
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Lalu, kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan bahagia selalu.
***
Bab 73
Hari ini Zoey mendatangi rumah sakit pusat yang berada di kota Dragon. Dia menyamar sebagai seorang perawat dan menyusup masuk ke kamar Agatha. Penjagaan yang diberlakukan oleh Victor untuk menjaga kekasihnya itu begitu sangat ketat. Tidak sembarangan orang yang bisa menjenguk ke sana dan dia pun berulang kali ditolak kehadirannya saat ingin menjenguk.
Namun, hari ini dia mempunyai ide yang sangat brilian, saat melihat para perawat yang hilir mudik ke sana kemari sambil membawa sebuah nampan obat dan catatan medis milik pasien. Maka, dia pun menyamar menjadi seorang perawat setelah membuat pingsan salah seorang dari mereka dan mencari seragamnya.
Langkah kaki Zoey begitu luwes dan mantap, sehingga gerak-gerik dia tidak mencurigakan bagi orang lain. Dia tersenyum kepada penjaga yang ada di depan pintu kamar induk milik Agatha.
"Saya akan melakukan pengecekan kondisi pasien," kata Zoey saat melihat penjaga yang berdiri di depan pintu itu.
"Silakan Nona Perawat semoga nona Agatha kami cepat sadar kembali," balas salah seorang penjaga.
"Tentu, Tuan."
'Akan aku buat dia tidur untuk selama-lamanya,' lanjut batin Zoey.
Zoey pun masuk ke dalam kamar itu dan melihat Agatha yang masih terbaring di atas ranjang pasien. Dia tersenyum tipis dengan tatapan yang ingin membunuh Agatha. Setelah berdiri di samping Agatha, Zoey mengelus kepala dan tangan milik perempuan yang dalam tidak sadarkan diri itu.
"Apa bagusnya dirimu dibandingkan dengan aku?" Zoey mendesis di dekat telinga Agatha.
"Aku jauh lebih cantik dari dirimu! Tubuhku juga lebih indah dari milikmu! Kulit aku lebih halus dan mulus dibandingkan dengan kepunyaan kamu?" Zoey menepuk-nepuk pipi Agatha beberapa kali.
"Lalu, kenapa Victor lebih memilih dirimu dibandingkan aku?" Zoey pun menegakan badannya dan menelisik tubuh milik Agatha dari kaki sampai ke kepala.
"Lihat saja dirimu kini! Terbaring lemah dan tidak bisa apa-apa. Hanya bisa membuat beban saja bagi semua orang." Zoey mencengkeram kuat rahang milik Agatha.
"Kamu lebih pantas dimusnahkan dari dunia ini!" ucap Zoey dengan penuh penekanan.
__ADS_1
Lalu Zoey pun menarik bantal yang sedang dipakai oleh Agatha dan menutupkannya pada wajah wanita yang sedang koma itu. Dia pun menekannya dengan kuat.
***
Miranda yang baru saja kembali setelah makan siang. Dia merasa terkejut saat penjaga bilang kalau sedang ada perawat yang sedang memeriksa kondisi Agatha.
"Apa maksud kalian! Bukan yang pemeriksaan sudah dilakukan tadi sebelum aku pergi makan siang!" bentak Miranda sambil mendorong pintu kamar rawat Agatha itu.
Begitu pintu terbuka, dia melihat perempuan yang memakai seragam perawat itu sedang menutup muka Agatha menggunakan bantal. Langsung saja dia menyerang wanita itu dengan menendang tubuhnya.
"Ahk!" Wanita itu terlempar jauh dan membentur dinding.
"Siapa kamu? Dan untuk apa kamu berada di dalam ruangan ini?" tanya Miranda sambil menatap tajam ke arah Zoey dengan posisi memasang kuda-kuda, dia siap untuk melancarkan serangan berikutnya.
"Nona Miranda ada apa?" Para penjaga yang tadi berdiri di depan pintu pun masuk ke dalam ruangan itu.
"Ada orang yang berusaha membunuh Nona Agatha," jawab Miranda dengan tatapan masih mengarah kepada Zoey.
Zoey pun tersenyum meremehkan orang-orang anggota Silver Dragon ini. Mereka adalah orang-orang yang lemah pengawasannya dan tidak memiliki kepekaan terhadap musuh.
"Ternyata kalian ini orang-orang yang lemah dan bodoh," hina Zoey.
Para bodyguard itu pun melawan Zoey dengan tangan kosong karena posisi mereka saat ini sedang berada di rumah sakit dan tidak bisa menggunakan senjata api. Ternyata tumbuh Zoey yang ringan dan lentur, mampu menghindari serangan dari para lelaki yang memiliki tubuh yang tinggi besar.
"Menyingkirlah kalian semua dari wanita itu!" teriak Miranda kepada anggota Silver Dragon sedang melawan Zoey.
Dor!
Tanpa ragu-ragu Miranda pun menembak tepat di kepala Zoey. Seketika itu juga wanita yang memakai seragam perawat langsung jatuh tersungkur dengan kepala bersimbah darah.
Para penjaga itu menetap Miranda dengan tidak percaya. Sebab, kekasih dari Armando itu berani melancarkan tembakan di lingkungan rumah sakit.
__ADS_1
"Nona Miranda, apa yang sudah Anda lakukan? Bisa-bisa kita ditangkap oleh polisi," teriak salah seorang anak buah Silver Dragon.
"Bilang saja ini pembelaan diri karena wanita itu mau membunuh Nona Agatha," bares nirana dengan tenang dan tanpa merasa bersalah sama sekali.
***
Victor pun merasa sangat terkejut saat tahu Zoey menyamar hanya untuk membunuh Agatha. Dia memang kehilangan jejak mantan kekasihnya itu beberapa hari yang lalu.
"Maafkan aku Tuan. Aku melakukannya tanpa berpikir panjang saat itu. Karena dia sudah membahayakan keadaan nona Agatha," kata Miranda saat kembali dari kantor polisi atas laporan pihak rumah sakit karena sudah melakukan penembakan.
"Sudahlah. Apa yang kamu lakukan itu memang benar, juga yang terbaik, dan harus dilakukan oleh semua anggota Silver Dragon," ujar Victor.
Armando dan Miranda pun saling melirik, lalu keduanya pun tersenyum. Mereka tahu kalau hal seperti inilah yang diinginkan oleh sang ketua.
***
Gara-gara kejadian kemarin Agatha pun dipindahkan ke rumah Viktor dan dalam pengawasan dokter dan perawat yang berjaga secara bergiliran. Dia tidak mau hal seperti itu terjadi lagi.
Victor pun tidur di samping Agatha yang masih dalam keadaan koma. Dia menatap wajah kekasihnya dan tidak pernah bosan.
"Sayang, kapan kamu akan bangun?" Tangan Victor merapikan anak rambut milik Agatha dan menyelipkannya ke belakang telinga.
"Aku sangat rindu dengan suara cerewet kamu, Sayang," bisik Victor.
"Aku minta maaf kalau sudah membuat kamu sakit hati. Sungguh aku sangat mencintaimu! Saat itu aku hanya pura-pura saja mengikuti keinginan dia hanya untuk mendapatkan bukti dan saksi. Agar aku bisa menjerat Diego dan memberikan hukuman yang setimpal karena sudah membunuh kedua orang tua aku," jelas Victor dan dia berharap kalau Agatha mendengarkannya.
Meski Agatha dalam keadaan koma, tetapi dia masih bisa mendengar suara-suara yang ada di sekitarnya. Dia bisa mendengar apa yang sedang diucapkan oleh sang kekasih saat ini. Hanya saja dia tidak bisa membalas ucapannya.
Agatha juga tidak tahu sudah berapa lama dia dalam keadaan seperti ini. Serta entah sampai kapan dia dalam keadaan tidak berdaya begini.
***
__ADS_1
Akankah Agatha bisa membuka matanya kembali? Tunggu kelanjutannya, ya!