Pembalasan Istri Sah

Pembalasan Istri Sah
BAB 59. Permintaan Yonna


__ADS_3

Ibu Irma dan Pak Aji yang penasaran dengan isi perbincangan antara Riana dan Yonna pun datang menjenguk Yonna di dalam Penjara.


"Nak, bagaimana keadaanmu?" tanya Ibu Irma dengan ekspresi wajah yang sedih dan tatapan mata yang pilu meratapi nasib Yonna.


"Keadaanku? Hmmm, bukankah Ibu bisa melihatnya sendiri? Kenapa masih bertanya?" ucap Yonna dengan nada suara yang dingin dan ekspresi wajah yang cuek.


"Apa kau tak bisa bicara lebih sopan pada Ibu kandungmu ini? Semua yang terjadi itu semua karena kesalahanmu jadi terimalah akibatnya!" ucap Pak Aji yang meninggikan nada suaranya dengan wajah yang marah.


"Kau telah memiliki seorang suami tapi kau bahkan masih berselingkuh dengan pria lain! Apa kau tidak malu dengan tindakanmu?" teriak Pak Aji dengan ekspresi wajah yang marah.


"Sudah, Pak! Sudah! Jangan marah-marah di sini!" ucap Ibu Irma dengan ekspresi wajah yang sedih sambil mencoba menenangkan kemarahan suaminya.


"Ini semua terjadi karena Ibu terlalu memanjakan anak ini sehingga dia menjadi anak yang tidak tau sopan santun!" ucap Pak Aji yang melampiaskan amarah dan kekecewaannya pada Istrinya.


"Memang hal yang baik jika kau tetap di dalam penjara ini sementara selingkuhanmu itu telah bebas sekarang!" Pak Aji dengan wajah yang kesal.


Yonna yang mengetahui Kamal telah bebas secara tak sengaja dari Ayahnya yang marah menjadi sangat terkejut.

__ADS_1


"A-apa? Mas Kamal sudah bebas?" tanya Yonna dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar.


Pak Aji yang tak mau menjelaskan apapun pada Yonna pun pergi meninggalkan ruangan itu dan menyisahkan Yonna dan Ibu Irma berdua saja.


Yonna yang mengetahui bahwa Kamal dapat bebas setelah menyetujui persyaratan dari Riana merasa sangat tersiksa berada di dalam Penjara sendirian.


"Tidak! Aku tidak mau berada di dalam Penjara sendirian! Aku harus keluar secepatnya!" ucap Yonna dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.


Yonna yang berniat untuk keluar secepatnya dari Penjara pun meminta orangtuanya untuk mendapatkan uang seratus juta seperti yang diminta oleh Riana.


Ibu Irma yang tak punya uang sebanyak itu menjadi sangat terkejut dan bingung di saat bersamaan tapi keinginan untuk memberikan kebebasan kepada Yonna sangat besar.


"Baiklah. Ibu akan pergi ke rumah suamimu dan mengambil perhiasan serta tabunganmu. Ibu juga akan mencoba meminta bantuan Nak Dion untuk membantu membebaskanmu!" ucap Ibu Irma dengan harapan yang tinggi.


"Meskipun kau melakukan kesalahan, kau masih berstatus istrinya dan Ibu dari anak-anaknya!" ucap Ibu Irma dengan sedikit keyakinan akan rasa simpati pada Yonna membuat Ibu Irma menguatkan tekadnya meminta bantuan Dion.


Ibu Irma yang keluar dari ruangan itu pun bergegas mengejar suaminya yang telah keluar lebih awal sedangkan Yonna kembali ke dalam Selnya dengan harapan dirinya dapat segera bebas sama seperti Kamal.

__ADS_1


Pak Aji yang sangat terkejut dengan persyaratan yang diberikan Riana untuk kebebasan Yonna sangat ingin bertemu dengan Riana dan melakukan protes tapi dihentikan oleh ibu Irma.


"Apa? Seratus juta? Apa wanita itu gila? Bagaimana mungkin dia meminta uang sebanyak itu sebagai syarat kebebasan Putri kita?" tanya Pak Aji dengan wajah yang marah.


"Aku ingin menemui wanita itu dan bertanya langsung maksud dari persyaratan yang diajukannya. Apa dia hanya bermain-main untuk membebaskan Yonna dari Penjara?" tanya Pak Aji dengan tangan terkepal erat.


"Sudahlah, Pak. Ini semua adalah kesalahan anak kita. Anak kita yang bersalah karena telah menghancurkan pernikahannya. Ini jauh lebih baik daripada dia tidak mau memberikan toleransi atau syarat apapun kecuali anak kita di Penjara di sini dalam waktu yang lama!" ucap Ibu Irma dengan nada suara yang terdengar sedih.


"Hah! Aku mengerti. Lalu darimana kita mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu yang singkat?" tanya Pak Aji dengan wajah yang bingung dan dahi yang mengkerut karena pusing.


Ibu Irma yang menjelaskan semua yang diminta Yonna kepada Pak Aji pun membuat Pak Aji menarik nafas panjang.


"Bapak sudah sangat malu dengan perlakuan Yonna. Bapak sudah tak memiliki nyali untuk bicara apalagi bertemu dengan Nak Dion!" ucap Pak Aji dengan berat hati.


"Kita coba saja dulu datang Pak. Kita minta maaf kepada Nak Dion untuk kesalahan Yonna karena bagaimanapun Yonna masih istri sah Dion dan Ibu dari anak-anaknya Nak Dion!" ucap Bu irma dengan wajah yang optimis.


"Baiklah! Tak ada salahnya mencoba!" ucap Pak Aji dengan nada suara yang terdengar pasrah sambil menarik nafas yang panjang.

__ADS_1


#Bersambung#


Bagaimana tanggapan Dion? Apakah Dion akan membantu Ibu irma dan Pak Aji untuk mengeluarkan Yonna? Apakah Dion akan menyerahkan tabungan dan perhiasan Yonna? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..


__ADS_2