Pembalasan Istri Sah

Pembalasan Istri Sah
BAB 41. Ketahuan Shawn


__ADS_3

Riana yang berbaring di samping Kamal sambil memainkan handphonenya melihat Kamal tersenyum dan tertawa sendiri menjadi curiga.


Namun Riana yang tak ingin pusing memikirkan yang sedang dikerjakan Kamal memilih untuk mengabaikannya dan mengurusi kedua anaknya.


Malam yang semakin larut membuat Riana yang dikejar deadline pengerjaan soal untuk ujian siswa terpaksa bergadang tapi di saat Riana merasa sangat lelah Riana melihat handphone Kamal berada di atas meja.


"Hmmm, Mas Kamal sudah tidur dengan sangat nyenyak bahkan sampai mengeluarkan suara. Mas Kamal pasti tidak tau jika aku memainkan handphonenya sekarang!" ucap Riana dengan suara yang pelan.


"Saatnya memindahkan uang tersebut setengah ke rekeningku lalu kulakukan itu lagi keesokan harinya dan menyisahkan jumlah uang untuk menjebak Suamiku tercinta dan g*dunnya!" ucap Riana dalam hati sambil tersenyum kecil dan tatapan mata yang tajam lalu meletakkan kembali handphone itu ke tempatnya semula.


Riana yang masih memiliki banyak pekerjaan pun memutuskan untuk bergadang lalu keesokan paginya saat Riana mulai terbangun hal pertama yang ada di benaknya adalah mentrasfer sisa uang ke rekeningnya lalu mulai mengerjakan rutinitasnya setiap pagi.


Riana yang mulai dengan pekerjaan rumah lalu membangunkan anaknya dan Kamal untuk bersiap ke sekolah dan kerja.


Waktu pun berlalu hingga akhirnya anak dan suaminya pergi hingga menyisahkan dirinya sendirian di rumah dengan beberapa pekerjaan yang belum selesai.


Riana yang tak ingin pusing dengan pekerjaan rumah memilih bersantai kembali pun mengunci pagar dan pintu rumahnya lalu masuk ke dalam kamarnya.


"Hmmm, tidak disangka ternyata Mas Kamal langsung menghubungi p***cur itu setelah mengantar anak ke sekolah! Mas Kamal pasti menggunakan mobil orangtuaku untuk menjemputnya! Aku sangat tidak rela tapi aku harus bersabar!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang kesal.


Riana yang mensadap handphone Kamal pun akhirnya mengetahui bahwa Kamal dan Yonna berencana untuk bertemu besok sore pun tersenyum puas.


"Hmmm, Mas Kamal pasti sudah tau jika uang di dalam rekeningnya sudah aku transfer ke rekeningku jadi hanya tersisa dua puluh juta di dalam rekeningnya!" ucap Riana dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.


"Hmmm, sungguh hal yang sangat mudah untuk ditebak!" ucap Riana yang membaca notifikasi pesan email Kamal di handphonenya.


"Jadi kau sudah memesan hotel untuk menghabiskan malam indah bersama Mbak Yonna, Mas!" ucap Riana yang mengetahui bahwa Kamal menggunakan uang yang disisihkannya di rekening Kamal untuk bersenang-senang bersama Yonna dengan ekspresi wajah yang marah.

__ADS_1


Riana yang merasa akan gila dan menjadi orang yang stres jika terus membuka dan membaca isi pesan Kamal dan Yonna memutuskan untuk membuka laptopnya dan menyelesaikan deadline yang belum selesai dikerjakannya semalam.


Di saat bersamaan, Shawn yang pulang sekolah lebih awal memutuskan untuk untuk menonton film bersama teman-temannya yang lain tanpa meminta izin Riana.


"Sorry brother, gue ke toilet dulu! Kebelet nih!" ucap Shawn yang buru-buru meninggalkan temannya menuju toilet.


Namun setelah dirinya keluar dari toilet, Shawn melihat Kamal sedang merangkul seorang wanita di sampingnya dengan sangat mesra sambil tersenyum dan tertawa ceria.


"Papa! Itu Papa, kan? Lalu siapa wanita yang di samping Papa? Wanita itu bukan Mama!" ucap Shawn dengan ekspresi wajah yang bingung dan terkejut di saat bersamaan.


"Tunggu! Mau kemana mereka? Tidak! Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus mencaritau siapa wanita itu! Apakah wanita itu penyebab Mama selalu diam dan melamun beberapa minggu ini?" tanya Shawn dalam hati sambil berhati-hati mengikuti Kamal dan Yonna.


Kamal yang melihat Kamal masuk ke toko perhiasan dan membelikan sebuah kalung untuk Yonna menjadi kesal sambil terus memfoto yang dilakukan Kamal dan Yonna.


Lalu saat Shawn sedang mengikuti Kamal pergi tiba-tiba handphonenya berbunyi dan Shawn yang tau jika yang menghubunginya adalah temannya pun memutuskan untuk membatalkan rencananya.


Tepat setelah telepon di matikan, Shawn yang datang membawa kamera miliknya pun memotret Kamal yang dengan penuh cinta membelikan Yonna perhiasana.


Shawn yang melihat Kamal duduk di sebuah restoran bersama wanita lain pun memutuskan untuk terus mengikuti hingga duduk sedikit serong di belakang Kamal untuk bisa mendengar isi pembicaraan Kamal dan Yonna dan melihat respon Kamal.


"Hmmm, Mas terima kasih ya untuk hadiahnya. Ini sangat bagus dan aku sangat senang." ucap Yonna dengan nada suara yang manja dan senyum yang lebar.


"Sama-sama. Mas ikut senang lihat kamu bahagia seperti ini!" ucap Kamal dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil mengelus lembut rambut Yonna.


Shawn yang tidak percaya bahwa Ayah yang sangat dihormatinya dan Ayah yang sangat sayang pada keluarganya ternyata pria berselingkuh.


"Kau sangat tega pada Mama, Pa. Apa salah Mama sampai kau menghinatinya? Bagaimana perasaan Mama jika Mama tau semua ini?" tanya Shawn pada dirinya sendiri dalam hati sambil menghempaskan kasar wajahnya ke bawah.

__ADS_1


Di saat Shawn sedang memikirkan perasaan Riana tiba-tiba Pelayan datang dan menanyakan pesanan. Shawn yang kehilangan nafsu makan dan minummya pun memutuskan untuk membungkus salah satu menu yang menjadi kesukaan Riana.


"Saya pesan yang ini bungkus!" ucap Shawn dengan tatapan mata seakan siap menangis dengan wajah tertutup masker dan topi.


"Baik. Silahkan tunggu sebentar!" ucap Pelayan tersebut sambil mengambil kertas menu dan pergi meninggalkan Shawn sendirian.


Namun secara tak terduga, Shawn yang duduk di belakang Yonna mendengar percakapan keduanya yang menurutnya sangat tidak pantas.


"Mas, kita jadikan liburan bareng ke lombok? Aku pengen sekali lihat laut dan jalan-jalan. Bosen sekali di kota terus dan tidak ada pemandangan yang segar." ucap Yonna dengan wajah yang bahagia.


"Tentu, Mas akan trasferin uang ke rekening kamu. Lima juga cukup tidak untuk biaya pesawat dan hotelnya?" tanya Kamal dengan ekspresi wajah yang serius.


"Lebih dari cukup Mas uang segitu bahkan uangnya juga cukup untuk sewa hotel untuk sore ini!" ucap Yonna dengan nada suara yang genit dan kata-kata yang nakal.


Shawn yang mendengar kata-kata yang sangat tak pantas diucapkan dan didengarkan olehnya pun menjadi sangat terkejut dan dengan sangat cepat meninggalkan tempat duduknya saat pesanannya telah siap.


Shawn yang keluar dari Mal itu dengan langkah yang besar bergegas menuju parkiran dan pergi menjauh dari Mal tempat Kamal dan Yonna pergi.


Namun tanpa diduga, saat Shawn memutuskan pergi kedua sahabatnya yang curiga dan cemas padanya melihatnya lalu mengikuti dari belakang kepergian dirinya.


Shawn yang mengendarai motor matic dengan kecepatan tinggi tanpa pikir panjang menyalip motor dan mobil yang ada di depannya dengan sangat cepat hingga membuat motor temannya yang ada di belakang kesulitan mengejar.


Shawn yang terus bergerak dengan kecepatan tinggi secara tak terduga kehilangan keseimbangannya saat melihat ada seorang nenek tua menyebrang jalan dan secara tiba-tiba penglihatan Shawn yang awalnya jelas menjadi kabur.


"Apakah aku menabrak seseorang? Apakah orang yang aku tabrak meninggal atau aku yang meninggal? Agh, itu jauh lebih baik daripada mendapati kenyataan bahwa Papaku berselingkuh dari Mamaku selama ini!" ucap Shawn dalam pikirannya lalu memejamkan mata.


#Bersambung#

__ADS_1


Bagaimana keadaan Shawn? Apakah Shawn baik-baik saja? Apakah yang dipikirkan Shawn akan menjadi kenyataan? Tebak jawabannya di BAB selanjutnya ya..


__ADS_2