Pembalasan Istri Sah

Pembalasan Istri Sah
BAB 50. Masuk Penjara


__ADS_3

Riana yang melihat itu tak memiliki simpati ataupun kata-kata penenangan sama sekali untuk Dion justru memilih mengambil handphonenya dan menghubungi Putra.


"Putra, Mas Kamal dan wanita itu sudah dibawa ke Kantor Polisi oleh Aris. Aku yakin saat ini Mas Kamal sedang diperiksa oleh Polisi lalu dimasukkan ke dalam Penjara!" ucap Riana dengan suara yang tegas.


"Baiklah. Kalau begitu aku akan melakukan rencana selanjutnya. Aku sudah mendaftarkan surat perceraianmu ke Pengadilan sejak kau memberitauku Pasangan Pezinah itu telah sampai di Hotel!" ucap Putra dengan percaya diri.


"Sekarang pergilah ke Kantor Polisi. Berikan semua bukti perselingkuhan keduanya dan sejumlah uang yang ditransfer oleh Kamal kepada Yonna!" ucap Putra yang memberikan arahan hukum kepada Riana.


"Jangan khawatir. Aku akan segera sampai di Kantor Polisi dan mengurus sisanya!" ucap Putra dengan nada suara yang mencoba menenangkan Riana.


Riana yang melihat Dion menghubungi seseorang untuk melakukan sesuatu pun ikut menghubungi Hana yang saat ini bersama anaknya.


"Hana!" panggil Riana dengan suara yang pelan dengan ekspresi wajayh yang sedih dan tatapan mata yang senduh.


"Mbak, apa yang terjadi? Apakah kau baik-baik saja?" tanya Hana dengan nada suara yang terdengar khawatir dan cemas.


"Mbak sudah menggrebek Mas Kamal dan wanita j*lang itu di Hotel bersama Aris! Saat ini keduanya telah dibawa ke kantor Polisi untuk dimintai keterangan lalu dimasukkan ke dalam Penjara!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang bingung.


"Mbak tidak tau apakah ini benar atau salah tapi Mbak hanya berharap agar semua ini dapat cepat berakhir." ucap Riana dengan suara yang pelan.


"Tolong, jaga Shawn dan Shasa. Jangan biarkan Keluarga Mas Kamal mengambil mereka karena mereka berdua adalah hartaku yang paling berharga!" ucap Riana dengan senyum pahit.


Riana yang telah menyerahkan anaknya kepada Hana pun menemui Dion lalu keduanya memutuskan pergi bersama ke Kantor Polisi dengan menggunakan mobil Riana.


"Aku telah membawa anak-anakku ke rumah orangtuaku dan aku pun sudah meminta orang untuk mengemasi barang-barang Yonna lalu mengirimnya ke rumah orangtuanya." ucap Dion dengan ekspresi wajah yang serius.


"Aku akan menceraikannya dan melaporkan perbuatan mereka berdua ke kantor tempatnya bekerja!" ucap Dion dengan tekad yang kuat.


"Kau bebas melakukan apapun yang kau inginkan dan begitupula denganku tapi aku tak akan mengizinkan hal buruk terjadi pada anak-anakku!" ucap Riana dengan suara yang tegas.

__ADS_1


Riana yang sampai di Kantor Polisi bersama Dion tidak menyangka jika dirinya akan bertemu dengan Ibu Wati, Ibu Mertuanya, dan kedua saudari iparnya, Putri dan Rissa.


"Riana! Bagaimana dengan Kamal? Kenapa ini bisa terjadi?" tanya Ibu Wati dengan suara yang bingung dan wajah yang sedih serta air mata yang tak hentinya turun.


"Mas Kamal tertangkap basah melakukan perzinahan dengan teman kantornya yang juga masih berstatus Istri orang!" jawab Riana dengan wajah dan nada suara yang cuek.


Ibu Wati, Putri dan Rissa yang khawatir sesuatu hal buruk terjadi pada Kamal pun meminta Riana untuk memaafkan Kamal dan mengeluarkan Kamal dari dalam Penjara.


"Apa? Perzinahan? Itu tidak mungkin! Kamal tidak mungkin melakukan itu! Kamal adalah anak yang baik, jujur, dan soleh. Dia tidak mungkin melakukan hal tercela seperti itu!" ucap Ibu Wati yang dengan tegas menyangkal perbuatan Kamal.


"Benar, Kakak Ipar! Mas Kamal tidak mungkin melakukan itu! Mas Kamal tidak mungkin berhianat!" ucap Putri dengan ekspresi wajah yang terkejut.


"Aku yakin ini semua pasti jebakan yang dibuat untuk menjatuhkan Mas Kamal. Mas Kamal tidak mungkin melakukan itu semua!" ucap Rissa yang ikut menyuarakan pendapatnya.


"Ini bukanlah kebohongan ataupun fitnah. Ini adalah kebenaran yang harus diterima semua orang. Mas Kamal melakukan hal yang melanggar hukum dan Mas Kamal harus dihukum!" ucap Riana dengan nada suara yang tegas.


"Tidak! Kamal tidak boleh di penjara. Jika Kamal di penjara bagaimana dengan karirnya dan nasib Ibu serta kedua adik-adiknya yang masih membutuhkan biaya yang banyak?" tanya Ibu wati dengan ekspresi wajah yang tak terima.


"Tidak! Mas Kamal telah melakukan hal yang salah dan melanggar hukum. Mas Kamal juga telah menodai janji suci Pernikahan kami. Aku tak akan memaafkan Mas Kamal apalagi membebaskannya! Mas Kamal harus menerima hukumannya!" ucap Riana dengan suara yang tegas dan wajah yang serius sambil melepaskan genggaman tangan Ibu Wati pada tangannya.


Ibu Wati yang marah melihat Riana yang menjadi menantu penentang dan tidak patuh secara sadar menampar wajah Riana dengan sangat keras.


Riana yang tak hanya mendapatkan sebuah tamparan di wajah bahkan kata-kata pedas dan kasar pun keluar dari mulut Ibu Wati dan Kedua Iparnya, Putri dan Rissa.


Ketiganya secara kompak menyalahkan Riana sebagai Istri yang tidak bisa mengurus suaminya dan mengatakan Riana Istri yang tidak berbakti.


"Dasar Istri tidak berbakti! Bagaimana bisa kau melihat suamimu mendekam di dalam Penjara?" teriak Ibu wati dengan sangat keras setelah menampar Riana dengan keras.


"Kakak Ipar sungguh wanita yang kejam! Bagaimana mungkin Kakak diam saja melihat Mas Kamal menderita seperti itu?" tanya Putri dengan wajah yang tak percaya.

__ADS_1


"Hmmm, pantas saja Mas Kamal berselingkuh dengan wanita lain, Kakak Ipar ternyata tidak bisa menjadi Istri yang baik untuk Mas Kamal!" ucap Rissa dengan tatapan mata yang sinis.


"Benar sekali dan sepertinya selingkuhan Mas kamal juga jauh lebih cantik dan baik daripada Kakak Ipar yang berhati busuk yang tega memasukkan suaminya ke dalam Penjara!" ucap Putri sambil menunjuk ke wajah Riana.


Riana yang selama ini sangat baik dan perhatian kepada Ibu Mertua dan Iparnya bahkan tak pernah protes saat Kamal membagi uangnya ataupun membantu keluarganya tidak menyangka bisa melihat wajah asli Mertua dan Iparnya.


"Kalian memintaku memaafkan Mas Kamal dan membebaskannya lalu mengatakan hal yang sangat buruk tentangku begitu mudahnya. Apakah kalian pikir aku adalah penjahatnya dan Mas kamal adalah korbannya?" tanya Riana dengan ekspresi wajah yang dingin.


"Apakah kalian tau bagaimana sakitnya hatiku dan depresinya aku saat mengetahui suamiku berselingkuh dengan teman kantornya bahkan sampai berhubungan b*dan?" tanya Riana lagi dengan meninggikan suaranya.


"Apakah kalian tau rasa takut dan hilangnya rasa percaya diriku ketika mengetahui Mas Kamal memiliki wanita idaman lain?" tanya Riana lagi sambil mengangkat kepalanya dan menatap Ibu Mertua dan dua Saudari Iparnya.


"Apakah kalian tau seberapa hancurnya hatiku saat melihat Putraku masuk rumah sakit dan Putriku jatuh pingsan ketika mereka tau perselingkuhan Mas Kamal?" teriak Riana dengan suara yang lantang.


"Apakah kalian tau semua itu? Hah! Tidak! Kalian tidak tau apapun bagaimana perasaanku dan sakitnya aku yang hampir gila karena ini!" ucap Riana yang melepaskan semua kemarahannya hingga membuat semua Polisi dan orang-orang yang ada di tempat itu terdiam begitu pula dengan Kamal yang langsung menundukkan kepala seolah menyesali perbuatannya.


"Aku tak akan menyalahkan Ibu Mertua karena menampar ataupun bicara kasar padaku bersama Putri dan Rissa karena kalian sangat peduli pada Mas Kamal tapi kalian lupa bahwa disini aku adalah korban." ucap Riana dengan senyum pahit di wajahnya.


"Akulah korbannya dan Mas Kamal dan wanita j*lang itu adalah penjahatnya!" ucap Riana yang berteriak dengan nada suara yang tinggi sambil menunjuk ke arah Kamal dan Yonna yang berdiri dengan tangan di borgol.


Ibu Wati yang mendengar semua perkataan Riana pun langsung kehilangan kekuatan kakinya dan kemudian jatuh pingsan.


"Ibu! Tidak! Ibu...!" teriak Putri dan Rissa secara bersamaan dengan suara yang lantang sambil menopang tubuh Ibu Wati yang tidak sadarkan diri.


"Ibu....!" teriak Kamal dengan sangat keras sambil berlari ingin menemui Ibu Wati yang jatuh pingsan tapi terhalang Polisi yang menjaganya.


"Tidak! Aku mohon biarkan aku menemui Ibuku sebentar saja! Aku mohon!" ucap Kamal dengan suara yang meninggi dan nada yang memohon serta air mata penyesalan dan kesedihan yang keluar tanpa henti.


#Bersambung#

__ADS_1


Apakah Kamal akan bisa menemui Ibunya? Bagaimana kondisi Ibu Wati selanjutnya? Apakah pilihan yang akan dilakukan Riana nantinya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..


__ADS_2