Pembalasan Istri Sah

Pembalasan Istri Sah
Bab 102


__ADS_3

"Aku tak yakin, kak."


Alex mendengar kata ragu terlontar dari mulut Ferdi, lelaki muda yang selalu ia anggap baik itu.


"Kenapa tak yakin. "


Terdengar Ferdi menghela napas, seperti pasrah jika dia tak memiliki Gina, " Gina itu begitu cinta mati pada kakak, dulu saat kita pura pura. Gina pernah berkata padaku. Lelaki yang sangat aku sayang dan cinta seumur hidup hanya kak Alex. "


Kaira yang berada di samping Alex, hanya menundukkan wajah, ia sudah menduga. Jika Gina begitu berat melepasakan Alex untuknya.


"Kita belum mencoba, jadi kamu jangan putus asa seperti itu. "


Kaira menatap suaminya yang penuh dengan rasa yakin, akan adiknya bisa mencintai laki laki lain. Selain Alex.


Di tengah obrolan Alex dan Ferdi pada sambungan telepon, sempat sempatnya Alex memegang tangan Kaira. Ia terlihat tak ingin membuat Kaira bersedih atau terluka hatinya.


"Jadi gimana Ferdi. "


"Baiklah kak, aku akan mencoba. Sebenarnya aku juga masih sayang sekali pada Gina, aku tak bisa jauh darinya. "


Alex menatap ke arah Kaira, tersenyum dan menggenggam erat tangan istrinya dengan penuh cinta.


"Kalau begitu kita bertemu di cafe. Nanti sore. "

__ADS_1


"Oke kak. "


Alex mulai mematikkan sambungan telepon, dimana Kaira berucap dengan penuh keraguan. " Apa kamu yakin, Alex. Dengan rencana mu ini, kamu dengan sendirikan jika Gina begitu mencintai kamu. Dia tidak bisa mencintai laki laki lain selain kamu. "


Alex menggelengkan kepala, mendengar nada suara yang terdengar cemburu. Mengangkat dagu Kaira. " Mm, kamu cemburu ya. Mendengar Ferdi bicara kalau adikku tergila gila padaku. "


"Ish, siapa yang cemburu, geer. "


Alex malah tertawa melihat kemarahan Kaira, yang ia perlihatkan saat itu. " Itu buktinya kamu marah. "


Kaira yang merasa malu, melepaskan tangan suaminya, ia berusaha menghindari tatapan Alex. " Aku pergi-. "


Belum perkataan Kaira terlontar semuanya, Alex menahan tangan lembut milik istrinya. " Alex. "


Memeluk tubuh istrinya begitu erat, lalu berkata. " Kamu mau pergi kemana?"


Alex malah mendekatkan tubuhnya pada tubuh istrinya, semakin dekat. Sampai bibir Alex menyentuh telinga Kaira.


Membisikan kata kata manis. " Tetap di sini, aku ingin memeluk kamu terus menerus. "


Kaira tersentuh dengan kata kata manis Alex, kedua pipinya memerah merona.


"Dih, jangan gombal deh. Basi tahu. "

__ADS_1


Melihat raut wajah Kaira yang terlihat begitu menggoda, Alex dengan penuh gaira. Membopong tubuh istrinya, membawa masuk ke dalam kamar.


"Alex, apa yang kamu lakukan. "


Alex malah tersenyum, ia seperti hewan buas yang ingin menekram mangsanya.


Menutup pintu kamar. " Alex. "


Mereka kini berpacu dengan asamara dan gelora membara dalam tubuh mereka berdua.


" Alex, kamu. "


"Ah."


*****


Sedangkan dengan Ferdi, ia masih berada dalam mobil, duduk dengan penuh keraguan dalam hatinya.


Melihat layar ponsel, dimana wallpaper dalam ponsel lelaki muda itu terpapang poto dirinya dengan Gina.


Tampak Ferdi menyentuh layar ponsel, tersenyum menempelkan jari tangan pada poto Gina.


"Aku sangat mencintai kamu, tapi aku tak yakin bisa memiliki kamu seutuhnya. "

__ADS_1


Teringat kenangan saat bersama, berpura pura menjadi seorang kekasih. Tak bisa di lupakan Ferdi, " terlalu banyak kenangan manis saat kita bersama, walau dalam ke pura puraan. Hah, Gina, apa dalam kepura puraanmu dulu, tidak ada setitik cinta untukku, kenapa hatimu begitu keras sekali, susah untuk aku dapatkan?"


Menyenderkan punggung pada kursi mobil, tiba tiba.


__ADS_2