
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Alon-alon jangan di skip. Lalu, kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan sehat selalu.
Bab 63
Sudah satu bulan berlalu dari kejadian di hotel saat Agtha memergoki Victor sedang bersama dengan Zoey. Agatha pun memutuskan untuk pergi dari markas Silver Dragon, di saat hari bersamaan dengan Victor pergi ke kota Bear. Dia memutuskan pergi dari sisi Victor setelah mendengar percakapan dirinya dengan Zoey kemarin.
Satu hari sebelumnya.
Agatha pergi ke pasar bersama Cassandra untuk membeli bahan makanan yang stoknya sudah habis di dapur. Saat dalam perjalanan dia melihat Victor sedang bersama Zoey masuk ke sebuah restoran mewah.
"Casandra, aku sepertinya harus mendatangi suatu tempat dulu. Aku turun di sini saja," kata Agatha dan meminta sopir untuk berhenti.
"Nona Agatha mau ke mana?" tanya Casandra dengan heran karena Agatha turun dengan terburu-buru.
"Ke tempat spesial. Aku akan pulang sebelum makan siang," kata Agatha sambil melambaikan tangan dan bergegas pergi menuju restoran yang di masuki oleh Victor dan Zoey.
***
Agatha duduk di meja yang saling memunggungi dengan Victor dan Zoey. Dia pun bisa mendengar percakapan di antara mereka berdua.
"Ti Amor, kapan kamu akan mengumumkan pertunangan kita ke publik?" tanya Zoey dengan mesra.
"Saat ini keadaan belum memungkinkan. Aku tidak bisa membuat pesta di saat penduduk di Kota Bear sedang berkabung karena bencana alam longsor. Seharusnya kita ikut menyumbangkan uang kita untuk membantu mereka," kata Victor membuat alasan.
"Ya, sudah. Aku pun tidak akan memberikan barang bukti itu kepada kamu. Aku juga dapat kabar kalau si pelayan itu sedang sakit parah karena dia sudah tua dan cuaca juga membuatnya sering jatuh sakit. Aku tidak tahu dia akan hidup sampai kapan," balas Zoey.
"Zoey, kamu seharusnya membantu mempercepat proses pelaporan ini," ucap Victor merasa geram.
"Kalau kamu ingin aku menuruti keinginan kamu. Maka, kamu lakukan juga keinginan aku ini," balas Zoey.
__ADS_1
"Baiklah, hanya saja tidak ada pesta," tukas Victor dengan tegas.
"Tidak bisa, pokoknya yang aku inginkan itu pesta pertunangan yang mewah dan elegan seperti pesta pernikahan Lady Navier," bantah Zoey.
"Hei, dia itu seorang putri Duke, jadi wajar kalau pesta dirayakan dengan mewah dan megah," kata Victor mencoba menolak terus keinginan mantan kekasihnya.
"Lalu, bukannya engkau seorang Marquess?" Zoey memicingkan matanya.
"Itu gelar milik kakekku. Aku hanyalah seorang pengusaha biasa," jawab Victor dengan nada dingin.
"Pokoknya aku menginginkan suatu pesta pertunangan kita yang dihadiri dengan banyak orang," ucap Zoey kepada Victor karena dia tidak ingin ada lagi bantahan darinya.
"Tapi—"
"Aku tidak ingin dibantah lagi! Atau aku tidak akan pernah membantumu lagi untuk menyelesaikan kasus pembunuhan kedua orang tuamu. Sehingga Diego akan hidup berkeliaran bebas," desis Zoey dengan mendekatkan kepadanya ke arah Victor.
"Baiklah, tapi dengan syarat kita melakukannya di kota lain bukan di kota Dragon," balas Victor akhirnya mengalah.
"Kita akan bertunangan tiga bulan lagi," ucap Victor dengan nada kesal.
"Tidak. Aku menginginkan hari esok kita akan bertunangan, atau kamu ingin aku menahan lebih lama lagi semua bukti dan saksi atas kejahatan Diego?" kata Zoey menolak keinginan Victor.
"Baiklah kita akan melakukannya besok lusa. Tidak ada bantahan karena kita harus mempersiapkan pestanya." Victor pun berdiri dan pergi meninggalkan Zoey di restoran itu.
Agatha yang duduk di belakang Meraka, hanya bisa terdiam sambil mengepalkan tangannya dengan kuat dan air mata di netranya yang indah mengalir dengan deras. Dia mengutuk Victor yang sudah melakukan penghianatan yang dilakukan terhadap dirinya.
Agatha pun pergi secepatnya dari sana, agar tidak bertemu dengan kedua orang yang dia benci saat ini. 'Bersenang-senanglah kalian di saat masih mampu untuk merasakan kebahagiaan, sebelum kehancuran menimpa kalian,' kata Agatha dalam hatinya.
***
__ADS_1
Malam harinya Victor mengajak Agatha makan malam bersama, di sebuah restoran mewah lainnya berbeda dengan yang tadi siang. Malam ini Victor ingin membuat kenangan yang indah bersama dengan wanita yang dia cintai. Dia memperlakukan Agatha bagaikan seorang Ratu.
"Sayang, apa kamu suka makanannya?"tanya tidur dengan senyum lebar menghiasi wajah tampannya.
"Ya lumayan enak, aku suka." Agatha menjawab dengan wajah datar.
"Tapi, kenapa kamu tidak terlihat senang malam ini?" Victor merasa cemas melihat keadaan Agatha yang menjadi pendiam beberapa waktu ini.
"Mungkin karena sedang tidak ada sesuatu yang membuat aku bahagia," balas Agatha sambil mengangkat kedua bahunya.
"Apa makan malam bersamaku saat ini, tidak bisa membuatmu merasa bahagia?" tanya Victor.
"Ya. Dan yang aku inginkan saat ini adalah ingin tidur secepatnya karena aku cepat merasa ngantuk belakangan ini," jawab Agatha.
"Baiklah kalau begitu kita pulang saja sekarang. Agar kamu bisa secepatnya istirahat," ajak Victor dan dia pun berdiri dari kursinya diikuti oleh Agatha.
'Agatha kenapa, ya? Belakangan ini dia menjadi sangat aneh?' tanya Victor dalam hatinya.
***
"Agatha, besok aku harus pergi ke kota Bear," kata Vicyor saat mereka membaringkan tubuh di atas tempat tidur.
"Iya. Berhati-hatilah kamu di sana, semoga semua berjalan dengan lancar," balas Agatha sambil memejamkan matanya.
Agatha merasakan sesak di dada dan menahan agar suara isak tangis tidak keluar dari mulutnya. Dia tahu apa yang akan dilakukan oleh kekasihnya itu di kota Bear.
'Selamat tinggal!' kata Agatha dalam hatinya seiring tetesan air mata jatuh di atas bantal.
***
__ADS_1
Agatha akhirnya pergi meninggalkan Victor. Akankah Victor mencari dirinya? Tunggu kelanjutannya, ya!