Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia

Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia
Bab 76. Akhir Kisah Agatha


__ADS_3

Bab 76


"Lalu, bagaimana cara kamu agar bisa kembali ke dunia aslimu itu?" tanya Victor lagi.


"Saya juga tidak tahu," jawab Agatha dengan lirih.


Mendengar itu ada rasa bahagia di dalam hati Victor. Dia tidak ingin Agatha jauh dari dirinya. Apalagi sampai meninggalkan dunia ini ke dunia aslinya. Jika hal itu terjadi, maka dia tidak akan bisa bertemu dengan orang yang dicintainya itu lagi.


"Aku akan senang jika kamu tetap berada di sisiku untuk selama-lamanya. Dan tidak kembali ke dunia aslimu," ucap Victor.


"Aku juga punya orang tua dan orang-orang yang aku sayangi di dunia itu, Tuan. Dan aku pun sangat merindukan keberadaan mereka," kata Agatha.


Seharian itu Victor dan Agatha berbicara satu sama lain tentang dunia asli di mana Eriko tinggal. Victor begitu terpana akan dunia asli dari wanita yang dicintainya itu. dia pun Rasanya ingin pergi ke sana dan bertemu dengan keluarga Eriko dan teman-temannya.


***


Sementara itu, ada kelompok kecil yang berniat untuk mencelakai Agatha. Mereka ingin balas dendam kepada Victor yang telah menghancurkan kelompok Black Dragon.


"Bagaimana caranya kita menyingkirkan wanita itu? Sedangkan saat ini dia masih terdiam di rumahnya Victor," tanya salah seorang di antara mereka.


"Kita bisa menyamar dan menyusup ke dalam markas Silver Dragon itu," jawab yang lainnya.


"Tapi, mereka itu begitu sangat dekat dan kenal satu sama lain. Sehingga, sulit untuk menyusup ke sana. Apalagi orang-orang yang berada di pusat adalah orang yang begitu royal kepada Viktor," sanggah yang lainnya lagi.


"Kita bisa menyamar menjadi seorang pengirim sayuran yang setiap hari Senin mengirimkan barang ke markas itu," balas orang tadi.


"Bagus juga ide kamu ini. Kita bisa menyusup ke sana dengan secara diam-diam," sahut yang lainnya.


"jika kita sudah berhasil masuk ke markas itu, apa yang harus kita lakukan?" tanya orang pertama tadi lagi.


"Tentu saja membunuh wanita yang beragama Agatha," jawab yang lain.


"Apa kita tidak akan langsung ketahuan saat membunuhnya oleh pihak Silver Dragon" tanya orang itu lagi.


"Kita bisa membunuhnya dengan menggunakan racun yang dimasukkan ke dalam makanan atau air minumnya," jawab orang yang diduga sebagai pemimpin kelompok itu.


Maka, kesepakatan pun telah disetujui oleh mereka. Yaitu menyusup ke dalam markas Silver Dragon dengan menyamar menjadi pengirim sayur. Kemudian, membunuh Agatha dengan racun.


***


Hari Senin pun tiba, seperti yang sudah di rencanakan oleh mereka. Maka hari ini mereka membajak mobil box pengantar sayuran pesanan yang akan dikirimkan ke markas pusat Silver Dragon.


Ada 5 orang yang menaiki mobil itu, satu sopir dan 4 lainnya adalah orang pembawa barang. Saat mobil box itu akan masuk ke dalam pintu gerbang, ada penjaga yang memeriksa mereka karena wajah dan identitas mereka yang tidak dikenal.


"Kami adalah pegawai baru dan disuruh mengirimkan barang ke alamat ini," ucapkan sopir kepala penjaga pintu gerbang.

__ADS_1


"Baiklah, tapi akan saya laporkan dulu kepada tuan Alonso," jawab penjaga pintu gerbang kepada sopir dengan tatapan curiga. Sopir itu dalam hatinya merasa was-was.


Mobil box itu bisa masuk setelah mendapatkan izin dari Alonso. Tentu saja ini membuat kelompok itu merasa senang karena punya kesempatan untuk menjalankan rencana mereka.


***


Saat pembongkaran barang, salah seorang dari mereka yang menyamar dengan pakaian seragam pelayan, masuk ke dalam rumah utama milik Victor. Dia berjalan dengan cara mengendap-ngendap dan mencari ruangan mana yang diperkirakan sebagai kamar utama. Sebab, dia yakin kalau Agatha pasti akan berada di kamar yang sama dengan Victor.


Orang itu dengan cepat menaiki anak tangga menuju ke lantai dua. Dia mulai menelusuri ruangan satu persatu di sela-sela para pelayan yang sedang bekerja membersihkan lantai itu.


"Siapa kamu? Kenapa aku baru melihat kamu ada di sini?" tanya salah seorang pelayan yang sedang membersihkan pajangan.


"Aku adalah pelayan yang ada di markas milik tuan Armando. Dia menyuruhku ke sini untuk mengambil beberapa barang yang tinggalkan di sini," jawab laki-laki itu.


Laki-laki itu pun dengan cepat naik ke lantai 3 dan mencari kamar milik Victor. Dia bergegas agar tidak ditanya lagi oleh pelayan lainnya.


Laki-laki itu melihat pintu yang ada di ujung lorong. Lalu dia bergegas masuk ke sana. Betapa bahagianya dia, saat melihat ada Agatha yang sedang tidur di atas tempat tidur sedangkan pistol sedang berada di kamar mandi.


Lalu, dia pun memasukkan racun ke dalam gelas yang ada di atas nakas. Dia juga menaburkan racun itu di dalam mangkuk sup yang masih terlihat mengepul asapnya. Setelah itu dia cepat-cepat keluar dari kamar dan kembali bergabung bersama teman-temannya.


***


Victor yang baru selesai mandi tersenyum tipis, saat melihat Agatha yang baru membuka matanya. Dia pun berjalan ke arah Agatha dan memberikan ciuman di kening, pipi, dan bibir kekasihnya.


"Selamat pagi Sayang! Apa semalam tidurmu nyenyak?" tanya Victor.


"Hari ini kita akan mengadakan pesta atas kesembuhan kamu. Aku harap kamu bisa berdandan dengan cantik," kata Victor.


"Kenapa kalian suka sekali mengadakan acara pesta?" tanya Agatha.


"Karena dengan acara ini kita semua bisa mempererat tali pertemanan kelompok," jawab Victor


"Ah benar juga, di negeri asal aku pun seperti itu. Acara minum-minum bersama teman bisa mempererat dari pertemanan kita lebih solid lagi," ujar Agatha.


Agatha pun memakan sop yang sudah dibuatkan untuknya. Dia juga meminum habis air yang ada di dalam gelas itu.


Sementara itu, Victor sedang mempersiapkan diri untuk acara pertemuan penting dengan raja. Terdengar Agatha batuk-batuk, lalu dia pun menghampirinya. Betapa terkejutnya dia saat melihat banyak darah keluar dari mulut Agatha.


"Sayang, apa yang terjadi?" tanya Victor dengan panik dan mengelap darah di mulut kekasihnya itu dengan menggunakan selimut.


Darah terus keluar darah mulut Agatha dan dia pun tidak sadarkan diri kembali. Tubuhnya juga mengeluarkan keringat dingin yang banyak.


"Agatha! Hei, bangun!" Victor mengguncangkan tubuh Agatha agar membuka matanya.


Agatha merasakan tubuhnya panas dan melemah. Semua tenaganya seperti terkuras habis. Dia merasakan kesakitan terutama di bagian perut dan kepalanya.

__ADS_1


'Sepertinya aku telah diracuni oleh seseorang. Apa kali ini aku akan mati beneran?' batin Eriko.


Eriko merasa dirinya sedang berada di ruangan yang hampa. Tempat yang dulu pernah sempat dia datangi. Dia melihat ada titik cahaya yang jauh di seberang sana.


"Ini seperti dahulu lagi," kata Eriko mengingat kejadiannya dulu yang pernah dialaminya sebelum masuk ke dunia novel.


"Apa aku akan kembali ke tubuh Eriko?"


"Kepalang tanggung, aku masuk lagi saja ke sana entah itu mau menjadi Eriko atau Agatha."


Lalu, dia pun berlari ke arah cahaya itu. Dia berharap bisa kembali ke tubuh aslinya lagi.


***


Eriko merasakan tubuhnya yang sangat sakit dan sulit digerakkan. Dia pun perlahan membuka matanya. Hal yang pertama dia lihat adalah sebuah ruangan seperti di rumah sakit yang ada di negerinya. Lalu, dia pun mengedarkan pandangannya menelusuri ruangan itu. Betapa senangnya dia, saat tahu kalau ruangan ini adalah ruang rawat pasien yang ada di ICU di dunia aslinya.


Seorang perawat masuk ke dalam ruangan itu sambil membawa papan catatan. Perawat itu menjatuhkan barang bawaannya karena terkejut melihat Eriko yang sudah membuka mata dan menetapkan ke arahnya.


"No-na Eri-ko? Anda sudah sadar!" ucap perawan itu tergagap dengan wajahnya yang pucat.


Lalu, dia pun menekan bel yang ada di dekat dinding. Dia meminta bantuan agar dokter datang ke kamar Eriko.


"Dokter! Nona Eriko sudah sadar!" teriak perawat itu lewat sambungan telepon.


^^^"Apa ... Eriko? Maksud kamu, pasien yang sudah koma selama satu tahun itu sudah sadarkan diri!" pekik dokter itu terkejut.^^^


***


Epilog:


Satu tahun kemudian ....


"Nona Eriko, bagaimana tanggapan Anda mengenai Hanabi yang di jatuhi hukuman dua puluh tahun penjara?" Banyak wartawan yang datang meliput kasus persidangan atas percobaan pembunuhan dirinya.


"Aku rasa itu sepadan dengan perbuatannya terhadap diriku," jawab Eriko dengan tegas lalu pergi dengan cepat di saat para pengawalnya menghadang para wartawan itu.


Eriko kau pun berlari menghindari kejaran wartawan. Dia pun masuk ke sebuah cafe kopi.


"Mau pesan apa Nona? ucap seorang laki-laki tampan itu sambil tersenyum ke arah Eriko.


"Vic-tor?" ucapkan Eriko gagap melihat sosok laki-laki yang begitu mirip dengan Ketua server dragon yang ada di dalam cerita novel Mafia nomor 1.


"Dari mana Anda tahu nama saya?" tanya laki-laki itu.


***

__ADS_1


TAMAT


Akhirnya novel ini sudah selesai 😁. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah membaca novel ini.


__ADS_2