Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia

Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia
Bab 34. Pelelangan


__ADS_3

Teman-teman mohon bantuannya, ya. Baca sampai selesai, lalu kasih like dan komentar. Semoga hari ini kalian bahagia.


Bab 34.


Agatha tahu siapa musuh sebenarnya yang sudah membunuh kedua orang tua Victor. Namun, saat ini masih belum waktunya Victor tahu itu. Jadi, Agatha diam saja karena dalam cerita novelnya Victor akan tahu siapa penjahat sebenarnya setelah dia melawan laki-laki bertatto kepala naga itu.


"Tuan, sebaiknya Anda berhati-hati kepadanya. Sepertinya dia itu sangat kuat dan licik," kata Agatha sambil ikut memperhatikan lagi laki-laki yang sibuk mencumbu wanitanya.


Acara pelelangan barang-barang antik itu bagi laki-laki yang bernama Julio sepertinya tidak menarik. Entah apa yang menyebabkan laki-laki itu datang ke tempat ini.


"Tuan!" Agatha langsung menarik wajah Victor seakan mereka sedang berciuman.


"Ada apa?" tanya Victor dengan jantung yang berdebar kencang karena muka mereka sangat dekat sekali bahkan hidung saling beradu.


"Laki-laki itu merasa sedang di perhatikan. Sekarang pun dia sedang menatap ke sini," jawab Agatha.


"Benarkah?" tanya Victor lagi dengan sangat pelan seakan bibirnya ingin meraup bibir merah milik Agatha.


"Oh, sekarang sudah aman," balas Agatha sambil menjauhkan dirinya dari sang ketua.


Victor pun duduk dengan tegak dan mencoba menenangkan debaran jantungnya. Padahal tadi dia sudah menarik tubuh Agatha agar semakin menempel padanya. Wangi tubuh dari pelayanannya itu membuat dia terbuai. Dia ingin menghirupnya dalam-dalam.


Acara pelelangan masih berlangsung dan barang yang ditawarkan semakin menarik dan semakin heboh orang-orang yang adu harga karena ingin membeli barang incarannya.


"Sekarang kita lelang barang nomor tujuh!" teriak si pembawa acara.


Sebuah kotak yang sangat besar dan ditutup dengan kain hitam di tarik ke tengah-tengah panggung yang megah itu. Semua orang diam dan memusatkan perhatian kepada barang yang akan dilelang.

__ADS_1


"Ini adalah sebuah mahakarya seorang seniman hebat dengan objek orang hebat juga. Lihatlah!" seru laki-laki itu.


Saat kain penutup dibuka ada seorang wanita cantik hanya berbalut kain tipis yang menutupi sebagian tubuhnya. Wanita itu kedua tangannya dirantai ke atas begitu juga dengan kedua kakinya. Dia terpasang di sebuah papan lukisan, seakan wanita itu adalah seorang bidadari yang sedang di hukum.


"Dia adalah putri Ellie. Satu-satunya putri dari Gubernur Jack dari negara bagian Wolf. Harga dibuka dari satu juta dollar!" teriak si pembawa acara.


"1,1 juta dollar!"


"1,3 juta dollar!


"1, 5 juta dollar!


Suara orang-orang saling bersahutan sambil mengangkat papan nomor. Kebanyakan mereka adalah laki-laki hidung belang yang menginginkan perempuan cantik.


"3 juta dollar!" teriak laki-laki yang bernama Julio.


"Hoh, rupanya dia mengincar wanita cantik ini," gumam Victor.


Victor sangat terkejut saat Agatha ikutan menawar harga. Dia juga tidak membawa uang sebanyak itu.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Victor dengan berbisik.


"4 juta dollar!" Julio menambah nilai belinya.


"5 juta dollar!" Agatha juga ikut menaikan harga tawarnya.


"Agatha, kamu apa-apaan! Buat apa kamu ikut menawar harga itu," ujar Victor kesal.

__ADS_1


"6 juta dollar!" Julio menaikan lagi harganya.


"Tuan, kamu bisa lihat sendiri! Kenapa laki-laki itu bersikukuh ingin bisa membeli wanita itu? Pasti ada apa-apanya," tukas Agatha.


"8 juta dollar!" teriak Victor dengan kesal karena ingin membuktikan ucapan Agatha.


"8,5 juta dollar!" Lagi-lagi Julio menawar harga lebih tinggi.


"9 juta dollar!" Victor malah semakin bersemangat.


"'Hentikan, Tuan! Ini malah akan memancing semua orang untuk tahu siapa dirimu," pungkas Agatha memukul sang ketua karena terlalu bersemangat dalam menawar harga tinggi.


"Apa ada yang mau menawar lebih tinggi lagi dari nomor 88?" Suara si pembawa acara membuat orang-orang di sana terdiam.


"Apa tuan yakin mau membeli wanita itu dengan harga yang sangat mahal ini?" tanya Agatha.


"Ini harga lebih murah dibandingkan kamu, yang mau membayar Anton sebanyak 15 juta dollar waktu itu," jawab Victor dengan nada menyindir.


"Karena aku punya alasan yang kuat untuk melakukan itu," sanggah Agatha dengan lirikan mata yang tajam.


"Ya, siapa tahu wanita itu juga akan berguna untuk aku nanti," balas Victor tidak mau di salahkan.


"Iya, benar juga. Tentu dia akan berguna untuk kamu Tuan. Apalagi sebentar lagi musim dingin. Lumayan dia bisa jadi penghangat ranjang Anda, Tuan," kata Agatha penuh sindiran.


"Apa kamu cemburu?" tanya Victor dengan senyum tampannya.


"Apa?" balas Agatha menatap tidak percaya.

__ADS_1


***


Siapakah wanita yang ada di dalam pelelangan itu? Apakah Agatha punya perasaan suka terhadap Victor? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2