
Teman-teman mohon bantuannya, ya. Baca sampai selesai, lalu kasih like dan komentar. Semoga hari kalian penuh kebahagiaan.
***
Bab 30
Agatha melihat kotak berwarna hitam dan membukanya secara perlahan. Ternyata itu adalah kotak berisi kalung berlian yang sangat indah. Agatha pun melihat ke arah Victor yang juga sedang menatap kepadanya.
"Tuan, ini berlian asli?" tanya Agatha karena kalung itu terlihat sangat indah berkilauan.
"Iya. Itu asli dan aku juga sudah memastikannya sendiri," jawab Victor.
"Kalau begitu, aku tidak bisa menerimanya," ucap Agatha dan menyodorkan kembali kotak itu.
"Hei, aku memberikan kamu hadiah sebagai ucapan terima kasih aku kepada kamu, karena sudah banyak membantu aku selama di Kota Bear," ujar Victor dan mendorong kembali kotak itu kepada Agatha.
Akhirnya, Agatha pun menerima hadiah itu. Setelah itu dia pun pergi beristirahat di kamarnya.
Armando terus menatap Victor dalam diam. Dia merasa tuannya itu sejak pulang tadi terlalu sering menatap ke arah Agatha.
***
__ADS_1
Waktu pun terus berjalan, Agatha dan Anton menjadi partner yang saling melengkapi. Agatha juga merasa sangat terbantu oleh kehadiran Anton dalam menjalankan bisnis minuman anggur.
Selain itu kadang Anton juga membantu Armando dalam mengawasi senjata-senjata yang akan dikirimkan ke pelanggan atau pembeli. Kehebatan Anton dalam bernegosiasi juga bisa memberikan banyak keuntungan bagi kelompok Silver Dragon.
Selain membantu pekerjaan Agatha dan Armando, Anton juga mengajari Agatha menjadi seorang penembak jitu yang bisa menembak dari jarak puluhan bahkan hampir ratusan kilometer. Kemampuan inilah yang diincar oleh Agatha dari laki-laki ini.
Mereka akan berlatih menembak di bukit yang berada tidak jauh dari kediaman Victor. Biasanya mereka akan pergi berlari ke bukit itu begitu matahari terbit. Keduanya akan berlatih menembak selama 1 jam atau lebih. Sebaliknya, Anton belajar ilmu bela diri kepada Agatha. Agar dirinya bisa melawan musuh saat di jarak dekat.
DOR!
"Waw, hebat!" Anton melihat tembakan Agatha tepat sasaran, melalui teropongnya. Kemudian, dia pun bertepuk tangan dan memuji Agatha karena mampu menembak buah yang tumbuh di lereng bukit.
"Iya, karena kamu memberikan arahan dengan baik," kata Agatha.
"Ya, di sanalah letak kesalahan aku dan awalnya sangat sulit karena kekuatan tembakan ini sering membuat tangan dan bahu aku tanpa sadar naik," kata Agatha malu.
"Tapi, kamu adalah orang yang sangat cerdas karena mampu belajar dengan cepat," puji Anton dengan senyum manisnya.
***
Penjualan anggur kini semakin banyak permintaan. Baik itu di dalam kota Dragon maupun kota-kota besar lainnya. Untungnya dulu Agatha menjalankan sistem kerja pabrik selama 24 jam nonstop dengan 3 shift jadwal kerja. Jumlah pekerja pun semakin banyak, baik yang menjadi petani anggur maupun karyawan pabrik.
__ADS_1
Hal ini membuat Victor senang. Keuntungan dari jualan minuman anggur sangat menggiurkan dan mendapat keuntungan 500% dari pada dahulu. Pundi-pundi keuangannya pun semakin cepat bertambah.
Bisnis di bidang fashion juga sudah mulai banyak diminati oleh para kalangan atas. Hal ini sudah membuat modal Victor kembali dua kali lipat. Bahkan dia pun menyetujui keinginan Fransisco untuk membuka cabang di dua kota besar sekaligus karena banyak permintaan dari orang-orang di sana.
"Tuan, senjata untuk kelompok Tiger akan dikirimkan nanti malam, siapa yang akan mengawasinya? Anton sedang mengawal kedatangan barang pesanan kita yang di kirim lewat pelabuhan," ucap Alonso.
"Kalau begitu biar aku saja," balas Victor.
"Oh, iya. Agatha sedang apa?" tanya Victor lagi setelah membaca laporan yang diberikan oleh Alonso.
"Nona Agatha sedang berada di pabrik anggur, Tuan," jawab Victor.
"Kenapa, dia sering pulang larut malam," gerutu Victor yang kini jarang bertemu dengan asisten satunya itu.
"Karena ada yang menyelundupkan anggur premium ke tempat yang tidak pernah mengajukan kerja sama dengan kita. Nona Agatha langsung terjun sendiri untuk menyelidikinya," jelas Alonso.
"Apa? Ada orang yang berani mengkhianati aku!" teriak Victor.
"Ini masih di selidiki, Tuan," kata Alonso hati-hati tidak mau memancing emosi tuannya.
"Aku tidak akan mengampuni setiap orang yang berkhianat!" teriak Victor dan di saat yang bersamaan Armando masuk ke dalam ruangan itu.
__ADS_1
***
Benarkah ada yang berkhianat di kelompok Victor? Tunggu kelanjutannya, ya!