
Riana yang tertidur karena terus menangis pun akhirnya terbangun dari tidurnya saat matahari telah tinggi karena suara handphonenya yang berbunyi.
"Hmmm, kepalaku sakit sekali!" gumam Riana dengan wajah yang kacau dan mata yang bengkak karena terlalu banyak menangis.
"Agh, siapa yang menghubungiku di jam sepagi ini?" ucap Riana dengan nada suara yang menggrutu dengan ekspresi wajah yang kesal.
Riana yang kesal karena tidurnya terganggu pun melihat nama yang tertera pada layar handphonenya dan langsung mengangkat telepon tersebut setelah mengetahui orang yang mengubunginya.
"Hallo, Putra. Ada apa menghubungiku? Apakah ada hal penting yang terjadi?" tanya Riana dengan tatapan mata yang penasaran dan ekspresi wajah yang lelah.
"Aku sudah memasukkan berkas perceraianmu ke Pengadilan Agama dan gugutanmu telah diterima!" ucap Putra dengan nada suara yang terdengar serius.
"Terima kasih." ucap Riana dengan nada suara yang terdengar sangat lesu dan lemah.
"Ada apa Riana? Apakah kau sakit?" tanya Putra dengan nada suara yang terdengar khawatir dan ekspresi wajah yang cemas.
"Tidak ada apa-apa. Aku baik-baik saja. Aku hanya merasa lelah dan juga baru saja bangun dari tidur!" ucap Riana yang berkata jujur.
"Baiklah. Serahkan masalah ini padaku. Aku akan menyelesaikan kasus ini untukmu!” ucap Putra dengan ekspresi wajah yang khawatir dengan nada suara yang terdengar mencoba menenangkan Riana yang sedang sedih.
Riana yang telah menangis semalaman pun akhirnya merasa sangat lega dan perasaan sedih, kecewa, serta sakit hati yang dirasakannya menghilang seiring dengan banyaknya air mata yang keluar dari pelupuk matanya.
“Semalam adalah air mata terakhir yang aku keluarkan untuk menangisimu, Mas! Tak akan ada air mata lainnya di masa depan dan hanya akan ada kebahagiaan dan tawa nantinya!” ucap Riana dengan tekad yang kuat.
Riana yang merasa lebih baik pun membersihkan dirinya lalu keluar dari kamarnya dan meminta maaf kepada orangtuanya karena mengabaikannya semalam.
“Jangan khawatir, Nak! Ibu dan Bapak baik-baik saja. Ibu senang melihatmu sudah terlihat lebih baik!” ucap Ibu Linda dengan ekspresi wajah lega dan senyum yang lembut.
Riana yang memutuskan untuk bersembunyi sementara waktu dari Keluarga Kamal dan Yonna karena ingin Kamal dan Yonna bermalam di Penjara lebih lama pun meminta bantuan orangtuanya.
“Ma! Pa! Jika ada yang mencari Riana siapapun itu tolong katakan jika aku sedang menenangkan diri dan Ibu tak tau aku ada dimana!” ucap Riana sambil menggenggam tangan Ibunya dengan ekspresi wajah yang memohon.
“Tentu saja. Ibu akan melakukan seperti yang kau inginkan! Benarkan, Pak?” tanya Ibu Linda kepada Suaminya yang ada di sampingnya.
“Ya, benar. Jangan khawatirkan apapun. Selesaikan saja urusanmu dengan Kamal. Masalah Shawn dan Shasa biarkan Mama dan Papa yang akan merawat mereka sementara waktu!” ucap Pak Tino dengan ekspresi wajah yang sedih dan senyum lembut yang dipaksakan.
__ADS_1
“Terima kasih banyak, Papa!” ucap Riana yang dipeluk kedua orangtuanya secara bersamaan sebagai dukungan untuk Riana.
Sementara itu, Dion yang telah menalak Yonna tepat sebelum dirinya meninggalkan Penjara memutuskan untuk keluar dari rumah dan menyewa rumah yang cukup jauh.
“Bagaimana Pak? Apakah anda menyukai rumahnya?” tanya Pak Dimas yang merupakan Pemilik Rumah yang rumahnya ingin disewa oleh Dion.
“Ini tempat yang bagus dan bebas dari banjir juga. Aku rasa lingkungannya juga bagus. Aku akan ambil tempat ini. Ini adalah uang sewanya. Aku akan pindah besok hari!” ucap Dion dengan percaya diri.
“Baiklah. Terima kasih untuk kerjasamanya, Pak! Bapak bisa katakan saja kapan ingin pindah. Saya akan datang bawakan kuncinya dan pada saat terima kunci saya akan langsung hitung sebagai hari pertama sewa!” ucap Pak Dimas dengan sangat profesional yang hanya dijawab anggukan kepala oleh Dion.
Dion yang telah menemukan rumah yang tepat sebagai tempat tinggalnya di masa depan bersama anak-anaknya pun kembali ke rumahnya bersama Yonna.
“Jika harga yang ditawarkan tidak terlalu jauh. Aku pasti akan menjual rumah itu segera sebelum Yonna keluar dari Penjara!” ucap Dion dengan tekad yang kuat.
“Aku tidak akan memberikan bagian kepada wanita j*lang itu sepeserpun uang!” ucap Dion dengan tatapan mata yang tajam.
Namun saat Dion sampai di rumahnya salah satu tetangganya datang menanyakan informasi yang didapatkannya.
Dion yang tau jika itu adalah aib merasa sangat malu dengan perbuatan Yonna tapi semua telah terjadi dan tak ada yang bisa dilakukannya.
“Yang sabar ya, Pak! Bapak adalah pria yang baik dan saya yakin akan ada wanita yang lebih baik untuk bapak dibandingkan Istri Bapak yang tidak tau malu itu!” ucap tetangganya itu dengan nada yang mengutuk.
Dion yang tak senang melayani Ibu-Ibu yang suka bergosip memutuskan untuk masuk ke dalam rumahnya dan mulai membereskan barang-barangnya dengan bantuan kedua orangtuanya serta saudaranya yang lain.
Dion yang tau jika dirinya tak ingin Yonna bebas begitu saja setelah semua yang dilakukannya pun menghubungi Riana dan meminta waktu bertemu.
Dion yang datang lebih dulu di salah satu kafe yang tak jauh dari rumahnya pun duduk menunggu kedatangan Riana.
Riana yang turun dari mobilnya segera masuk ke dalam kafe dan mencari keberadaan Dion lalu duduk di depannya.
“Maafkan aku yang datang terlambat. Di jalan sangat macet!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang bersalah.
“Tidak masalah. Duduklah!” ucap Dion dengan nada suara yang lebih ramah dari pertemuan pertama keduanya.
Riana yang tidak suka bertele-tele langsung bertanya kepada Dion alasan meminta bertemu dengannya sore itu.
__ADS_1
“Sebenarnya aku tak ingin Yonna bebas dari Penjara secepatnya! Aku ingin dia berada di dalam Penjara dalam waktu yang cukup lama!” ucap Dion dengan ekspresi wajah yang serius.
“Sebernarnya aku sedang berusaha memindahkan semua barang ke rumah sewaku dan menjual rumah itu secepatnya lalu menceraikan Yonna!” ucap Dion dengan tatapan mata yang tajam.
“Aku tidak bisa melakukannya karena aku pun telah memiliki agenda tersendiri!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang sedih.
“Aku telah memberitau Yonna tentang syarat jika dirinya ingin bebas yaitu dengan mengembalikan sejumlah uang yang selama ini diberikan Mas Kamal kepadanya! Jika Yonna bisa mengembalikannya lebih cepat maka aku tidak bisa melakukan apapun untuk itu!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang pasrah.
Dion yang mendengar perkataan Riana pun mengepalkan tangannya dengan sangat erat lalu membuat penawaran kepada Riana.
“Hmmm, aku tidak memintamu untuk tidak melepasnya tapi aku hanya ingin kau melepaskannya pada saat rumah yang ingin aku jual itu laku!” ucap Dion dengan ekspresi wajah yang memelas.
“Aku akan memberimu sepuluh juta jika kau menundanya sebentar.” Ucap Dion dengan ekspresi wajah yang berubah serius.
“Dua Puluh Lima Juta untuk dua minggu dan tak lebih dari itu! Jika dalam waktu dua minggu kau belum juga bisa menjual rumahnya maka kau tetap harus mentransfer uang sejumlah itu dan aku tak tertekan lagi dengan keinginanmu!” ucap Riana dengan nada suara yang tegas.
“Baiklah! Aku setuju!” ucap Dion yang mengulurkan tangannya kepada Riana sebagai tanda perjanjian.
“Maaf! Aku tidak percaya janji di mulut saja! aku membutuhkan Perjanjian Tertulis yang berkekuatan hukum!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.
“Aku mengerti. Aku akan melakukan seperti yang kau mau!” ucap Dion yang pasrah dengan syarat yang diberikan Riana karena dirinya memahami alasan Riana yang sulit percaya pada orang lain.
Riana yang telah menghubungi Putra untuk segera menemuinya di Kafe tempat dirinya dan Dion melakukan pertemuan pun segera mengubah topik pembicaraannya.
“Hmmm, urusanmu sudah selesai dan sekarang bisakah kita bicarakan tentang karir dan masa depan Mas Kamal dan Yonna sekarang?” tanya Riana dengan senyum yang licik.
#Bersambung#
Apa yang dilakukan Riana pada Kamal dan Yonna selanjutnya? Pilih jawabannya dari pilihan ganda di bawah ini dan jawaban terbanyak akan menentukan nasib karir Kamal dan Yonna!
a. Riana dan Dion tidak akan melaporkan Kamal dan Yonna tapi langsung menyebarkan video panas keduanya di sosial media dan membuatnya menjadi viral
b. Riana dan Dion akan melaporkan Kamal dan Yonna berselingkuh tapi tidak menyebarkan video panas itu ke sosial media demi masa depan anak.
c. Riana dan Dion tidak melaporkan ataupun menyebarkan video panas tersebut dan berharap keduanya mendapatkan hukumanan dari Tuhan dengan sendirinya.
__ADS_1