Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia

Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia
Bab 52. Membuat Persiapan Menerima Serangan Musuh


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Lalu, kasih like dan komentar. Semoga hari ini kalian bahagia selalu


***


Bab 52


Kabar berita hancurnya kelompok White Dragon langsung menjadi pembicaraan panas di pertemuan itu tidak lama berselang dari Armando pergi. Tentu saja hal ini membuat kelompok mafia yang memiliki kekuatan kecil merasa terancam.


"Apa yang terjadi di Kota Bear juga akan terjadi di ibu kota Dragon ini?" tanya seseorang pengunjung.


"Iya, sepertinya kita akan mengalami nasib yang sama dengan kelompok mafia dari Kota Bear," balas yang lainnya.


"Hey, bukannya kelompok White Dragon juga ambil alih saat terjadi perebutan kekuasaan di kota Bear?" ucap yang lainnya.


"Sepertinya begitu. Kekuasaan kelompok White Dragon itu ada di perbatasan dua kota besar. Jadi, mereka itu kelompok yang cocok untuk dikuasai wilayahnya," balas yang lainnya.


Orang-orang saling membicarakan kelompok besar dan kuat yang berhasil punya kekuasaan di dua kota berpengaruh di negeri Dragon ini, bisa hancur dalam waktu yang singkat. Bahkan hal ini akan tidak mudah dipercaya, jika tidak melihatnya langsung.


"Bagaimana menurut kamu?" tanya Victor kepada Agatha.


"Mereka bisa mudah dihancurkan karena memelihara penghianat. Musuh yang paling berbahaya adalah musuh dalam selimut," jawab Agatha.

__ADS_1


"Ya, banyak orang-orang terdekat 'lah penjahat sesungguhnya," lanjut Victor.


"Lebih baik menghadapi orang yang terangan-terangan menjadi musuh kita, dari pada teman sendiri," ujar Agatha.


Victor dan Agatha pun pulang ke markas mereka. Saat ini keadaan sedang dalam keadaan siaga. Bisa saja musuh tiba-tiba datang menyerang markasnya.


"Kita akan menjalankan sistem patroli dan saling memberi tahu keadaan di sekitar kalian kepada teman-teman yang lainnya," kata Victor saat berdiri di hadapan anak buahnya.


Semua anak buah Victor mendengarkan ucapan tuan mereka. Ketua mafia dari kelompok Silver Dragon terkenal cerdas dan tidak bisa dipungkiri juga kalau dia itu selalu melakukan yang terbaik untuk anak buah dan kelompoknya.


"Ingat! Kalian jangan hidup sia-sia dan mati pun dalam keadaan sia-sia. Kita ini manusia yang punya hak untuk hidup dengan aman, bebas, dan bahagia!" seru Victor dan membuat anak buahnya semakin bersemangat untuk mempertahankan haknya.


"Kita punya lima titik markas. Eh, sekarang jadi delapan, ya. Baiklah, kita akan bagi delapan kelompok untuk berjaga di setiap markas. Kalian akan bergiliran mengawasi wilayah yang bermarkas di tempat masing-masing," jelas Victor.


Victor pun membagi anak buahnya menjadi delapan kelompok. Dia sendiri memegang markas pusat dengan bantuan Agatha. Semua di bagi rata mulai dari koki sampai tukang bersih-bersih untuk berpencar ke markas yang ditunjuk.


"Pekerjaan aku semakin bertambah sekarang," gerutu Agatha.


"Masakan kamu itu enak, pasti mereka juga akan suka," ucap Victor menyemangati Agatha yang kini merangkap tugasnya menjadi koki di markas pusat.


"Tuan tahu saja, bagaimana membuat orang lain tidak bisa menolak perintah Anda," ucap Agatha sambil menghela napas karena dia pasti menjadi orang yang paling sibuk.

__ADS_1


***


Sementara itu, di gudang senjata milik White Dragon yang diberikan kepada kelompok Silver Dragon. Armando dan Peter membagi rata menjadi delapan bagian dan akan dibagikan untuk dikirimkan ke delapan markas milik kelompok Silver Dragon.


Mereka semua bekerja dengan cepat karena ada informasi yang baru saja mereka terima kalau kelompok Red Dragon sudah bersiap-siap di dekat markas mereka.


"Cepat! Kita tidak boleh sampai kekurangan senjata," ucap Armando kepada teman-temannya.


"Semua sudah beres Tuan!" teriak seseorang yang keluar dari gudang senjata.


"Oke. Kita kirimkan sekarang!" perintah Peter.


Kedelapan mobil itu pun keluar area gudang dan berpencar begitu masuk jalur jalan kota Dragon. Sementara itu, Armando membumi hanguskan area gudang senjata itu.


"Sayang sekali harus berakhir seperti ini," gumam Armando.


Saat Armando memasuki jalanan Kota Bear dia dihadang oleh beberapa mobil. Dia mau tidak mau menghentikan laju kendaraannya.


***


Apa yang akan terjadi kepada Armando? Benarkah kelompok Red Dragon ingin menghancurkan kelompok Silver Dragon? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2