
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Lalu, jangan lupa kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan bahagia selalu.
***
Bab 72
Sekarang Agatha mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Dragon yang sebelumnya mendapatkan perawatan terlebih dahulu di rumah sakit perbatasan. Dia mengalami koma sudah lebih dari 3 bulan. Bayi yang ada di dalam kandungannya pun sudah dikeluarkan karena terkena tembakan saat itu. Melihat keadaan Agatha yang seperti ini membuat banyak orang yang mengenal dirinya merasa sangat sedih. Cassandra pun tiada hentinya menangis saat pertama kali melihat kondisi Agatha yang terbaring tidak sadarkan diri.
Begitu juga dengan Victor yang sangat sedih sudah kehilangan buah cintanya dengan Agatha. Dia juga sempat mengalami, selama satu minggu. Begitu dia sadar Agatha adalah satu-satunya orang yang dia ingat dan ingin dia lihat. Dia pun terus duduk di samping Agatha selama satu bulan dan tidak ingin berjauhan darinya. Setelah itu dia bisa bangkit kembali setelah mendapat begitu banyak dukungan dari orang-orang terdekatnya.
"Tuan, apa malam ini Anda juga akan tidur di rumah sakit?" tanya Miranda.
Miranda atau Morena malam itu diselamatkan oleh Peter dan membawanya ke rumah sakit. Dia tahu wanita itu saat menjadi Miranda, gadis cerdas dan hebat yang mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi. Hanya dia satu-satunya anggota Black Dragon yang selamat. Kini dia pun memutuskan untuk ikut kelompok Silver Dragon. Apalagi kekasihnya, Armando, juga merupakan kaki tangan kedua kelompok ini.
"Iya. Aku akan menjaganya malam ini," jawab Victor sambil berjalan ke arah Agatha yang masih terbaring di atas brankar pasien.
"Kalau begitu aku permisi dulu, Tuan," ucap Miranda sambil beranjak dari kursi yang didudukinya sejak tadi siang.
"Terima kasih, ya. Sudah mau menjaga Agatha. Kekasihmu sedang menunggu di bawah," ujar Victor dan melihat sekilas ke arah Miranda.
"Sama-sama Tuan, aku pergi dulu!" balas Miranda dengan senyum tipisnya. Terlihat jelas binar dari pancaran matanya yang sedang merasa sangat bahagia saat ini.
Setelah kepergian Miranda, Victor pun duduk di kursi yang tadi diduduki oleh wanita itu. Dia memegang tangan Agatha dan menciumnya sambil menatap wajah kekasihnya yang berharap matanya bisa terbuka malam ini.
"Sayang, apa kabar? Hari ini aku bertemu dengan orang-orang dari benua seberang. Mereka bilang saat ini di sana sedang mau memasuki musim semi. Bagaimana kalau kita juga pergi ke sana? Pemandangan di sana terkenal sangat indah saat bunga-bunga bermekaran. Aku ingin menghabiskan waktu hanya berdua saja denganmu untuk mengganti hari-hari yang lalu," ucap Victor.
__ADS_1
Meski begitu Agatha hanya diam saja tidak bergerak sedikitpun. Victor membelai rambutnya dan mencium kening Agatha dengan lembut.
"Selamat malam, Sayang. Semoga besok pagi kamu bisa membuka matamu yang indah ini," kata Victor sambil mencium kedua kelopak mata Agatha.
***
Armando dan Miranda kini sudah resmi bertunangan dan mereka akan menggelar pesta pernikahan yang dilaksanakan setelah Agatha sembuh. Pasangan kekasih itu kini sedang memadu kasih, setelah seharian tidak bertemu karena kesibukan Armando yang begitu padat.
"Terima kasih karena kamu sudah bersedia menjadi Miranda dan membuang identitas Morena demi aku," ucapan Armando kemudian mencium bibir Miranda.
"Itu karena aku begitu sangat mencintaimu, Sayang," balas Miranda dan memberikan ciuman balasan yang tidak kalah mesranya dari sang kekasih.
Sekarang Armando dan Miranda tinggal di markas Silver Dragon yang berada di perbatasan Kota Dragon. Markas itu dipegang dan kendalinya berada dalam pengawasan Armando.
***
"Nona, Anda sudah terlalu banyak minum. Sebaiknya Anda pulanglah! Lagian ini sudah larut malam dan kami akan tutup sebentar lagi," ucap pemilik bar itu kepada Zoey.
"Hai, Tuan! Kamu tidak kenal siapa aku? Aku adalah calon istri Victor, ketua kelompok Silver Dragon," balas Zoey dengan sewot dan mata melotot. Jari telunjuknya pun menunjuk-nunjuk kepada wajah pemilik bar.
Perbuatan Zoey ini membuat marah pemilik bar karena perbuatan yang menunjuk muka seseorang merupakan penghinaan kepadanya. Sehingga dia pun menampar pipi Zoey sampai jatuh tersungkur karena tidak kuat menahan besarnya kekuatan lelaki itu.
Zoey yang merasakan sakit di pipinya juga telinga yang berdengung tidak terima dengan perbuatan pemilik bar tersebut. Dia pun membalas lelaki itu dengan menendang tulang keringnya sampai jatuh terjengkang dan membentur meja bar.
"Rasakan! Kamu pikir aku adalah wanita lemah yang tidak bisa memberikan pembalasan kepadamu!" pekik Zoey sambil berdiri dan menatap sangar ke arah laki-laki yang masih terbaring di lantai.
__ADS_1
"Dasar wanita gila! Pantas saja laki-laki itu meninggalkan dirimu karena kau mempunyai perangai yang buruk!" Umpat lelaki itu.
"Bilang apa kamu?" teriak Zoey sambil menarik kerah laki-laki itu.
"Kamu adalah wanita yang sangat menyedihkan karena memiliki kelakuan yang buruk," ucap laki-laki itu lagi menghina Zoey.
Kedua orang itu saling menatap tajam dan dan mencekram satu sama lain. Mereka pun dipisahkan oleh beberapa pelayan yang ada di sana.
"Jangan pernah masukkan wanita ini lagi ke dalam bar milikku! Aku tidak sudi kalau sampai wanita itu menginjakkan kakinya lagi di sini!" perintah pemilik bar dengan suaranya yang tegas dan keras.
"Baik, Tuan." Orang-orang itu pun menarik Zoey keluar dari bar.
***
Kondisi Kota Bear sekarang lebih aman dan tertib sejak berada dalam pengawasan Anton dan anak buah Silver Dragon lainnya. Para preman jalanan yang suka membuat resah dan ketakutan bagi warga pun mereka dimasukkan ke dalam penjara.
Meski mereka itu adalah mafia, tetapi tidak pernah melibatkan warga sipil. Apalagi, jika orang itu hanya menginginkan hidup tenang dengan tidak mencari masalah dengan kelompok-kelompok gangster atau mafia dari kelompok kecil.
Sementara itu, Peter memegang markas yang berada di Kota Tiger. Dia membuat kota itu menjadi kota wisata karena terdapat banyak tempat yang indah dan pemandangannya juga masih asri dan suasananya tenang serta udara yang segar.
Kelompok Silver Dragon 'lah yang mengelola semua taman hiburan dan hotel-hotel yang ada di sana. Banyaknya tempat wisata yang dibuka di sana, menyerap tenaga kerja yang banyak. Sehingga, kota yang tadinya sepi penduduk kini mulai ramai dan karena hal inilah Peter diangkat menjadi seorang walikota di sana. Tentu saja ini memudahkan segala urusan kelompok mafia Silver Dragon yang ada di Kota Tiger.
***
Akankah Agatha membuka matanya? Apakah semua sudah benar-benar selesai dan hidup damai? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1