
Teman-teman mohon bantuannya, ya. Baca sampai selesai, lalu kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan.
***
Bab 32
Victor lagi-lagi melihat kedekatan Agatha dengan Anton dan ini membuatnya kesal. Dia pun mempunyai ide untuk mereka.
"Anton, kamu antarkan pesanan anggur dan senjata ini ke Kota Phoenix!" perintah Victor.
"Baik, Tuan." Anton tidak pernah membantah atau menolak perintah dari Victor.
Muka Agatha berubah jadi masam karena rencana mereka jadi gagal. Padahal setiap malam minggu, para pegawai suka membuat sebuah permainan secara berkelompok saat malam hari. Hiburan yang membuat mereka melupakan sejenak kelelahan dalam hidup mereka.
Agatha pun langsung ikut Anton pergi masuk ke dalam rumah. Namun, tangannya ditarik oleh Victor.
"Kamu mau ke mana?" tanya Victor.
"Mau masuk ke dalam rumah," jawab Agatha.
"Temani aku," titah sang ketua.
__ADS_1
"Ke mana, Tuan?" Agatha berusaha mengimbangi langkah Victor yang lebar.
***
Ternyata Victor membawa Agatha ke sebuah salon dan mendandaninya layaknya seorang Nona Muda yang anggun. Rambut aslinya juga ditutupi oleh rambut palsu berwana coklat. Sementara itu, Victor menyamar sebagai seorang borjuis yang berpenampilan necis.
"Tuan kenapa kita pergi ke salon dan menyamar seperti ini?" tanya Agatha saat mereka di dalam mobil.
"Kita akan pergi ke suatu tempat, di mana akan banyak orang yang terkenal," jawab Victor.
Ternyata tempat yang di datangi oleh mereka berdua adalah sebuah tempat perjudian kecil. Hal yang membuat Agatha heran adalah mereka dandan dengan full layaknya orang kaya raya, hanya untuk mendatangi sebuah kasino yang kecil.
Victor mengeluarkan sebuah kertas undangan berwarna emas saat masuk. Ada seorang yang memeriksa kartu itu, lalu dia meminta salah seorang dari orang-orang yang berjaga di sana untuk mengantarkan Victor dan Agatha ke suatu tempat.
"Tuan ke sini mau apa?" tanya laki-laki yang mengawal mereka masuk.
"Saat ini kami hanya ingin bersenang-senang," jawab Victor.
"Kalau begitu masuk ke lantai atas, di sana ada bar dan banyak sekali pertunjukan di sana," balas laki-laki itu.
"Aku ingin sesuatu yang menantang," ucap Agatha. Maksudnya dia ingin bermain judi.
__ADS_1
"Ada permainan gladiator di lantai bawah, Anda juga bisa bertaruh atau membeli budak di sana," jelas laki-laki berseragam pelayan.
Baik Agatha maupun Victor sangat terkejut dengan pengakuan si pelayan itu barusan. Keduanya saling beradu pandang tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Aku mau bersenang-senang karena sedang punya banyak uang," ucap Victor dengan berbisik.
"Akan bagus jika harta Anda dipakai untuk membeli barang berharga di pelelangan yang ada di lantai paling atas," bisik si pelayan.
Betapa terkejutnya Victor saat tahu hal ini. Berarti benar apa yang dikatakan oleh laki-laki bertatto Kampak itu kalau di sini adalah tempat berkumpulnya perjudian ilegal, jual beli budak, dan pelelangan ilegal.
"Barang apa saja yang akan dilelang malam ini?" tanya Victor penasaran.
"Banyak sekali Tuan. Anda bisa tahu jika masuk ke dalam dan menerima pamplet di sana," ujar lelaki itu lagi.
"Baiklah kalau begitu. Aku lebih tertarik pergi ke sana," balas Victor.
"Aku akan mengantar Anda ke sana," ucap laki-laki itu dengan sopan.
"Sayang, ayo kita ikut bersama dia. Kita akan bersenang-senang di sana," ujar Victor sambil merangkul pinggang Agatha.
Agatha yang sedang melihat beberapa orang yang bermain judi. Dia juga sebenarnya tertarik untuk ikut bermain di sana. Namun, malam ini tuannya sedang menjalankan suatu rencana yang tidak diketahui olehnya.
__ADS_1
***
Apakah yang dicari oleh Victor di sana? Akankah dia mendapatkannya? Tunggu kelanjutannya, ya!