
Teman-teman mohon bantuannya, ya. Baca sampai selesai, lalu kasih like dan komentar. Semoga hari kalian penuh kebahagiaan.
***
Bab 8
"Kalau anak buahnya lemah, maka akan membawa kehancuran untuk kelompok. Suatu kelompok akan menjadi kuat dan jaya dalam pandangan kelompok lain, saat kelompok itu memiliki para bawahan yang hebat dan kuat." Victor Aldemo setuju dengan apa yang dikatakan oleh pelayan cantiknya.
"Buktikan kalau apa yang sudah kamu ucapkan tadi itu adalah benar. Jika suatu kelompok akan kuat dan jaya karena memiliki anak buah yang hebat dan kuat," bisik Victor dan membuat Agatha menelan ludahnya.
"Dengan senang hati, Tuan," ucap Agatha dengan tatap mata yang beradu dengan Victor.
***
Rencananya nanti malam, Agatha dan Victor akan pergi ke sebuah tempat Casino yang ada di kota itu. Ternyata Armando juga akan ikut serta, tetapi dia tidak akan berangkat secara bersamaan. Mereka juga menggunakan mobil yang berbeda-beda.
"Baiklah kita akan mencoba ide kamu untuk mencari uang di meja judi. Kita datangi dulu Casino kecil yang ada di—" belum juga Victor selesai bicara, Agatha sudah memotongnya.
"Royal Casino. Kita akan ke sana malam ini!" titah Agatha dengan suara tegasnya.
"Apa?" pekik sang ketua dan asistennya saking terkejutnya.
__ADS_1
"Ya. Kita akan bertaruh di tempat yang banyak uangnya," jelas Agatha dengan tatapan meyakinkan bahwa itu adalah tempat terbaik untuk berjudi.
"Apa kamu yakin? Kita punya uang sedikit. Dan kamu bilang pergi ke Royal Casino?" Armando memandang remeh pada Agatha.
"Bukannya kita membutuhkan uang yang banyak? Jadi, datangilah ladang yang akan menghasilkan banyak uang," kata Agatha dengan tatapan merendahkan Armando. Sungguh Eriko tidak suka kalau ada yang meremehkannya.
"Kau ...!" Armando menunjuk muka Agatha. Lalu ditepis oleh si wanita cantik itu.
"Kalian jangan bertengkar! Aku sudah ambil keputusan," ucap Victor dengan nada tinggi.
***
Agatha kembali ke dapur dan melanjutkan lagi tugasnya. Saat dia masuk ke dapur semua orang langsung menyerbu dirinya. Mereka sungguh sangat penasaran dengan apa yang sudah terjadi dengan Agatha dan Tuan Victor.
"Apa kami akan masuk ke dalam karyawan yang diberhentikan?"
"Apa kita semua akan selamat?"
Banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan oleh para pelayan di sana. Hal ini membuat Agatha semakin tahu kalau hanya dia harapan rekan-rekan kerjanya.
"Aku dan Tuan Victor akan mencari uang yang banyak untuk mengganti rugi modal usahanya. Semoga saja renacana kita berhasil," kata Agatha mencoba membuat para pelayan di sana sedikit merasa tenang karena masih ada harapan.
__ADS_1
"Benarkah itu Agatha?" tanya Casandra yang masih membawa spatula di tangannya.
"Iya, Casandra. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk keselamatan dan kemajuan kita semua," jawab Agatha dengan senyum lebarnya.
"Terima kasih, Agatha. Kami doa kan agar semuanya bisa berjalan dengan lancar," kata Casandra lagi sambil memeluk tubuh Agatha.
***
Malam pun tiba, Agatha sudah mempersiapkan dirinya dengan penyamaran yang sangat sempurna. Bahkan Casandra sangat terkejut dengan hasil dandanan wanita muda itu.
"Kamu terlihat seperti orang lain Agatha!" pekik Casandra dengan tatapan takjub.
"Apakah aku cantik?" tanya Agatha dengan senyum tipisnya.
"Ya, kamu sangat cantik! Aku belum pernah melihat wanita secantik dirimu," puji wanita paruh baya itu.
"Apa kamu sudah siap?" Victor tiba-tiba masuk ke kamar Agatha bersama Alonso. Victor terpana melihat ada seorang wanita cantik yang sedang berdiri di depannya.
"Kamu siapa?" tanya Victor masih menatap Agatha.
***
__ADS_1
Victor terpesona oleh Agatha. Akankah mereka berhasil membawa uang yang banyak? Yuk, baca bab selanjutnya.