Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia

Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia
Bab 47. Ciuman Victor


__ADS_3

Teman-teman mohon bantuannya, ya. Baca sampai selesai, lalu kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan sehat selalu.


***


Bab 47


Agatha terus tertawa renyah sedangkan Victor memandangnya dengan kesal. Tanpa basa-basi lagi, dia langsung menarik tangan asistennya itu agar cepat pergi dengannya.


Malam ini Victor mengajak makan di restoran mahal dan mewah miliknya dari hasil rampasan kelompok Gold Dragon. Semua ornamen Gold Dragon sudah dihilangkan dari Kota Dragon Barat. Kini berganti dengan lambang kelompok Silver Dragon miliknya.


Tidak henti-hentinya Victor menatap wajah Agatha yang cantik dan segar. Apalagi bibir merahnya yang terlihat menggoda. Rasanya dia ingin mengecup bahkan menciumnya.


"Agatha, apa kamu sudah punya kekasih?" tanya Victor dengan lembut sampai membuat Agatha merinding mendengarnya.


Victor adalah seorang pemimpin yang tegas dan disiplin tinggi. Suaranya juga sering terdengar keras dan dingin. Kata-katanya tajam dan kadang seenaknya tidak peduli orang lain akan tersinggung atau tidak. Namun, kini dia bicara dengan suara yang lembut dengan penuh perasaan. Membuat bulu halus di tubuhnya meremang.


"Tidak Tuan. Saya saat ini sedang tidak ingin menjalin hubungan asmara dengan siapapun. Terlalu sakit hati ini saat kita tahu dikhianati oleh orang yang kita cintai," jawab Agatha.


"Apa itu juga berlaku untuk aku?" tanya Victor dengan tatapan sendu.


"Mak-sud Tu-an?" balas Agatha dengan terbata karena takut perkiraannya dirinya salah.


"Agatha maukah kamu menjadi kekasih aku?" tanya Victor dengan suaranya yang lembut selembut sutra dan tatapan yang penuh harap.


"A-aku ... tidak bisa," lirih Agatha dengan pelan sambil menggelengkan kepala.


"Aku sepertinya menyukai kamu," aku Victor masih menatap Agatha.


"Aku tidak pernah berpikir kalau Tuan akan menyukai aku," ucap Agatha dengan serba salah.


Malam itu mereka menghabiskan makan malam bersama. Lalu, Victor mengajak Agatha ke pantai dekat pelabuhan. Mereka berjalan di pinggir pantai sambil menikmati pemandangan langit malam yang penuh bintang.


Victor menggandeng tangan Agatha seolah tidak mau melepaskannya. Sebenarnya, dia ingin merangkul tubuh Agatha yang kini memakai jas miliknya untuk menghalau angin malam.


Mereka berbicara dan bercanda sambil bermain-main air laut. Sosok Victor yang seperti ini baru diketahui oleh Agatha. Senyum menawannya terus terukir dan kata-katanya menyenangkan hati bagi Agatha.


"Tuan ini sudah malam, sebaiknya kita pulang," ucap Agatha.


"Kita akan menginap di hotel Apollo. Besok adalah peresmiannya," kata Victor.


"Benarkah itu, Tuan?" tanya Agatha senang.

__ADS_1


"Ya, besok jam sepuluh acara akan dimulai. Jadi, kita menginap di sana agar tidak terlambat," tukas sang ketua.


"Itu ide yang bagus. Kalau begitu, ayo, kita pulang ke hotel!" ajak Agatha dengan senyum manisnya.


Victor pun mengantarkan Agatha ke kamarnya karena asistennya itu menolak tidur satu kamar dengannya. Saat Agatha akan masuk ke dalam kamar, Victor menahannya.


"Ada apa, Tuan?" tanya Agatha.


CUP


Victor mengecup bibir Agatha. Sejak tadi dia sudah tidak sabar ingin mencium bibir ranum dan menggoda itu.


Pipi Agatha langsung merona dan dia diam mematung karena saking terkejutnya. Bahkan saat Victor menciumnya untuk kedua kali ini, Agatha juga diam saja. Tidak membalas ataupun menolaknya. Dia hanya memejamkan matanya.


Victor ingin mencium Agatha dengan mesra, tetapi reaksi perempuan itu malah terdiam. Jadinya, dia ragu untuk melakukannya.


"Aku mencintaimu," bisik Victor dengan sungguh-sungguh. Kening mereka saling menyentuh.


Hembisan napas Victor terasa hangat oleh Agatha. Jantungnya pun berdetak semakin bertalu-talu. Kedua kakinya terasa lemas, sehingga dia berpegangan pada kemeja tuannya.


***


Agatha jatuh terduduk begitu pintu di tutup. Kaki dia semakin lemas karena Victor mencium untuk ketiga kalinya. Dia mencium dengan sangat mesra dan penuh gairah. Tanpa sadar dirinya membalas ciuman itu.


***


Victor terus tersenyum lebar. Seakan dunia itu sedang berpihak kepadanya. Apalagi saat Agatha membalas ciumannya, dia merasa punya harapan untuk merebut hatinya.


"Aku tidak menyangka akan jatuh cinta kepada wanita yang dulunya mau aku bunuh. Apa jadinya, jika dulu aku benar-benar menjatuhkan hukuman itu padanya," kata Victor bermonolog sambil menatap langit-langit kamar hotel yang terukir indah.


"Kenapa aku baru menyadari kalau ada wanita hebat dan secantik dia di kelompok baru-baru ini?"


"Apa karena selama ini dia menyembunyikan kemampuannya dari orang lain?"


"Sebenarnya siapa dirimu di masa lalu?"


Banyak sekali pertanyaan yang berseliweran di dalam kepalanya. Victor baru tidur setelah lewat tengah malam.


***


Pagi harinya Victor mengajak Agatha sarapan bersama. Mereka makan di restoran hotel yang banyak menyajikan banyak jenis menu. Mereka sarapan focaccia, sejenis roti dan air lemon madu. Keduanya nampak malu-malu saat beradu pandang. Berbeda dengan Victor, Agatha akan langsung mengalihkan penglihatannya, jika beradu pandang.

__ADS_1


"Apa kamu menyukai sarapan ini?" tanya Victor sambil memperhatikan Agatha yang memasukan roti ke dalam mulutnya.


"Iya, aku tidak terlalu pemilih dalam makanan," jawab Agatha.


"Aku juga sama seperti itu," lanjut Victor.


"Kakekku dulu sering bilang, jangan memilih-milih makanan. Makan saja apa yang dihidangkan di hadapan kita," ucap Agatha.


"Apa kamu dekat dengan kakekmu?" tanya Victor.


"Ya, aku sangat dekat dengannya," jawab Agatha.


'Gawat! Aku jangan sampai banyak bicara kehidupan Eriko pada Victor,' batin Agatha.


Acara pembukaan Hotel Apollo pun berjalan lancar. Banyak tamu yang datang, apalagi rekan bisnis yang menjalin kerja sama dengan Silver Dragon.


Penampilan Agatha yang cantik dan elegan membuat banyak laki-laki terpesona kepadanya. Mereka berebut ingin berkenalan dengan Agatha. Bahkan ada yang terang-terangan mengajak kencan. Tentu saja hal ini membuat Victor sangat kesal.


"Maaf, Agatha tidak bisa menerima ajakan kencan karena dia sudah punya kekasih," aku Victor berbohong.


"Benarkah itu, Agatha?" tanya seorang laki-laki dan yang lainnya juga ikut merasa penasaran.


"hehe, itu ...." Agatha ingin mengatakan kebenarannya, tetapi ada sesuatu yang membuatnya terdiam


"Aku melihatnya dia semalam berciuman dengan laki-laki berwajah tampan dan memiliki tubuh yang Atletis, di depan pintu kamar hotel," lanjut Victor dengan sungguh-sungguh.


'Tunggu! Bukannya semalam yang berciuman dengan aku itu adalah Tuan Victor!' pekik Agatha dalam hatinya.


"Siapa dia, Agatha?"


"Apakah dia satu kelompok dengan kamu?"


"Apa dia pengusaha?"


"Hei, jangan bilang kalau kamu dan Tuan Victor pacaran!"


"Ya," balas Victor dengan senyumnya yang lebar.


"Tidak!" bantah Agatha sambil melotot ke arah Victor.


***

__ADS_1


Akankah Victor berhasil meluluhkan hati Agatha? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2