
Aris dan Rika yang telah menyusun rencana penggrebekan dan makan siang bersama pun memutuskan untuk kembali ke kantor untuk menjalankan rencana tersebut.
"Bu, kami harus kembali ke kantor. Semoga rencana kita akan berhasil!" ucap Aris dengan ekspresi wajah yang penuh harap dengan tatapan mata yang serius.
"Ya, Tuhan bersama kita dan rencana kita pasti akan berhasil." ucap Riana dengan keyakinan yang penuh dan wajah yang sedikit lega.
Setelah kepergian Aris dan Rika, Putra yang juga harus kembali ke kantor pengacaranya untuk menyiapkan semua berkas untuk perceraian dan beberapa berkas tuntunan pun meminta izin pergi dari Riana.
"Jangan cemas, semua pasti akan berakhir baik untukmu dan semuanya. Aku harus kembali sekarang karena banyak hal yang harus aku selesaikan!" ucap Putra yang bersiap-siap untuk pergi.
"Hubungi aku segera jika Kamal dan Yonna telah digrebek! Aku akan langsung bersiap menuju kantor polisi untuk menjadi Pengacaramu dalam kasus ini!" ucap Putra dengan wajah yang serius.
"Terima kasih. Aku berhutang padamu, Putra!" ucap Riana yang merasa tidak nyaman karena harus memanfaatkan kebaikan Putra demi kepentingan pribadinya.
"Maafkan aku, Putra. Aku tau kau masih menyimpan rasa padaku dan mencoba menekan rasa itu tapi sungguh sangat sulit bagiku mempercayai cinta setelah penghianatan ini!" ucap Riana dalam hati sambil melihat kepergian Putra yang menghilang dari pandangannya.
Riana yang sendirian setelah bertemu dengan ketiganya secara tiba-tiba merasa sangat lelah hingga akhirnya melemparkan tubuhnya di kursi.
"Hah! Aku sangat lelah, Tuhan. Aku ingin lepas dari hubungan ini dan aku ingin hidup bahagia bersama kedua anak-anakku!" ucap Riana dalam hati dengan ekspresi wajah yang sedih.
Riana yang tak ingin bicara dengan Dion di meja yang sama saat dirinya makan bersama Putra dan Aris pun memutuskan pindah tempat duduk.
Riana yang membayar makanan yang dipesan olehnya dan yang lain pun naik ke lantai dua lalu memesan makanan dan minuman ringan.
__ADS_1
"Mbak, aku pesan cappucino dingin dan juga roti bakar cokelat ya. Tolong di antar ke lantai dua karena aku mau pindah ke sana!" ucap Riana dengan senyum yang ramah dan ekspresi wajah yang bersahabat.
"Baik, Mbak. Silahkan menunggu pesanan anda!" ucap Pelayan yang membalas Riana dengan senyum yang juga tak kalah ramah.
Riana yang mencoba mencaritau keadaan Shawn dan Shasa dari Hana pun menjadi sangat senang saat Hana mengirim foto dimana Shawn sedang membantu Leo memasang motor dan foto dimana Shasa membantu Ibunya membuat kue.
"Shawn! Shasa! Doakan Mama kuat, ya! Mama melakukan ini semua demi kalian juga. Maafkan Mama yang menjadi Ibu yang egois karena memilih menyelamatkan kewarasan dan kejiwaan Mama!" ucap Riana sambil memandang foto kedua anaknya yang ada di layar handphonenya.
Riana yang duduk menunggu kedatangan Dion akhirnya melihat wajah yang ditunggu-tunggunya muncul pun memasang wajah yang dingin dan serius.
"Mbak Riana?" tanya Dion yang tak mengenal Riana dan hanya tau pakaian yang akan dipakai Riana saat janjian bertemu nanti.
"Benar. Anda pasti Dion, suami dari selingkuhan suami saya. Silahkan duduk, Pak!" ucap Riana yang menunjukkan tatapan mata yang tajam saat mengatakan tentang identitas Dion di masa Riana karena tak ingin dianggap rendah.
"Sekarang bisa kau katakan sebenarnya apa maksud dari foto dan video yang kau kirimkan padaku ini?" tanya Dion dengan nada suara yang meninggi dengan ekspresi wajah yang garang.
"Tenanglah, Pak. Di sini aku bukanlah Pelakunya dan aku di sini pun sebagai Korban. Jika anda ingin melampiaskan kemarahan anda sebaiknya kepada orang yang bersangkutan!" ucap Riana dengan nada suara yang tegas.
"Jika anda tidak bisa bicara dengan sopan dan tenang maka aku tak akan mengatakan apapun mengenai masalah ini. Silahkan anda cari tau sendiri jawabannya dan dengan konsekuensi telah terlambat!" ucap Riana dengan tatapan mata yang tajam dengan ekspresi wajah yang dingin.
Dion yang mendengar perkataan Riana pun terdiam lalu menarik nafas yang panjang untuk menenangkan dirinya yang sedang terbawa emosi.
"Apakah anda ingin memesan minuman? Aku akan memanggil Pelayan kemari tapi bayar sendiri makan dan minuman anda!" ucap Riana secara langsung dengan senyum yang lembut.
__ADS_1
"Tidak! Aku tidak ingin memesan apapun!" ucap Dion yang langsung menolak tawaran dari Riana lalu mengulang kembali pertanyaannya dengan lebih lembut.
"Maafkan sikapku yang tidak sopan dan terdengar kasar. Aku sungguh sangat terkejut dengan semua bukti yang kau tunjukkan. Aku tidak menyangka Yonna berani menghianatiku!" ucap Dion dengan ekspresi wajah yang sedih dan terlihat tak berdaya tapi hal itu tidak membuat Riana merasa simpati sama sekali dengan keadaan Dion karena baginya kondisi dirinya pun tak kalah menyedihkannya.
"Aku mengerti perasaanmu karena aku pun mengalami hal yang sama tapi aku sudah berdamai dengan keadaan dan hatiku. Satu hal yang aku inginkan adalah pembalasan!" ucap Riana dengan nada suara yang tegas.
Dion yang mendengar perkataan Riana pun menyadari bahwa dirinya tak boleh bertindak gegabah di hadapan Riana karena wanita yang ada di depannya saat ini sangatlah berbahaya.
"Jika kau ingin pembalasan maka aku pun menginginkan hal yang sama. Apa yang ingin kau lakukan? Izinkan aku ikut dalam rencanamu!" ucap Dion dengan ekspresi wajah yang serius.
Riana yang menunggu kata-kata penawaran diri itu sejak awal dari mulut Dion pun tersenyum bahagia dengan senyum yang sangat lebar.
"Hmmm, jika seperti maka aku akan melakukan seperti yang anda inginkan!" ucap Riana yang langsung mengubah posisi duduknya menjadi lebih serius.
"Apakah saya boleh bertanya beberapa hal yang sedikit privasi? Tolong jawab dengan jujur karena ini akan sangat membantu pembalasan dendam kita!" ucap Riana dengan senyum yang licik.
"Tentu saja, silahkan katakan yang ingin anda tanyakan. Aku akan menjawabnya dengan sangat jujur dan katakan saya rencanamu maka aku akan melakukan semuanya!" ucap Dion yang telah dikuasai perasaan amarah dan balas dendam.
Riana yang mendengar perkataan Dion menjadi sangat senang lalu menanyakan semua yang ingin ditanyakannya lalu memberikan perintah untuk Dion melakukan sesuatu pada hartanya dan anak-anaknya.
#Bersambung#
Pertanyaan dan perintah apa yang diberikan Riana kepada Dion untuk memberi Yonna pelajaran yang berharga? Tulis jawabanmu di kolom komentar ya..
__ADS_1