Pembalasan Istri Sah

Pembalasan Istri Sah
BAB 73. Pengumuman Pernikahan


__ADS_3

Kamal yang dirawat di rumah sakit menjadi sangat senang setelah mendapat kabar jika kedua anaknya akan datang menjenguknya.


Kamal yang masih berharap dapat bertemu dan melihat Riana sebelum dirinya menikahi Yonna dan pergi ke Sulawesi menjadi sangat sedih saat Anaknya hanya datang sendiri.


“Pa, kami datang untuk menjenguk Papa. Ini kami bawakan buah untuk Papa!” ucap Shasa dan Shawn secara bergantian yang memutuskan untuk tidak mengatakan apapun mengenai Ibunya.


“Terima kasih. Duduklah, Nak!” ucap Putra dengan sangat ramah yang membuat Yonna yang ternyata juga ada disana dengan cepat mengambil buah dari tangan Shasa.


"Hmmm, dimana Mama kalian? Apakah dia tidak mengantar kalian?" tanya Kamal dengan wajah yang penasaran.


"Mama ada urusan lain jadi Mama hanya mengantar kami lalu pergi dan akan menjemput setelah urusannya selesai!" ucap Shawn dengan wajah yang serius dan nada yang tegaa.


Yonna yang mendengar percakapan antara Kamal dan kedua anaknya itu hanya diam dan menatap kesal kepada Kamal yang masih mencari sosok Riana untuk datang menjenguknya bersama Shawn dan Shasa.


“Mas, kamu sudah memilikiku tapi kenapa kamu masih mencari keberadaan Mantan Istrimu? Apakah kau masih mengharapkannya?” tanya Yonna dalam hati sambil menggenggam pisau buah dengan sangat keras.

__ADS_1


Yonna yang melihat Kamal dapat tertawa dengan sangat lepas dan menunjukkan kasih sayangnya yang tulus kepada Anak-anaknya itu tanpa sadar memegang perutnya yang datar.


“Andai saja anak ini masih ada. Mas Kamal pasti akan sangat senang dan bahagia karena Mas Kamal pasti akan menyayanginya sama seperti Mas Kamal menyayangi Anak-anak yang dilahirkan oleh Mbak Riana!” ucap Yonna dalam hati dengan wajah yang sedih.


Shasa yang merasa tidak nyaman karena berada di satu ruangan bersama wanita yang menjadi penyebab pernikahan orangtuanya kandas pun memberikan kode kepada Shawn untuk segera pulang.


Shawn yang merasakan hal yang sama pun menyetujui permintaan Shasa dengan senang hati dan berniat mengatakan rencananya kepada Putra namun sebelum dirinya mengatakan sesuatu Kamal secara tak terduga memberikan dua berita yang sangat mengejutkan.


“Shasa! Shawn! Papa dipindah tugaskan ke Sulawesi jadi Papa akan tinggal di Sulawesi nanti!” ucap Kamal dengan nada suara yang sedih.


“Papa akan berangkat ke Sulawesi minggu depan dengan menggunakan Pesawat tapi sebelum berangkat Papa akan melaksanakan Ijab Kabul dengan Tante Yonna! Papa akan menikahi Tante Yonna!” ucap Kamal yang bingung tapi terpaksa jujur kepada Anak-anaknya.


Kamal yang sudah bisa menduga reaksi Shasa padanya hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan tak bisa membela Yonna karena Kamal sadar akan kesalahannya.


Namun Kamal yang khawatir dengan sifat tempramen yang dimiliki oleh Shawn pun menjadi sangat terkejut dengan respon dari Shawn.

__ADS_1


“Shasa! Tenangkan dirimu! Istighfar Shasa!” ucap Shawn dengan suara yang meninggikan sedikit suaranya yang seketika membuat Shasa terdiam.


“Maaf! Maafkan Shasa!” ucap Shasa yang mencoba menahan tangisnya lalu berniat untuk pergi keluar tapi ditahan oleh Shawn.


“Shawn tak bisa melakukan apapun dengan keputusan yang telah Papa buat tapi Shasa dan Shawn berharap semoga Papa bahagia dengan pilihan dan keputusan Papa. Semoga Papa tidak menyesal di kemudian hari!” ucap Shawn dengan wajah dan nada suara yang datar.


“Shawn dan Shasa punya banyak tugas sekolah jadi kami pamit pulang duluan, Pa!” ucap Shawn yang berpamitan kepada Kamal begitu pula dengan Shasa.


Keduanya yang tak menganggap Yonna ada itu pun langsung keluar tanpa mengucapkan kata-kata lagi yang membuat Kamal sangat kagum dengan ajaran Agama dari Riana pada Shawn.


“Maafkan aku Riana! Aku telah gagal menjadi Seorang Ayah maupun Suami yang baik! Tolong jaga anak-anak kita dengan sangat baik!” ucap Kamal dalam hati dengan wajah yang sedih.


Yonna yang mendapatkan penghinaan dan kata-kata kasar dari Shasa menjadi sangat marah dan kesal tapi saat menyadari bahwa Kamal tidak membantu ataupun membelanya membuat hati Yonna menjadi sangat sakit.


“Kamu tega sekali, Mas! Kamu biarkan anak kamu menghinaku! Apakah kamu tidak bisa menghargai keberadaanku di sampingmu sekarang, Mas?” tanya Yonna dalam hati sambil menatap Kamal dengan tatapan mata yang pilu sambil menggenggam erat pakaiannya untuk menurunkan kemarahannya.

__ADS_1


#Bersambung#


Akhir cerita yang sangat menguras air mata ini pun akan segera berakhir. Bagaimana akhir dari ceritanya? Tunggu di BAB selanjutnya ya..


__ADS_2