Pembalasan Istri Sah

Pembalasan Istri Sah
Bab 101


__ADS_3

Terbesit pada pikiran Kaira, menyuruh suaminya untuk mengirim pesan pada Ferdi.


" Coba kamu kirim pesan pada Ferdi, sebelum menghubunginya. Takutnya dia tidak mengetahui nomor baru kamu. "


Alex baru terpikirkan akan hal itu, dia mengusap pelan wajahnya. " Ah, iya. Aku lupa, kalau aku pake nomor baru sekarang. Ya sudah aku kirim pesan dulu pada anak itu. "


Alex mulai menyalakan lagi ponselnya, jari tangan kini mengetik sebuah pesan untuk di kirim pada Ferdi.


Dengan basa basi terlebih dahulu, (Ferdi, apa kabar. Ini Saya Kak Alex.)


Pesan terkirim dan benar saja Ferdi langsung menghubungi Alex saat itu juga.


Dengan sigap Alex mengangkat panggilan telepon dari Ferdi. " Halo. "


"Halo, kak Alex. Maaf ya, Ferdi tidak tahu kalau ini nomor baru kakak. "


" Santai saja. Kakak lupa harusnya kirim pesan dulu pada kamu. "


"Gimana kabarnya kak?"


Kaira yang barada di samping Alex, hanya mendengarkan dengan tenang.


"Kabar kakak baik baik saja!"


Setelah berbasa basi cukup lama, waktunya Alex mengatakan hal yang ingin ia sampaikan pada Ferdi.


"Ferdi, kakak ingin mengatakan suatu hal yang mungkin akan membuat kamu terkejut. "

__ADS_1


"Apa kak, kok Ferdi jadi penasaran. "


"Ini tentang Gina. "


Mendengar nama Gina di sebut pada sambungan telepon, membuat Ferdi terdiam.


"Halo, Ferdi. "


"Ah, iya kak. "


"Kakak lupa belum memberitahu kamu akan kehamilan Gina. "


Mendengar berita itu, sudah biasa bagi Ferdi, karena dia sudah tahu.


"Hal itu sudah Ferdi tahu. "


"Baru saja tadi Ferdi ke rumah Gina, melihat ke adaanya!"


"Ferdi kamu jangan salah paham dulu, Gina hamil juga. "


Belum perkataan Alex terucap seutuhnya, Ferdi kini berucap. " Belum menikah. "


"Kamu tahu semuanya. "


"Ya kak, maafkan Ferdi yang sudah lancang akan keadaan Gina, Ferdi sebenarnya punya niat baik. "


Mendengar jawaban Ferdi membuat Alex senang, ia mempunyai peluang untuk mendekatkan adiknya dengan Ferdi.

__ADS_1


"Soal itu tak apa, tapi kamu jangan salah paham dulu soal Gina. Sebenarnya Gina hamil karena di perkosa, bukan karena kecerobohannya. "


Siapa yang tak terkejut dengan berita menyedihkan yang dikatakan Alex, " di perkosa. "


"Iya Ferdi, Gina mengalami pemerkosaan karena sudah menyelamatkan Sahabatnya. "


Masih tak percaya akan cerita yang dikatakan Alex, dimana lelaki berbadan kekar itu melanjutkan pembicaraanya." Kamu tenang saja, orang yang sudah memperkosa Gina sekarang masuk ke dalam penjara. Kakak ingin meminta bantuan pada kamu, walau mungkin ini akan menjadi sebuah pertimbangan untuk kamu Ferdi. Karena Gina sudah bukan gadis lagi, seperti dulu. Wanita yang pernah jadi pacar kamu. "


Menghela napas, Ferdi mulai mengungkapkan semuanya, " sebenarnya, Ferdi ingin mengatakan semua ini dari dulu, kalau Ferdi dan Gina hanya berpura pura pacaran. Untuk menutupi perasaan Gina pada Kak Alex di depan Bu Parida. "


Kedua mata Alex membulat, tubuhnya terasa lemas. Mendengar kejujuran yang terlontar dari mulut Ferdi.


Kaira yang berada di samping Alex berusaha menenangkan suaminya. Mengusap pelan pundak Alex untuk tetap tenang.


Sampau suara Ferdi terdengar lagi pada sambungan telepon. " Kak Alex, Ferdi minta maaf. Asal kak Alex tahu dalam hubungan ke pura puraan, Ferdi sudah lama memendam perasaan sayang pada adik kakak. "


"Jadi kamu mencintai Gina."


"Ya, Ferdi sudah mengungkapkan semuanya di depan Gina, tapi respon Gina. Tampak menolak, ia mengatakan jika dia sudah menikah dan memiliki seorang suami. Namun pada kenyataannya dia berbohong. "


"Ferdi, kamu mau membantu kakak saat ini?"


"Maksud kakak!"


"Kakak ingin menyatukan kamu dengan Gina, sebagai seorang kekasih yang saling jatuh cinta. "


Ferdi terdiam kembali, sepertinya ia sedang mempetimbangkan perkataan Alex.

__ADS_1


"Jadi bagaimana, Ferdi?"


__ADS_2