
Riana yang memutuskan untuk menginap di rumah orangtuanya tidak menyangka jika ternyata kedua orangtuanya sedang menunggunya kembali.
“Ibu! Ayah! Kenapa kalian masih ada di sini? Kenapa kalian masih belum beristirahat? Dimana Shawn dan Shasa?” tanya Riana dengan ekspresi wajah yang penasaran sambil melihat ke kiri dan ke kanan.
“Shawn dan Shasa sedang tidur. Keduanya tidur di kamar Leo dan kamar Hana!” ucap Ibu Linda dengan nada suara yang lembut.
“Nak ada apa? Kenapa kau terlihat sangat lemas? Apakah Kamal melakukan KDRT?” tanya Ibu Linda dengan ekspresi wajah yang khawatir.
“Benar, Nak. Jangan takut. Katakan saja pada Bapak. Bapak pasti akan menolongmu. Ada apa, Nak?” tanya Pak Tino dengan nada suara yang cemas.
Riana yang melihat kedua orangtuanya sangat khawatir padanya merasa terharu dan tersentuh dan Riana pun menyadari satu hal setelah semua yang terjadi padanya.
“Aku tidak bisa menyembunyikan semua ini kepada kedua orangtuaku selamanya dan mereka pasti akan sangat kecewa jika tau kenyataan ini dari orang lain!” ucap Riana dalam hati dengan ekspresi wajah yang sedih.
Dengan berat hati, Riana yang tau jika mengatakan kejujuran yang menyakitkan lebih baik daripada mengatakan kata-kata manis yang penuh kebohongan.
__ADS_1
Tanpa ada cerita yang ditutup-tutupi Riana pun memberitau kedua orangtuanya situasi yang di hadapinya saat ini.
Ibu Linda dan Pak Tino yang tidak menyangka jika menantu yang selama ini dibanggakannya ternyata tega berbuat hal yang sangat hina seperti perselingkuhan dan perzinahan menjadi sangat marah.
“Sial*n! Dasar menantu tidak tau diri! Beraninya dia menyakiti putriku! Aku tidak akan memaafkannya! Biarkan Ayah memberinya pelajaran!” ucap Pak Tino dengan amarah yang menggebu-gebu.
“Tidak, Ayah! Kau tidak boleh melakukan itu karena Mas Kamal sudah mendapatkan hukumannya!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang sedih.
Meskipun Riana senang melihat Kamal mendekam di dalam Penjara karena telah melakukan perbuatan yang salah tapi Riana tetap merasa sedih dan kasihan pada Kamal.
“Pak, tenangkan dirimu. Kau harus bisa menahan emosi. Semua yang dikatakan oleh Riana benar. Saat ini Kamal telah di dalam Penjara dan dia telah menerima hukumannya!” ucap Ibu Linda yang mencoba menenangkan Suaminya yang sedang dikuasai amarah.
Riana yang mendengar kata-kata kasar dari Orangtuanya tiba-tiba merasakan rasa sakit yang teramat sangat di hatinya.
“Mas Kamal.... Huuuhh... Huuhhh... Huuuhhh!” ucap Riana yang berlari masuk ke dalam kamarnya semula sewaktu masih gadis dengan air mata yang tak mampu lagi ditahannya.
__ADS_1
Ibu Linda dan Pak Tino yang melihat Putrinya yang terlihat tegar berlari dengan air mata yang turun di pelupuk matanya pun merasa sedih.
“Riana! Anakku! Apakah kau baik-baik saja, Nak?” tanya Ibu Linda dan Pak Tino secara bergantian dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir.
Riana yang masih belum bisa mengendalikan emosinya memilih untuk tetap diam dan mengunci dirinya di dalam kamar.
Pak Tino dan Ibu Linda yang mengetahui bahwa semua yang terjadi pada Riana bukanlah hal yang mudah pun memutuskan untuk pergi dan membiarkan Riana menenangkan dirinya.
Riana yang merasa hancur saat melihat Kamal dan Yonna sedang berc*nta dengan kedua matanya dengan erangan dan ekspresi wajah yang sangat menikmati momen itu pun terus menangis tanpa henti.
“Kenapa Mas? Kenapa kau melakukan ini padaku? Apa salahku, Mas?” tanya Riana dengan ekspresi wajah yang sangat depresi dengan air mata yang terus mengalir.
“Apa kesalahanku padamu, Mas? Kenapa tidak kau katakan saja kesalahanku? Jika kau mengatakannya maka aku pasti akan berubah. Kau tidak perlu melakukan ini untuk menghukumku, Mas!” ucap Riana lagi dengan nada suara yang terdengar sangat pilu sambil memeluk foto pernikahannya dengan Kamal yang tersimpan di dalam kamarnya.
Riana yang terus menangis tanpa henti pun merasa sangat lelah hingga akhirnya tertidur dalam posisi terduduk sambil bersandar pada tempat tidur.
__ADS_1
#Bersambung#
Apakah Riana akan tetap pada pendiriannya semula atau kembali menjadi lemah karena rasa kasihan dan cintanya yang ternyata masih ada untuk Kamal? Komen jawabanmu di kolom komentar ya... 😁