Pembalasan Istri Sah

Pembalasan Istri Sah
Bab 92


__ADS_3

Gina memutarkan kursi rodanya, mengarah pada Asih. " Mbok, lihatkan. Setelah Kak Alex menikah dia begitu cuek padaku. Aku benar benar tak di anggap. Seperti angin berlalu."


Wanita tua itu melangkahkan kaki mendekat pada Gina, " tidak kok, non. Hanya perasaan non saja. "


"Perasaan, ah, benar juga aku terlalu berlebihan. Bodoh ya aku, mengharap cinta pada orang yang tak mencintaiku. "


"Non, masih banyak lelaki di luar sana yang menunggu non."


"Mbok, suka ngaur kalau ngomong. Nggak akan ada lelaki yang mau pada wanita hamil seperti aku mbok. "


Asih mengusap pelan rambut pendek milik sang majikan, menenangkan di setiap kesedihan. " Non, jangan putus asa begitu, mbok yakin. Suatu saat nanti akan ada sosok lelaki yang mencintai non. "


"Mbok. Teh manisnya mana?"


Teriak Alex, membuat Asih terkejut. " Non, saya buatkan dulu teh manis buat Tuan Alex ya. "


Gina menganggukkan kepala, di saat Asih pergi meninggalkannya, " Non, tenang saja. Mbok akan kembali lagi menemui non. "


Wanita tua itu berlari, menuju dapur untuk segera membuat teh manis untuk Kaira dan Alex.


Berjalan menuju ruang tv, Asih melihat kedua insan yang baru menikah itu terlihat bahagia.


Mereka bercanda bergurau, tertawa satu sama lain. Membuat Asih sedikit kesal, " Tuan, ini teh manisnya. "


"Taroh saja, Mbok. "


Wanita tua itu menaruh teh manis yang diinginkan Alex di atas meja, dimana. Prak ....


Gelas itu tumpah ke arah Kaira, membasahi baju.


"Ahk, panas. "

__ADS_1


"Mbok, gimana sih. Kok bisa sampai tumpah. "


Asih tak sengaja menumpahkan gelas berisi teh manis itu pada Kaira, " maaf tuan, saya tak sengaja. "


"Makanya hati hati dong, mbok. "


Alex terlihat sangat murka pada pembantunya itu, " Kaira, sebaiknya kita ke kamar. Ganti baju kamu."


"Iya."


Kedua mata Alex tampak membulat, saat menantap ke arah Asih, " Maaf tuan. "


Permintaan maaf Asih diabaikan begitu saja oleh Alex, dengan perasaan tak tenang. Asih membereskan gelas dan air teh yang berserakan kemana mana.


Membuka baju, terlihat kedua pah* Kaira memerah. Alex begitu panik.


"Mbok Asih kenapa nggak hati hati, bisa bisanya ia melukai kamu. Padahal dia itu orang yang sangat hati hati dan apik. Tapi sekarang. "


Alex berusaha membersihkan air pada pah* istrinya, memberikan salep pereda nyeri.


"Ah, pelan pelan."


Alex tak tega dengan rengekan istrinya, karena menahan rasa sakit. " Sampai melepuh begini."


Meniup dengan pelan, agar obat yang Alex oleskan cepat meresap dan kering." Gimana sekarang."


Menganggukkan kepala, Kaira kini menjawab." Agak mendingan, nggak terlalu sakit."


Alex dengan begitu perhatianya, mengambilkan Kaira baju ganti.


"Biar aku pakaikan. "

__ADS_1


Kaira yang tak enak, mengambil baju dari tangan suaminya." Sudah tak usah, biar aku pakai sendiri."


Sedikit mempelihatkan raut wajah menahan sakit, Alex mendekat dan membantu Kaira." Perih nggak. "


Menggelengkan kepala, " Nggak. "


"Jangan bohong. "


Alex dengan sengajanya, memukul pelan pah* istrinya, dan respon tak terduga dari Kaira.


Wanita berambut panjang itu menjerit kesakitan, ia memukul kepala Alex dengan begitu keras.


Sedangkan Alex bukannya marah, ia malah tersenyum lebar. Melipatkan kedua tangan menatap ke arah Kaira. " Makanya jangan bohong."


Kaira menatap tajam ke arah suaminya, menatap penuh rasa kesal.


"Alex, kamu ini keterlaluan. "


Tak segan segan Kaira memukul kepala Alex, meluapkan emosinya yang tak terkendali.


Bukannya marah, Alex malah memeluk istrinya dengan begitu erat.


"Alex, lepaskan. "


"Tak akan. "


"Lepaskan, atau aku tonjok wajahmu itu. "


Alex malah semakin sengaja menciumi bibir istrinya, " Alex. " Berulang kali, hingga kemarahan yang tadinya meluap luap. Hilang begitu saja.


"Mm."

__ADS_1


__ADS_2