Pembalasan Istri Sah

Pembalasan Istri Sah
BAB 60. Sindiran Tetangga


__ADS_3

Kamal yang telah bebas dari Penjara berniat mengambil barang-barangnya di rumah miliknya dan Riana tapi tidak disangka ternyata semua pakaiannya telah dikirim Riana ke rumah orangtuanya.


“Dasar menantu tidak tau diri! Beraninya dia mengusir suaminya keluar dari rumah hanya dengan membawa pakaian saja!” ucap Ibu Wati dengan nada suara yang tinggi dan ekspresi wajah yang marah.


“Sudahlah, Bu. Ibu jangan marah-marah. Sebaiknya Ibu siapkan makanan, aku lapar!” ucap Kamal dengan nada yang setenga memberi perintah dengan ekspresi wajah yang kesal dan lelah di saat bersamaan sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya yang lama saat masih bujang.


“Makanan? Makanan apa yang kau maksud? Tidak ada makanan di rumah! Ibu tidak punya uang untuk membeli bahan makanan!” ucap Ibu Wati dengan ekspresi wajah yang kesal.


Kamal yang mendengar perkataan Ibunya itu pun berbalik arah dan menanyakan semua uang yang selama ini diberikannya.


“Apa? Tidak ada uang! Bukankah aku baru saja memberikan Ibu uang sebesar lima juta dua hari sebelum aku masuk Penjara?” tanya Kamal dengan ekspresi wajah yang bingung.


“Agh, uang itu sudah habis!” ucap Ibu Wati dengan nada suara yang santai dengan ekspresi wajah yang cuek.


“Habis? Kemana semua uang itu pergi? Lima juta hanya dalam waktu beberapa hari?” tanya Kamal dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.


Kamal yang telah kehilangan selera makannya pun masuk ke dalam kamar sambil membawa dua koper pakaiannya lalu mengunci kamar tersebut.

__ADS_1


“Hah, apakah Ibu dan Adik-adikku seboros ini selama ini? Pantas saja Riana terus meminta uang padaku untuk alasan Ibu dan Adikku!” ucap Kamal yang mulai menyesali perbuatannya.


Sementara itu, Ibu Irma dan Pak Aji yang pergi ke rumah Yonna dan Dion menjadi sangat bingung saat dirinya sampai rumah itu terlihat sepi sekali.


“Pagar rumahnya digembok dan juga tidak terlihat ada yang tinggal di sini!” gumam Pak Aji dengan ekspresi wajah yang bingung.


“Benar sekali, pak. Apa sebaiknya kita tanya kepada tetangga saja?” ucap Ibu Irma yang memberikan saran dan solusi dalam masalah mereka.


Ibu Irma dan Pak Aji yang penasaran pun bertanya dengan tetangga yang sedang duduk berkumpul dan menjadi sangat terkejut dengan jawaban yang didapatkannya.


“Hmmm, maaf Ibu ini siapa ya?” tanya tetangga yang lain yang penasaran dengan alasan kedatangan dua orang baru di lingkungan mereka.


“Saya adalah Ibunya Yonna. Hmmm, kalau boleh saya tau kemana Nak Dionnya pergi, ya?” tanya Ibu Irma dengan ekspresi wajah yang penasaran.


Tetangga yang mendengar nama yang telah membuat mereka sangat jijik dengan kelakuannya yang rendahan itu pun tanpa basa-basi dan memikirkan perasaan orang lain pun menghina Yonna dengan kata-kata yang kasar.


“Oh, Ibunya Yonna! Hahaha...” ucap tetangga yang berkumpul sambil tertawa kecil saling berpandangan satu sama lain dengan tatapan mata yang jijik.

__ADS_1


“Saya tidak tau dimana Pak Dion pergi dan meskipun kami tau pun kami tak akan memberitaunya!” ucap tetangga yang lain dengan tatapan mata yang sinis.


“Benar sekali. Kalau aku jadi Pak Dion, aku pasti pergi dari rumah yang penuh dengan kenangan menyakitkan!”


“Sungguh menjijikkan! Bagaimana bisa seorang Istri tanpa rasa malu mau-maunya saja tidur dengan pria lain yang bukan suaminya di Hotel!”


“Bagus sekali akhirnya wanita seperti itu di Penjara! Jika wanita itu masih ada di sini, bisa jadi suami-suami kami yang digoda dan diajaknya check-in di Hotel!”


Ibu Irma dan Pak Aji yang tak pernah merasakan malu dan tamparan yang tak berbekas itu hanya menarik nafas panjang dan pergi dari tempat tersebut.


“Yonna! Apa yang terjadi padamu, nak? Kenapa kau melakukan hal yang sangat memalukan dan rendah seperti ini?” tanya Ibu Irma dengan wajah yang sedih dan siap mengeluarkan air mata kapanpun.


“Yonna melakukan kesalahan dan saat ini dia sedang mendapatkan hukumannya. Kita tidak bisa melakukan apapun lagi kecuali memberinya nasihat agar hal ini tak terulang lagi di masa depan!” ucap Pak Aji yang kembali tenang lalu menghidupkan motornya kembali.


#Bersambung#


Bagaimana nasib Yonna?Apakah Yonna akan tetap berada di dalam Penjara? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..

__ADS_1


__ADS_2