Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia

Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia
Bab 50. Bertemu Dengan Diego Costa


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Lalu, kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan sehat selalu.


***


Bab 50


"Apa?" tanya Victor terkejut.


"Iya, lihatlah ini!" Agatha memperlihatkan adanya reaksi kimia pada batang perak yang dia pegang.


"Itu?" Victor tidak mengerti.


"Ini adalah cara orang zaman dahulu dan paling sederhana untuk melakukan tes pada makanan ada tidaknya racun di dalam makanan yang akan kita makan," jelas Agatha. Ini sering Eriko lakukan saat di dunianya dan terbawa sampai ke dunia ini.


"Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Victor.

__ADS_1


"Kita buang makanan ini. Seolah sudah kita makan. Dan sebaiknya kita cepat pergi dari sini dan makan di luar. Minta salah seorang anak buah Tuan untuk menyelidiki siapa saja yang terlibat dalam hidangan ini. Mulai dari koki sampai orang yang mengantarkan ke sini. Ingat ini dulunya adalah wilayah kekuasaan Gold Dragon. Tidak menutup kemungkinan ada yang ingin balas dendam kepada kita," jawab Agatha dan Victor mengangguk membenarkan ada kemungkinan itu terjadi.


Saran Agatha langsung mereka kerjakan dan pergi ke acara yang sudah ada dalam agenda. Apalagi, ada laporan terbaru dari Armando kalau bekas anak buah Gold Dragon melakukan pemberontakan kepada White Dragon. Sehingga kelompok itu mengalami kerugian yang besar. Bahkan orang-orang mereka banyak yang meninggal karena minuman dan makanan sudah dikasih racun. Untungnya Victor tidak menerima seorang pun bekas anak buah Gold Dragon ke dalam kelompoknya. Apalagi sampai diizinkan memasuki wilayah kekuasaannya.


"Benar kata kamu, Agatha. Kemungkinan bekas anak buah Gold Dragon yang berniat membunuh kita dengan racun. Hal ini terjadi di kelompok White Dragon. Mereka merekrut sisa-sisa anak buah Gold Dragon karena mereka juga membutuhkan untuk mengganti anggota yang banyak mati saat penyerangan dulu," ucap Victor dan Agatha sudah bisa memperkirakan hal ini.


Agatha melarang Victor untuk menerima orang-orang yang sudah menyerah kepadanya. Dia menyuruh memenjarakan orang yang memiliki pengaruh kuat di kelompok Gold Dragon dulu dan membebaskan orang-orang yang dianggap tidak membahayakan bagi kelompok Silver Dragon.


Hal seperti ini tidak akan pernah terjadi di dunia Yakuza. Mereka memilih mati dari pada harus mengabdikan dirinya kepada musuh atau lawannya dahulu. Begitu juga sebaliknya kelompok yang menang tidak akan merekrut bekas anggota musuh karena takut akan berkhianat dan membuat kerusakan pada kelompok dari dalam nantinya.


***


Meski kasino milik Victor masih tergolong baru dan masih sedikit cabangnya. Namun, pendapatan dia sudah melebihi kasino kelas menengah. Victor dan Agatha adalah orang yang mengelola tempat kasino itu. Tempat yang bagus dan menyenangkan. Juga banyak ruang privasi untuk pengunjung. Bangunan juga ada beberapa lantai tergantung berapa banyak uang yang akan mereka pertaruhkan. Selian itu di sana juga di sediakan restoran dengan banyak jenis hidangan dan anggur. Mereka bisa berjudi sambil minum-minum.


"Oh, lihatlah ini!" kata Diego Costa yang sedang berdiri bersama Morena.

__ADS_1


Agatha mengenalnya dengan nama Miranda yang menyamar saat main judi dahulu. Nama aslinya adalah Miranda, saat dia bergabung ke dunia mafia dia mengubah namanya menjadi Morena. Dia gadis cerdas dan seksi yang sering membuat para lelaki bertekuk lutut padanya. Namun, cintanya sudah menjadi milik Armando.


"Halo, Tuan Diego. Senang bisa berjumpa dengan Anda. Tidak menyangka kalau di saat seperti ini kita bisa bertemu," balas Victor.


"Aku suka dengan anak muda yang hebat dan bisa melakukan sesuatu yang besar. Aku merasa terhormat bisa bertemu dengan laki-laki yang mampu menghancurkan kelompok Gold Dragon," puji Diego seakan sindiran juga untuk Victor.


"Itu karena kami punya urusan yang tidak bisa dilakukan dengan cara damai. Itu yang dipilih oleh kelompok Gold Dragon. Mereka memandang lemah dan menghina kelompok kami. Jadi, aku tunjukan saja kekuatan kami yang tidak seberapa itu," tukas Victor.


Sementara itu, Agatha dan Morena terus saling menilai orang yang berada di hadapannya. Keduanya saling menelisik dan memikirkan sesuatu.


'Aku yakin kalau kita pernah bertemu sebelumnya. Aku bisa merasakan aura keberadaannya?' batin kedua perempuan itu.


'Akh! Miranda. Wanita yang punya aura abu-abu,' kata Agatha dalam hatinya merasa ingat dengan wanita cantik dan seksi yang bermain judi bersama dengan dirinya.


'Wanita yang memiliki tatapan tajam dan senyum tipis. Di mana aku pernah melihatnya? Aku benar-benar tidak ingat,' kata hati Morena.

__ADS_1


***


Akankah Agatha tahu identitas asli dari Miranda atau Morena? Apakah Miranda akan ingat kepada sosok Eriko yang dia kenal saat bermain judi dulu? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2