Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia

Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia
Bab 57. Kepergok Oleh Anak Buah


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan sehat selalu.


***


Bab 57


      Victor dirawat di Hospital Dragon karena mengalami luka yang parah. Beberapa tulang rusuknya patah dan kakinya juga terkena tembakan. Agatha yang masih dalam keadaan sehat bugar begitu juga dengan Alonso, sibuk mengurus urusan kelompok Silver Dragon. Apalagi sekarang ini wilayah kekuasaan mereka semakin luas. Agar lawan-lawannya tidak berani mengusik kelompok mereka. Agatha dan teman-temannya yang lain berjuang kesana-kemari menjalankan usaha Silver Dragon dan menata jalur perdagangan mereka. Armando dan Peter juga memakasa dirinya bekerja meski luka di tubuh mereka belum pulih benar. Bahkan jika mereka terlalu banyak bergerak darah merembes dari luka bekas jahitan.


     Armando memegang perdagangan di pusat sedangkan untuk tempat-tempat yang jauh akan dilakukan oleh Agatha dan beberapa orang lainnya yang kondisi tubuhnya prima. Meski begitu semua berada di dalam kendali Victor. Orang-orang akan memberikan laporan hasil kerjanya kepada Victor yang berada di rumah sakit.


"Tuan, penjualan anggur premium milik kita naik pesat untuk bulan ini sampai mencapai 800 % dibandingkan dengan bulan lalu. Hal ini dikarenakan bertambah luas wilayah kekuasaan kita," kata Agatha.


"Bagus. Pertahankan, kalau bisa tingkatkan lagi," balas Victor dengan senang.


"Jual beli senjata juga kita mengalami peningkatan. Bahkan ada utusan dari luar benua yang sengaja datang menemui aku hanya ingin mengajak kerja sama untuk membeli berbagai jenis senjata dan senjata keluaran terbaru mereka dengan harga yang jauh lebih murah dari harga yang selama ini kita beli. Lumayan perbedaannya antara 20% sampai 30%, tergantung jenis senjata yang akan kita beli," jelas Agatha memberi tahu.


"Waw, kita harus beli senjata dari mereka," kata Victor dengan senyum lebarnya.


"Aku sudah buah janji dengan mereka besok malam. Kita akan memberikan jawaban atas tawaran itu sambil makan malam," jelas Agatha.


"Bagus, kamu memang hebat, Agatha," ucap Victor sambil memberikan pelukan untuk wanita itu.

__ADS_1


Deg! Deg! 


Deg! Deg!


     Kedua orang itu merasakan jantungnya berdebar dengan begitu sangat kencang. Kebersamaan selama satu bulan ini semakin mendekatkan hubungan keduanya. Pelukan dan ciuman hampir mereka lakukan setiap hari. Namun, tetap saja mereka masih sering deg-degan dan gugup sekaligus malu setelah mereka melakukan skin relationship.


     Tanpa melepaskan pelukan, Victor menatap mata Agatha yang bening. Dia sangat suka melihat bola mata itu. Perlahan tapi pasti sentuhan lembut dan akhirnya saling menuntut pada bibir mereka.


      Bahkan Victor semakin mengeratkan pelukannya, sehingga tubuh Agatha benar-benar menempel padanya. Sentuhan tangan pada tubuh Agatha, membuatnya terbuai. Entah berapa lama mereka melakukan hal itu. Bahkan kedatangan Armando, Peter, dan Anton pun tidak mereka sadari. Meski sudah kepergok oleh anak buahnya, Victor tidak melepaskan Agatha sama sekali.


      Ketiga orang itu bingung, mau pergi dari sana, tetapi ada hal yang sangat penting yang harus mereka laporkan. Tetap tinggal di sana malah melihat sesuatu yang membuat mereka panas dingin. Akhirnya, mereka pun terdiam di sana dengan kepala menunduk dan saling curi pandang.


"Apa mereka sudah selesai?" bisik Anton.


"Mereka itu diam-diam ternyata menjalin hubungan," bisik Armando.


"Kayaknya kita sudah hampir sepuluh menit di sini," lanjut Anton lagi setelah beberapa saat.


"Mereka malah semakin ganas melakukan itu," gumam Peter putus asa saat mendengar suara indah milik Agatha.


"Ini tidak bisa dibiarkan!" geram Armando dan kedua teman lainnya pun setuju.

__ADS_1


     Dalam waktu yang bersamaan mereka mengangkat kepala, Victor menyadari kehadiran orang lain di sana. Begitu juga dengan Agatha, dia merasakan hawa keberadaan manusia di balik punggung tuannya. Baik Victor maupun Agatha sama-sama terkejut saat melihat ada tiga orang yang sedang berdiri dibelakang mereka.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Victor dengan gugup.


"Kami mau memberikan laporan," jawab Armando.


     Victor pun duduk kembali di atas brankar sedangkan Agatha duduk di kursi. Ketiga orang itu pun berdiri di dekat Victor. 


     Mulai dari Anton melaporkan keadaan bisnis di kota Bear yang diberikan kekuasaan untuk mengatur di sana. Sementara itu, Peter melaporkan keadaan bisnis, keamanan, dan perkembangan di kota Wolf yang diembankan kepadanya. Lalu, terakhir Armando yang melaporkan hasil kerjanya dalam mengurus semua bisnis, keamanan, dan kegiatan kerja sama di kota Dragon.


"Bagus, aku suka dengan kerja keras kalian. Meski kondisi tubuh kalian belum pulih seperti semula. Aku juga mulai besok sudah akan melakukan tugas aku," kata Victor.


"Ini, berkat ramuan dan obat dari Agatha yang mempercepat proses kesembuhan tubuh kami," kata Anton memuji temannya itu.


"Iya, benar itu, Tuan. Tubuh aku malah terasa bugar jika minum ramuan herbal yang dibuatkan oleh Agatha setiap pagi dan malam," lanjut Peter dengan wajah yang ceria seakan sangat senang.


"Benar, aku juga mengakui hal itu. Ternyata Agatha tahu banyak jenis tanaman obat. Jadi, dia buatkan itu semua untuk semua orang," tambah Armando dengan senyum lebarnya.


"Benarkah itu Agatha?" tanya Victor dengan tatapan mata tajam.


"I-tu …," lirih Agatha dengan kepala menunduk.

__ADS_1


***


Sebenarnya obat apa yang sudah dibuat oleh Agatha? Akankah ini dijadikan lahan bisnis baru oleh Victor? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2