
*flashback beberapa jam yang lalu*
Riana yang telah membuat keputusan setelah melihat dan merasakan yang dilakukan Kamal dan Yonna yang selama ini semakin parah pun mencapai batasnya.
"Baiklah, berarti pertunjukan menarik harus segera dimulai karena sepertinya aku tidak bisa bersama denganmu terus Mas. Kesabaranku saat ini sudah setipis tisu!" ucap Riana dengan tatapan mata yang tajam.
Riana yang meletakkan handphone mata-matanya di atas meja pun membuka laptopnya dan mencari bukti perselingkuhan Kamal dan Yonna dan mencetak beberapa bukti.
"Hmmm, sepertinya foto saat Mas Kamal dan Mbak Yonna bermesraan saat makan siang bersama dan foto saat duduk berdua di Taman dekat rumah orangtuaku cukup!" ucap Riana dengan senyum yang lebar.
"Baiklah. Bukti dan sepucuk surat ini kurasa sudah cukup untuk dikirimkan ke Suaminya Yonna." ucap Riana dengan ekspresi wajah yang gembira.
Riana yang memesan ojek online pun menyerahkan paket tersebut untuk diserahkan kepada Suami Yonna, Dion.
"Pak, tolong serahkan ini langsung kepada Pak Dion. Ini adalah fotonya dan jika bukan orang yang bersangkutan menerima amplop dan surat ini maka jangan berikan! Serahkan kembali paket ini kepada saya. Saya akan membayar bapak dua kali lipat dari biaya ongkosnya!" ucap Riana dengan suara yang tegas.
"Baik, Mbak. Saya akan mengantarkan paket ini langsung ke Mas-nya!" ucap ojek online itu dengan percaya diri dan senyum yang lebar.
*sekarang*
Riana yang tak diam saja saat ojek online itu pergi menyerahkan paket kepada Dion ternyata telah membuat janji temu dengan Putra dan Aris di Kafe di dekat Hotel yang di pesan Kamal dan Yonna untuk menghabiskan waktu bersama.
"Maaf ya Mas Putra jika aku meminta janji temu yang mendadak!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang canggung dengan tatapan mata yang menunjukkan rasa bersalah yang tinggi.
"Jangan khawatir. Ini bukan masalah. Aris sedang dalam perjalanan dan sebentar lagi akan segera sampai!" ucap Putra dengan senyum lembut dan wajah yang gembira karena bisa bertemu dengan Riana.
"Agh, terima kasih. Sambil menunggu Aris ayo pesan makanan terlebih dahulu!" ucap Riana dengan senyum kaku karena merasa sedikit tegang karena harus melakukan hal yang sangat besar.
Riana yang merasa akan lebih santai jika mulutnya meminum atau memakan sesuatu pun mencoba memesan minuman dan makanan ringab dan begitupula dengan Putra yang duduk di depannya.
Setelah keduanya memesan makanan, Putra yang seorang Pengacara pun menanyakan kembali keputusan Riana meskipun dirinya senang karena Riana berpisah dengan suaminya yang b*****sek tapi Putra tak mau mengambil kesempatan dalam kesempitan.
__ADS_1
"Apa kamu yakin mau melakukannya sekarang? Apa kamu sudah memikirkannya dengan matang?" tanya Putra dengan ekspresi wajah yang serius.
"Ya! Aku sudah tidak sanggup bersama Mas Kamal dan aku juga telah menyimpan uang untuk kebetuhan dan masa depanku bersama anak-anak." ucap Riana dengan nada suara yang tegas.
"Baiklah. Bagaimana dengan anak-anakmu? Apakah mereka tau permasalahan ini? Apa kau sudah siap dengan dampak yang akan dirasakan kedua anakmu saat kau berniat bercerai?" tanya Putra lagi yang ingin Riana memegang teguh pada keputusannya.
"Sejujurnya Shasa dan Shawn sudah mengetahui perselingkuhan Kamal kemarin karena Shawn melihat secara langsung perselingkuhan itu tapi tak ada penggrebekan!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang sedih.
"Keadaan keduanya sudah tenang sekarang dan sepertinya sudah bisa menerima kenyataan Papanya berselingkuh dan kedua orangtuanya tak akan bisa bersama lagi seperti dulu!" ucap Riana yang menjelaskan keadaan kedua anaknya dengan tatapan mata yang kecewa.
"Aku pun tau dampaknya pasti akan buruk untuk keduanya. Aku tak hanya seorang Ibu tapi juga seorang Guru. Aku tau persis yang akan terjadi pada Anak yang Brokenhome tapi aku mencoba semaksimal mungkin untuk meminimalisir dampak buruk itu!" ucap Riana yang mengangkat kepalanya dengan tegak.
"Aku telah membawa mereka ke psikiater untuk mereka berdua bisa menceritakan masalah dan keluhan yang tak bisa mereka ceritakan padaku untuk bisa mendapatkan bimbingan yang tepat di samping diriku yang akan selalu bersama mereka!" ucap Riana dengan tekad yang kuat.
"Jika seperti itu maka aku akan mendukung semua keputusanmu. Aku akan membantumu dalam masalah ini hingga akhir." ucap Putra dengan ekspresi wajah yang serius.
Tak lama setelah Riana mengatakan keputusannya, Aris yang datang memakai seragam polisinya pun datang bersama temannya.
Riana yang melihat Rita pun saling menjabat tangan dan memperkenalkan diri masing-masing lalu duduk di kursi yang kosong bersama-sama.
"Bu, Rita sudah tau masalah yang Ibu hadapi dan Rita setuju untuk membantu penggrebekan itu." ucap Aris yang memberikan berita baik itu kepada Riana.
"Benarkah? Terima kasih. Terima kasih banyak sudah mau membantuku." ucap Riana dengan tatapan mata yang berkaca-kaca karena terharu.
"Tentu saja, Bu. Aku sangat benci dengan Pria yang suka berselingkuh di belakang Istrinya. Ibu tidak perlu khawatir, aku pasti akan membantu!" ucap Rika dengan ekspresi wajah yang serius sambil menggenggam tangan Riana dengan erat.
"Aku akan membantu membuat laporannya lalu setelah itu, Aris dan beberapa rekan yang lain akan melakukan penggrebekan di dalam Hotel dengan surat perintah yang telah aku buat!" ucap Rika yang menjelaskan prosedurnya nanti.
"Benar, tapi sebelum penggrebekan kami akan menunggu di depan Hotel dan jika Ibu mau ikut maka silahkan ikut menunggu di Hotel!" ucap Aris yang ikut berbicara.
"Aku akan ikut menggrebek mereka bersama Dion. Dion adalah suaminya Riana, selingkuhan suamiku!" ucap Riana dengan nada suara yang tegas.
__ADS_1
"Aku telah memberikan dia sedikit bukti perselingkuhan Yonna dan aku sudah membuat janji bertemu di sini dua jam lagi. Jika dia mau ikut maka dia akan bersama kita melakukan penggrebekan!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang bingung.
"Apakah kau belum memberitaunya tentang perbuatan istrinya selama ini, Riana?" tanya Putra dengan ekspresi wajah yang penasaran.
"Ya, aku baru memutuskan untuk memberitaunya sekarang dan aku pun baru membuat keputusan untuk ikut melibatkan suami dan keluarga selingkuhan suamiku!" ucap Riana yang menatap tajam.
"Aku tak bisa memberitaunya sebelumnya karena aku tak mempercayai Dion sama sekali. Aku khawatir jika Dion sebenarnya tau perselingkuhan Mas Kamal dan Mbak Dion dan hanya diam saja selama ini lalu menyebabkan rencanaku gagal!" ucap Riana yang ternyata menderita masalah kepercayaan pada orang lain.
"Tapi sekarang aku yakin kalau Dion dan keluarganya tak tau apapun tentang perselingkuhan Yonna jadi aku memutuskan untuk memberitaunya sekarang!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang serius.
"Baiklah. Tidak masalah jika orang itu ikut atau tidak karena yang terpenting adalah Ibu yang melakukan penggrebekan sendiri!" ucap Aris yang langsung disetujui Rika dengan anggukan.
Putra yang diam saja sejak Aris dan Rika datang pun mengeluarkan pendapatnya sebagai ahli hukum untuk membuat Riana mendapatkan hak yang kuat.
"Setelah penggrebekan, Kamal dan Yonna akan dibawa ke Penjara lalu ditahan. Saat Penahanan aku akan langsung memasukkan tuntutan di Pengadilan Agama agar kalian bisa bercerai dengan cepat dan hak asuh kau miliki!" ucap Putra dengan tatapan mata yang tajam dan dibalas dengan anggukan mengerti dari Riana.
"Aku pun akan membuat tuntunan penyerahan rumah kepadamu jika Kamal ingin keluar dari Penjara tapi jika dia menolak maka aku akan memasukkan materi pembagian harta gono-gini dan hak lainnya yang harus dibayar secara langsung mengingat Kamal yang telah meminjam uang di Bank dan menjual mobil!" ucap Putra sambil menunjukkan beberapa pasal kepada Riana.
"Tak hanya Kamal, aku pun akan melakukan tuntutan kepada Yonna jika dia ingin dilepaskan dari Penjara yaitu dengan membayar uang damai dan pengembalian harta yang diambilnya darimu melalui Kamal selama ini!" ucap Putra dengan percaya diri.
Riana yang mendengar perkataan Putra pun tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuan.
"Aku akan ikut semua rencanamu, Putra. Aku percayakan kasus ini padamu dan jika kau berhasil mendapatkan semuanya maka aku akan memberi sepuluh persen dari semua yang ada pada kalian bertiga!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang serius.
"Riana, aku tidak membutuhkan uangmu. Aku ikhlas menolongmu!" ucap Putra yang dengan tegas menolak rencana Riana yang ingin memberinya uang.
"Tidak! Tolong jangan tolak niat baikku. Aku ingin membalas semua kebaikan kalian!" ucap Riana dengan senyum kecil dengan tekad yang kuat.
#Bersambung#
Apakah rencana Putra, Aris, Riana dan Rika akan berhasil? Apakah Dion akan bergabung dalam penggrebekan itu? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..
__ADS_1