
Teman-teman mohon bantuannya, ya. Baca sampai selesai, lalu kasih like dan komentar. Semoga hari kalian penuh kebahagiaan.
Bab 42.
Anton menahan pergerak anak buah dari pihak White Dragon agar jangan meninggalkan tempatnya masing-masing. Dia melihat seorang sniper dari jarak jauh sedang mengintai tempatnya saat ini. Maka Anton pun menyiapkan senjatanya, lalu dia membidik target yang jaraknya berada puluhan kilometer dari tempat yang berada.
Anton dapat melihat sasarannya yang sedang bersiap membidik musih. Musuhnya tidak menyadari kalau dia juga dapat menjangkau tempatnya berada saat ini dengan tembakannya.
Dor!
Anton pun menembakkan peluru ke arah musuhnya dan tepat mengenai kepalanya. Seketika musuhnya pun mati di tempat. Meski begitu Anton masih mengawasi keadaan di sekitar gudang senjata milik Gold Dragon. Ternyata ada dua orang sniper lagi yang mengawasi tempatnya saat ini. Anton pun membidik satu persatu musuhnya tanpa mereka sadari.
Dor!
Dor!
Kini sudah tidak ada lagi sniper yang mengincar kelompok mereka. Anton memberi perintah kepada teman-temannya untuk mengeluarkan semua persenjataan yang ada di dalam gudang itu. Begitu juga dengan anak buah White Dragon, mereka membantu mengeluarkan semua persediaan senjata yang tadinya dimiliki oleh Gold Dragon.
"Ayo, cepat keluarkan semua senjata-senjata itu dari gudang!" perintah Fabio kepada anak buahnya.
Orang-orang itu mengeluarkan semua senjata itu, lalu dipindahkan ke sebuah mobil truk yang tidak jauh dari gudang. Setelah itu Fabio hanguskan gudang senjata milik Gold Dragon.
***
__ADS_1
Sementara itu, Agatha dan teman-temannya masih terperangkap dalam baku tembak dengan kelompok Gold Dragon yang berada di markas sisi sebelah kanan. Persenjataan milik musuh masih banyak sedangkan Agatha dan teman-temannya hampir kehabisan stok peluru mereka. Sehingga mereka memilih untuk bertahan dan berlindung dari terjangan peluru musuh.
"Kita harus bisa merampas senjata musuh dan dijadikan sebagai senjata milik kita," kata Agatha kepada teman-temannya.
"Bagaimana caranya agar kita bisa merebut senjata milik mereka," balas salah seorang yang bersembunyi bersama Agatha dibalik tiang pilar yang besar.
"Apa saja pemilik musuh yang telah kita kalahkan di luar tadi masih ada?" tanya Agatha dengan berbisik.
"Akan saya periksa dan bawa kemari semuanya," balas orang tadi kepada Agatha.
"Bagus, tapi kamu harus hati-hati terhadap musuh yang sedang memperhatikan kita," ucap Agatha mengingatkan temannya itu.
"Baik, Nona. Saya akan berhati-hati." Orang itu pun keluar dengan cara mengendap-endap agar tidak ketahuan oleh pihak musuh.
"Nona ini pistol dan pelurunya, saya hanya berhasil mendapatkan segini." Orang tadi menyerahkan barang hasil rampasannya.
"Bagus, terima kasih. Ini sangat membantu sekali untuk mengalahkan musuh-musuh kita," ucap Agatha sambil menerima pistol dan pelurunya.
Pistol dan peluru itu dibagikan kepada teman-teman yang lain untuk melakukan serangan balik. Kini mereka pun bisa melakukan perlawanan terhadap musuh.
Dor! Dor! Dor!
Dor! Dor!
__ADS_1
Baku tembok pun kembali terjadi di sisi kanan markas Gold Dragon. Agatha yang sudah banyak belajar cara menembak dari jarak jauh bisa mengalahkan banyak musuhnya.
***
Victor pun kembali bergabung bersama teman-temannya dan bergerak menuju ke lantai dua. Mereka menaiki anak tangga dan memeriksa tiap ruangan yang ada di lantai itu satu persatu.
Dor! Dor!
Dor! Dor!
Ada beberapa musuh yang mereka temui di sana. Baku tembak kembali terjadi di antara mereka. Kali ini meski ada beberapa anak buah Victor yang mengalami luka tembak, pertempuran dimenangkan oleh pihak Victor.
"Kalian yang terluka kembali ke tempat tadi kita berkumpul di awal," titah Victor kepada anak buahnya.
"Baik, Tuan. Maafkan kami yang tidak bisa melanjutkan penyerangan ini," ucap salah seorang anak buahnya.
Ada sekitar tujuh orang anak buah Victor yang mengalami lupa tembak di badan mereka. Kini Victor bergerak hanya dengan tujuh orang anak buahnya yang masih dalam keadaan tidak terluka.
"Kita bergerak lagi menuju lantai tiga!" titah Victor.
"Siap, Tuan!" seru anak buah Silver Dragon dengan penuh semangat.
***
__ADS_1
Apakah Baron Julio ada di lantai tiga? Tunggu kelanjutannya, ya!