
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Lalu, kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan sehat selalu.
Bab 70
Victor memeriksa obat yang ada di tangannya. Dia juga mencium bau obat itu yang terasa aneh di Indra penciumannya.
"Kenapa baunya seperti ini? Apa benar ini obat ajaib dan sangat berhasiat seperti yang kamu katakan tadi?" tanya Victor kepada Armando dengan tatapan yang sanksi.
"Kami sudah sering memakan obat itu dan sangat terasa efeknya pada tubuh," jawab Armando sambil memasukkan satu persatu obat ke mulutnya dari dua plastik itu.
"Apa rasanya enak kali? Apa tidak pahit?" tanya Victor dengan tatapan agak jijik.
"Memang obat ini berbau aneh. Agatha bilang obat ini terbuat dari bahan-bahan rempah dan rumput liar. Khasiat obat ini adalah untuk menambah stamina dan mempercepat pemulihan luka pada tubuh sedangkan obat yang satunya lagi untuk menambah darah agar tidak kehabisan darah saat tubuh kita terluka," jelas Armando.
"Jadi obat inikah yang kalian minum sebagai pengganti obat dari dokter, yang kalian bilang dulu itu?" tanya Victor.
"Iya dan kami semua selalu membawa obat ini ke mana pun kami pergi," jawab Armando.
"Meski begitu Agatha menyuruh kita agar selalu berhati-hati dan jangan sampai mendapatkan luka yang parah," lanjut Armando.
Drrrrt! Drrrrt!
Drrrrt! Drrrrt!
Kini baku tembak di antara kedua kelompok mafia yaitu menggunakan pistol AK-47 sebagai senjata yang mereka gunakan. Semakin banyak saja orang yang meninggal di antara mereka.
"Aku akan menerobos masuk ke ruangan itu. Apa kamu mampu menahan orang-orang yang ada di sini?" tanya Victor kepada Armando yang masih bisa merencanakan serangan dua pistol dengan menggunakan kedua tangannya.
"Pergilah! Masuk ke sana tuan dan selamatkan Agatha. Aku rasa teman-teman kita yang di bawah sebentar lagi akan naik ke sini," jawab Armando di sela-sela serangan dirinya kepada anak buah Black Dragon.
"Kamu berhati-hatilah Jangan memaksakan diri," ucap Victor dan Armando mengangguk.
Victor pun masuk ke dalam ruangan yang diduga tempat Agatha disekap oleh anak buah Black Dragon. Betapa terkejutnya dia saat masuk ternyata sudah ada Morena dan Diego di sana serta Agatha yang sedang berbaring di atas tempat tidur.
__ADS_1
"Akhirnya kamu datang juga ke sini," kata Diego sambil tertawa terkekeh.
"Dasar pecundang! Bisanya kamu menyandera seorang wanita," bentak pistol yang diselimuti oleh amarah karena kekasihnya dalam keadaan tidak berdaya.
"Kenapa kamu marah sekali seperti ini? Apa dia merupakan wanita yang sangat spesial bagimu?" tanya Diego sambil menunjuk ke arah Agatha dengan pistol di tangannya.
Victor sangat murka melihat kelakuan Diego yang ada di depan matanya saat ini. Tanpa ragu dia pun melancarkan tembakannya ke arah Morena dan Diego secara bersamaan dengan menggunakan kedua tangannya yang memegang pistol.
Drrrrt! Drrrrt!
Peluru terus berhamburan dari pistol yang sedang dipegang oleh Viktor. Dia tidak memberi ampun kepada musuhnya kali ini. Apapun yang terjadi, dia akan menyelamatkan Agatha.
Diego pun melompat ke arah samping untuk menghindari peluru yang dilontarkan oleh pistol milik Victor. Begitu juga dengan Morena yang langsung bersembunyi di balik meja kerja.
Ternyata peluru pistol mengenai paha dan kaki kanan Diego, sehingga dia berlari dengan pincang. Diego pun membalas serangan itu dengan melontarkan pelurunya secara membabi buta dan membuat Victor pun berguling ke arah samping untuk menghindari peluru tajam dari pistol musuhnya.
***
Sementara itu, di lantai satu kelompok Silver Dragon terdesak dengan datangnya bala bantuan kelompok Black Dragon dari markas mereka yang lainnya. Mereka datang dalam jumlah pasukan yang banyak dengan senjata yang banyak.
Drrrrt! Drrrrt!
Baku tembak terjadi kembali di antara kelompok server Dragon dan Black Dragon. Kedua kubu itu sekuat tenaga memberikan serangan kepada lawan mereka.
"Berhati-hatilah kalian semua, jangan sampai mereka naik ke atas! Kita harus bisa menahan serangan mereka semampu kita," teriak Anton.
"Kita sudah kehabisan pasukan. Apakah bisa meminta bantuan kiriman ke markas kita yang lain, agar mereka juga mengirimkan anggota yang ada di sana untuk membantu kita saat ini?" tanya salah seorang anggota Silver Dragon kepada Anton.
"Markas kita terlalu jauh tempatnya dari sini, pasti mereka tidak akan punya waktu," balas Anton.
BOM! BOM!
Tiba-tiba saja terdengar suara ledakan bom dari arah belakang villa itu. Tentu saja hal ini membuat terkejut banyak orang yang ada di sana.
__ADS_1
"Kenapa ada bom di sini? Siapa mereka yang berani memberikan serangan menggunakan senjata itu?" tanya salah seorang anggota Black Dragon.
Bom! Bom!
Kali ini pun terdengar kembali serangan menggunakan bom di depan pintu villa. Terlihat banyak orang masuk ke dalam villa yang menggunakan pita berwarna perak. Menandakan kalau mereka adalah pasukan dari kelompok mafia silver Dragon.
Drrrrt! Drrrrt!
"Aaaakh!"
Orang-orang yang baru datang itu pun memberikan serangan ke kelompok Black Dragon yang sedang bersembunyi di dekat pintu masuk. Sehingga orang-orang dari kelompok Black Dragon pun berlarian kocar-kacir untuk menghindari serangan hujan peluru dari orang-orang tadi.
"Kalian semua baik-baik saja, 'kan? Apa ada masih yang tersisa dari kelompok Silver Dragon lainnya di villa ini?" tanya orang yang memakai jubah warna perak dengan dua pistol di kedua tangannya.
"Tidak tahu, yang pasti tuan Victor dan tuan Armando sekarang sedang berada di lantai atas!" teriak Anton di balik tembok.
"Kalian siapa?" tanya salah seorang anggota Silver Dragon yang sedang bersama Anton.
"Aku adalah Luis, suruhan tuan Alonso untuk datang ke sini setelah membaca surat dari nona Agatha yang dikirimkan kepada Cassandra," jawab orang itu
Bom! Bom!
Duar! Duar!
Lagi-lagi terdengar suara bunyi ledakan bom dan bunyi ledakan lainnya yang bergetarkan seluruh kaca di bangunan villa itu. Itu adalah bunyi kendaraan milik kelompok Black Dragon yang diledakkan dengan menggunakan bom. Sebab sudah dipasangi bom oleh anak buah Silver Dragon. Api besar pun langsung berkobar di depan halaman villa itu, dengan asap hitam yang membumbung tinggi.
"Tuan, persediaan senjata kita yang ada di dalam mobil ikut musnah!" berilah salah seorang anak buah Black Dragon.
"Apa? Si_al! Sekarang keadaan kita yang malah terbalik. Mereka berhasil mendesak kelompok Black Dragon," umpat salah satu ketua kelompok Black Dragon, yang baru saja datang untuk memberikan bala bantuan pada kelompoknya .
Sebagian anak buah Silver Dragon yang baru datang itu pun naik ke lantai atas, untuk memberikan bala bantuan kepada Victor dan Armando. Begitu sampai di sana, mereka melihat Armando senang terkapar tidak berdaya dengan tubuh banyak luka tembakan.
"Tuan Armando!"
__ADS_1
***
Apakah Armando masih hidup atau sudah mati? Lalu, bagaimana dengan Victor? Apakah dia berhasil menyelamatkan Agatha atau tidak? Tunggu kelanjutannya, ya!