Pembalasan Istri Sah

Pembalasan Istri Sah
BAB 57. Pengembalian Uang atau Tuntutan Perdata


__ADS_3

Riana yang telah memutuskan untuk menyelesaikan semua urusannya pun pergi kembali ke Penjara setelah menghubungi Putra.


"Nak, apa tidak sebaiknya kamu pergi ke Penjara bersama Bapak atau adikmu, Leo saja? Ibu khawatir padami, Nak." ucap Ibu Linda dengan ekspresi wajah yang cemas.


"Aku akan pergi sendiri, Bu. Ibu tidak perlu khawatir. Aku bisa menyelesaikan ini sendiri dan tolong percayalah padaku!" ucap Riana dengan tekad yang kuat.


"Baiklah. Ibu dan Bapak selalu mendoakanmu agar kau selalu berhasil dalam setiap langkahmu!" ucap Ibu Linda dengan senyum yang menenangkan.


"Terima kasih, Bu. Riana pergi dulu. Tolong jagain Shawn dan Shasa." ucap Riana yang langsung pergi meninggalkan rumah orangtuanya setelah menitipkan kedua anaknya.


Riana yang melajukan mobilnya dengan kecepatan stabil akhirnya sampai di Penjara dan bertemu dengan Putra di Parkiran.


"Riana, apa kau yakin ingin bertemu mereka sekarang dan membicarakan syarat pembebasan mereka?" tanya Putra dengan wajah yang serius.


"Ya, aku sangat yakin karena aku telah mendapatkan berita bahwa aku telah lulus Tes CPNS. Karenanya aku harus menyelesaikan urusanku dengan Mas Kamal dan Yonna secepatnya sebelum aku benar-benar diangkat jadi PNS!" ucap Riana dengan nada suara yang tegas.


"Benarkah? Selamat ya, Riana. Aku ikut senang mendengarnya." ucap Putra dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senyum yang lebar sambil bergerak untuk memeluk Riana tapi langsung dihentikan Riana saat itu juga.


"Terima kasih. Hmmm, bisakah kita masuk sekarang? Aku ingin urusan ini cepat selesai." ucap Riana dengan ekspresi wajah dan sikap yang canggung.

__ADS_1


"Tentu saja. Ayo, kita masuk ke dalam!" ucap Putra yang salah tingkah lalu bersikap santai dan berjalan terlebih dahulu dari Riana.


Riana yang sampai di Penjara bersama Putra langsung disambut oleh Orangtua Kamal dan Yonna tapi Riana yang tak memiliki tujuan bertemu keduanya pun memutuskan untuk langsung masuk.


Riana yang tak ingin kelepasan emosinya memutuskan untuk bertemu dengan Yonna terlebih dulu dan menunggu Yonna keluar dari Selnya.


"Riana, aku mohon maafkan aku. Aku bersalah. Aku khilaf. Aku sungguh menyesal. Aku mohon tarik kembali laporanmu!" ucap Yonna yang langsung memohon di hadapan Riana dengan tangan tertangkup ke depan.


"Aku datang untuk tujuan itu. Aku akan melepaskanmu dan mencabut laporanmu dengan satu syarat!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang dingin.


Yonna yang berpikir jika Riana masih mencintai Kamal dan akan mempertahankan rumah tangga yang telah dibina olehnya selama bertahun-tahun dengan percaya diri langsung mengatakan syarat yang bahkan belum diucapkan Riana.


Riana yang tidak pernah terpikirkan untuk kembali pada Kamal lagi setelah melihat adegan ranjang antara Kamal dan Yonna langsung merasa jijik pada Yonna yang duduk di depannya.


"Aku tidak menginginkan Mas Kamal lagi! Jika kau mau maka kalian bisa bersama nanti setelah aku menceraikannya!" ucap Riana dengan tatapan mata yang jijik sambil menghapus tangannya yang dipegang oleh Yonna dengan tisu basah lalu membuangnya ke tong sampah.


"Mak Kamal sudah seperti tisu itu bagiku dan kau sama seperti tong bagiku! Aku tak akan pernah mengambil sampai yang telah aku buang lalu aku pakai kembali!" ucap Riana dengan suara yang tegas sambil melihat Yonna yang langsung mengubah raut wajahnya menjadi kesal karena dibandingkan dengan tong sampah yang kotor dan busuk.


"Aku datang kemari hanya ingin memintamu mengembalikan semua uang dan harta yang diberikan Mas Kamal kepadamu karena harta itu bukan milikmu tapi milikku dan anak-anakku!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang serius.

__ADS_1


"Aku ingin kau membayarku sebesar seratus juta dan jika kau berhasil menyediakan uang itu maka aku akan dengan senang hati melepasmu dari sini!" ucap Riana dengan nada suara yang tegas.


Yonna yang mendengar perkataan Riana langsung terkejut dan marah tak terima jika harus membayar uang yang sangat banyak untuk kebebasannya.


"Apa kau sudah gila? Seratus juta? Apa kau sedang memerasku sekarang? Itu bukanlah uang yang kecil! Aku tidak punya uang sebanyak itu!" ucap Yonna dengan suara yang tinggi sambil berdiri dan menggrepak meja dengan sangat keras.


"Jika kau tak punya uang maka tetaplah di Penjara untuk waktu yang lebih lama. Jangan kau pikir jika kau tak ingin membayarku sekarang, kau tak perlu mengembalikan apapun!" ucap Riana yang duduk dengan tangan terlipat di dada.


"Aku akan menututmu secara perdata, Yonna!" ucap Riana dengan nada suara yang tegas dan senyum yang licik sambil meletakkan beberapa lembar foto dan kertas di hadapan Yonna.


"Aku akan mendapatkan uangku bahkan dalam jumlah yang lebih banyak dari sekarang nantinya!" ucap Riana dengan senyum yang lebar dengan tangan terlipat di dada.


Putra yang mengerti perannya sebagai Pengacara segera mengeluarkan berkas pengajuan tuntutan perdata atas nama Yonna.


Yonna yang melihat itu semua pun terdiam dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tangan terkepal erat karena semua yang direncanakannya untuk bisa bebas setelah mengetahui dari orangtuanya kalau Riana akan datang menemuinya.


"Sial! Kenapa semua jadi seperti ini? Kenapa semuanya jadi sangat kacau? Tak hanya aku diceraikan oleh Mas Dion dan Mas Kamal juga menjauhiku. Aku pun harus membayar sejumlah uang demi kebebasanku!" ucap Yonna dalam hati dengan ekspresi wajah yang kesal.


#Bersambung#

__ADS_1


Apa yang akan dilakukan Yonna nantinya? Apakah Yonna akan memberikan uang yang diminta oleh Riana atau memilih membiarkan Riana mengajukan tuntutan perdata? Tebak jawabannya di BAB selanjutnya ya..


__ADS_2