.


***


BAB 25


    Malam harinya Agatha dan Victor menyamar, lalu pergi ke kasino paling terkenal dan terbesar di kota Bear. Mereka pergi dengan membawa modal 1000 dollar seperti dulu. Keduanya akan memulai permainan dengan permainan yang mudah untuk melipat gandakan chip mereka.


"Halo, Eriko. Kita berjumpa lagi, ya! Ternyata dunia itu sempit," kata seseorang yang baru saja menepuk bahu Agatha.


     Tanpa Agatha duga dia bertemu kembali dengan Miranda. Wanita yang memiliki aura misterius.


"Halo, Miranda. Aku tidak menyangka kalau kita bisa bertemu kembali," balas Agatha dengan senyum formalitas.


"Bagaimana kalau kita main bersama?" ajak Miranda.


'Aku harus hati-hati sama orang ini! Tidak tahu apa yang sedang dia rencanakan,' kata Agatha dalam hatinya.


"Mungkin permainan aku tidak sesuai kesukaan kamu," jawab Agatha beralasan.


"Apapun permainan yang kamu pilih, aku akan ikut. Ayolah, aku ingin bermain bersama kamu seperti kemarin!" kata Miranda seakan memaksa.


     Agatha yang tadinya ingin bermain permainan yang lain, akhirnya duduk di meja judi permainan blackjack. Dia tidak mau kalau Miranda tahu, jika dia bisa memainkan hampir semua permainan yang selalu ada di kasino manapun.


'Aku harus membatasi diriku kalau di dekat dia,' Agatha berkata dalam hatinya.


***


     Tanpa keduanya sadari kalau Victor selalu memperhatikan mereka. Dia penasaran dengan wanita yang sedang bersama dengan Agatha. Dia merasa sangat familiar dengan wajahnya.

__ADS_1


"Siapa ya, dia? Kenapa wajahnya tidak asing dan aku merasa kenal kepadanya?" Victor bertanya entah pada siapa. 


"Aku yakin pernah bertemu dengannya! Bukan baru-baru ini, tapi sudah lama kayaknya," lanjutnya lagi.


"Hai Tuan, siapa yang ada maksud? Wanita cantik berambut pirang itu?" tanya salah seorang laki-laki yang duduk di sisi kanannya.


"Bukan. Tapi, wanita seksi di sebelahnya," jawab Victor sambil melihat ke arah laki-laki itu..


"Oh, dia adalah Miranda. Wanita seksi mempesona tapi dia sulit di ajak tidur bersama. Dia selalu bilang sudah punya seorang kekasih yang sangat dia cintai," lanjut laki-laki itu lagi.


"Oh, apa kamu tahu siapa nama kekasihnya itu?" tanya Victor lagi karena penasaran.


"Entahlah, aku lupa namanya. Tapi aku pernah melihat mereka berciuman dan masuk kamar hotel dulu. Dia laki-laki berbadan tinggi dan atletis," jawab laki-laki itu.


'Miranda? Nama yang tidak asing di telinga. Apa nama itu pasaran, ya?' batin Victor dan tatapannya kembali ke arah Miranda


***


     Saat Agatha berjalan di parkiran dia melihat ada seseorang yang sedang di keroyok. Awalnya dia tidak mau ikut campur sampai salah seorang dari mereka menyebut nama laki-laki itu.


"Mati saja kau, Anton Chalov!" teriak laki-laki yang sedang menendang orang yang berbaring di tanah.


'Anton Chalov?' batin Agatha.


    Dia pun mendekati kerumunan itu. Dia ingin menyelamatkan laki-laki yang terkapar tidak berdaya.


"Apa yang sedang kalian lakukan!" hardik Agatha mencoba melerai.


"Mau apa kamu wanita jal_lang!" bentak salah satu dari mereka. 

__ADS_1


"Apa mau aku? Lepaskan laki-laki itu!" titah Agatha sambil menunjuk ke arah pemuda kurus yang berbaring di jalanan aspal.


"Enak saja! Dia sudah membuat kerugian yang besar bagi kami. Bahkan nyawa dia pun belum cukup untuk menggantinya," cerocos laki-laki lainnya.


"Berapa jumlah kerugian yang dia buat?" tanya gadis yang sedang menyamar itu.


"Lima belas juta dollar," jawab laki-laki yang sejak tadi duduk menyaksikan itu semua.


'Lima belas juta, berarti kurang delapan juta.' Agatha bicara dalam hatinya. 


    Dia tidak bisa mengharapkan uang hasil judi sang Ketua Silver Dragon. Belum tentu dia juga mau memberikan uangnya untuk pencuri ini.


"Kasino ini tutup jam berapa?" tanya Agatha sambil menunjuk bangunan megah itu.


"Jam tiga pagi," jawab laki-laki yang masih asik duduk dengan angkuhnya.


"Baiklah ada waktu dua jam lagi berarti. Beri aku penangguhan waktu sampai jam tiga. Aku akan tebus orang ini seharga lima belas juta. Aku harap selama itu kalian jangan melakukan hal apapun padanya," ujar Agatha.


"Hei, jal_lang gila! Bagaimana kamu akan mendapatkan uang sebanyak lima belas juta hanya waktu dua jam?" teriak laki-laki lain dengan mencemooh kepada Agatha.


"Di sini ada tujuh juta dollar. Jika aku pertaruhan semuanya aku hanya perlu dua kali main," balas Agatha dengan senyum meremehkan para laki-laki yang menatap dengan mulut menganga.


"Baiklah, akan kami tunggu sampai jam tiga. Seandainya sampai waktu yang sudah di tentukan dan uang belum juga terkumpul. Jangan ikut campur lagi urusan kami!" Laki-laki yang masih duduk itu menyeringai seram pada Agatha.


"Baiklah. Aku akan secepatnya kembali dengan membawa uang itu," ucap Agatha dengan meyakinkan.


***


Akankah Agatha berhasil mendapatkan uang itu? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2