
Teman-teman mohon bantuannya, ya. Baca sampai selesai, lalu kasih like dan komentar. Semoga urusan kalian juga dimudahkan.
***
Bab 29
Malam harinya Agatha, Victor, dan Anton sampai ke kediaman kelompok mafia Silver Dragon. Semua orang datang menyambut mereka. Sorak sorai yang mengelu-elukan ketua mereka terdengar di sana.
"Selamat datang, Tuan Victor," sapa Alonso begitu membukakan pintu mobil untuk Victor.
"Terima kasih, Alonso. Bagaimana keadaan rumah selama aku pergi?" tanya Victor sambil berjalan dan diikuti oleh kepala pelayan itu.
"Semua aman terkendali. Hanya saja ada beberapa barang yang datang ke sini sangat banyak dari yang kami perkirakan. Apakah benar itu milik kelompok kita, Tuan?" tanya Alonso begitu memasuki rumah megah itu.
"Iya, benar. Itu semua milik kelompok kita," jawab Victor.
Senyum Victor langsung mengembang saat melihat ada Armando berdiri menyambutnya. Penyanggah tangannya juga sudah tidak terlihat lagi.
"Hai, Armando. Bagaimana keadaan kamu sekarang?" tanya Victor.
"Sudah baik, Tuan," jawab Armando.
"Meski begitu, kamu tetap harus banyak istirahat," kata sang ketua.
"Baik, Tuan. Terima kasih atas perhatiannya.
__ADS_1
"Oh, iya. Kenalkan ini namanya Anton Chalov, mulai sekarang dia akan bergabung bersama kita. Alonso bawa dia dan beri tahu, apa saja kewajiban dan hak menjadi anggota Silver Dragon!" perintah Victor.
"Bai, Tuan. Anton ikut dengan aku!" titah Alonso dan Anton pun mengikuti laki-laki paruh baya itu.
Orang-orang melihat ke arah Agatha yang menenteng dua koper besar dan di belakangnya ada dua orang yang memegang koper juga. Koper yang dipegang oleh Agatha adalah dokumen-dokumen penting kerja sama milik Victor dengan orang-orang yang ada di Kota Bear.
"Agatha, kamu terlihat kurus sekali," bisik Casandra kepada Agatha yang berjalan mendekatinya.
"Ini semua gara-gara ketua kita. Dia benar-benar memeras tenaga aku. Bahkan tidak memberikan aku libur meski satu hari, yang ada aku lembur terus tiap hari," balas Agatha.
"Tenang saja, akan aku buat tubuh kamu seksi dan montok kembali. Tadi juga aku sudah buatkan makanan kesukaan kamu," bisik Casandra.
"Kalkun madu yang empuk sampai ke tulang-tulangnya?" tanya gadis itu.
"Iya. Begitu tahu kamu akan pulang, aku langsung memasak daging kalkun khusus untuk kamu," jawab wanita paruh baya itu.
"Agatha, ikut aku!" perintah Victor.
"Tapi, Tuan ... aku ingin istirahat," bantah Agatha.
"Ikut aku dulu, baru kamu boleh istirahat," ujar Victor tidak mau dibantah.
Mau tidak mau, maka Agatha pun mengikuti Victor ke ruang kerjanya. Dia dalam sana Victor malah mengajak Armando bicara. Dia menceritakan semua kejadian yang menimpa dirinya saat sang asisten tidak ada bersama dengan dirinya.
"Anda hebat sekali, Tuan!" puji Armando kepada Victor.
__ADS_1
"Semua ini tidak akan bisa terjadi, tanpa bantuan dari Agatha. Dia adalah partner yang hebat!" Kini giliran Victor yang memuji Agatha.
"Anda sungguh berlebihan, Tuan," sanggah Agatha.
"Tapi, dia benar-benar hebat. Aku juga ingin bisa belajar cara berkelahi seperti kamu," kata Victor dan membuat Agatha dan Armando terkejut.
"Tuan ingin belajar ilmu beladiri?" tanya Agatha tidak percaya.
"Iya. Aku melihat cara bertarung kamu itu lain dari pada yang lain. Dan aku sangat terpesona saat kamu mengalahkan lawan-lawanmu," jawab Victor.
"Itu tidak semudah yang seperti Anda lihat," tukas Agatha.
"Aku akan mempelajarinya secara pelan dan bertahap," lanjut Victor.
"Hah, terserah Tuan saja. Aku lelah ingin istirahat," ujar Agatha sambil memukul-mukul lembut lengan dan memijat lehernya.
"Tunggu! Aku punya sesuatu untuk kamu," ucap Victor sambil menyodorkan sebuah kotak ke hadapan Agatha.
"Ini apa, Tuan?" tanya Agatha.
"Bukalah!" titah Victor.
***
Apakah isi kotak itu? Akankah Victor bisa mempelajari ilmu beladiri seperti Agatha? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1
***