
Teman-teman mohon bantuannya, ya. Baca sampai selesai, lalu kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan.
***
Bab 24
Pagi harinya Agatha dan Victor menemui rekan bisnis mereka. Pemilik perusahaan pembuat senjata. Dengan penampilan yang sopan dan elegan layaknya seorang wanita dewasa yang bermartabat, Agatha mendampingi tuannya itu.
"Selamat datang Tuan Victor dan Nona ...." Laki-laki bertubuh gempal dan jauh lebih pendek dari Victor.
"Agatha Fernandez," jawab gadis berambut panjang bergelombang dan tersenyum manis.
"Nama yang cantik, secantik orangnya," puji laki-laki itu pada asisten Victor.
"Terima kasih Tuan Dhanil Castro, atas ajakan Anda untuk kerja sama kepada kami," ujar Victor.
Laki-laki yang bernama Dhanil Castro itu tertawa. Namun, tatapan matanya tidak lepas dari Agatha. Dia baru pertama kali melihat seorang perempuan yang terlihat dan terasa hawanya seperti seorang Ratu. Punya daya tarik yang kuat. Berkarisma wajahnya, meski hanya diam dan tersenyum, tapi mampu menarik perhatian orang lain. Cara berdandannya juga lain dari pada yang lain.
__ADS_1
Dalam transaksi ini, hanya Victor yang berbicara. Sementara Agatha, hanya diam saja sambil mengawasi keadaan di sana dan pergerakan orang-orang di sekitar mereka.
"Baiklah Tuan Victor, aku akan persiapkan dokumennya. Kita akan buat dua dokumen. Satu untuk transaksi asli antara kita dan satunya lagi untuk laporan kepada pemerintah," ucap laki-laki kurus yang merupakan asistennya Dhanil Castro.
"Saya serahkan semuanya kepada Anda. Uang akan kami berikan begitu barang aku terima," kata Victor dengan tegas..
Kedua pimpinan itu pun saling berjabat tangan setelah penanda tanganan kesepakatan jual beli senjata. Uang dalam koper pun sudah Victor siapkan dan diperlihatkan kepada mereka. Semua anak buah Dhanil Castro terbelalak melihat dua cover uang tunai di depan mata mereka.
Baik Victor maupun Dhanil Castro sama-sama senang. Mereka pun akan melakukan perjanjian jual beli dalam jangka panjang.
Berbeda dengan transaksi White Dragon yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Dengan perusahaan milik keluarga Castro, pengiriman barang bisa secara legal karena dokumen barang di tanda tangani oleh Pemerintah. Sehingga, pengiriman barang bisa langsung ke alamat rumahnya. Hanya saja senjata yang dibeli itu jenis senjata dan nomor seri sudah tercatat di pemerintah. Sehingga bisa dilacak nanti kepemilikan senjata tersebut. Itulah sisi lemahnya. Namun, para pelanggar hukum dan pembuat hukum itu seperti kucing-kucingan dan adu kepintaran.
***
"Rasa minuman anggur ini biasa saja. Menurut aku jauh lebih enak rasa minuman anggur premium," kata Agatha.
"Maksud kamu minuman anggur dari pabrik milik aku?" tanya Victor heran.
__ADS_1
"Iya. Kebetulan aku bawa beberapa botol minuman anggur premium," jawab Agatha..
"Apa mereka akan menyukainya? Jujur saja anggur premium ini produk terbaru dan belum banyak orang yang tahu," balas Victor sangsi.
Maka, Agatha pun melakukan lobby dengan pengelola hotel dan memberikan contoh minuman anggur premium, satu botol. Setelah dicoba oleh para jajaran pengurus hotel dan beberapa karyawan mencoba minuman itu. Semua orang suka dengan rasanya. Akhirnya, mereka pun melakukan perjanjian jual beli minuman anggur premium di hotel berbintang lima itu.
"Terima kasih, Tuan! Senang bekerjasama dengan Anda," kata manajer hotel.
"Sama-sama. Semoga kedepannya kita sering bekerja sama." Victor menjabat tangan si manajer dengan perasaan puas.
Manajer hotel juga sangat senang karena Agatha banyak memberi tahu kualitas minuman anggur terbaik. Sehingga, kedepannya dia bisa mempromosikan anggurnya pada tamu-tamu penting.
"Agatha, kamu sungguh hebat!" Victor tidak henti-hentinya memuji kehebatan Agatha saat melakukan lobby dan negosiasi hari ini. Bersama Tuan Dhanil Castro dan Manajer hotel, barusan.
"Anda terlalu memuji, Tuan," kata Agatha sambil tersenyum tipis, padahal hatinya merasa senang ingin berteriak kencang.
"Kamu itu sebenarnya siapa? Kenapa banyak hal yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Victor sambil melihat ke arah Agatha dengan tatapan menyelidik.
__ADS_1
***
Akankah Agatha jujur atau tetap menyembunyikan identitasnya? Tunggu kelanjutannya, ya!