Pembalasan Istri Sah

Pembalasan Istri Sah
Bab 86


__ADS_3

Dan akhirnya, acara pernikahan secara negara aku dan Alex di gelar. Setelah lika liku kehidupan dan masalah selesai.


Begitupun dengan Gina yang sudah menerima pernikahanku dengan Alex.


Walau awalnya berat, Gina menerima semuanya.


"Akhirnya menikah juga. " Bisikan Alex membuat aku menyunggingkan bibir atas.


"Norak tahu, biasa aja kali. Kita kan sudah menikah, " ucapku, pada lelaki bergelar seorang suami.


"Ya, bedalah, pernikahan kemarin, masa ia harus di samain. Oh ya, malam pertama juga pasti beda, yang ini pasti akan hot. " balas Alex, menggosok gosokan kedua tangannya di depanku.


"Dih, sepertinya pikirkan kamu harus di cuci. Deh, aku lihat karatan, banyak hal hal aneh. "


Alex tampak diam, ia memegang kepalanya.


"Ya elah, emang besi karatan. Ini tulang bosku, " ketus Alex, mencium pipi ini di depan banyak tamu.


Ah, walau pun Alex sudah menjadi suamiku, tetap saja di depan semua orang melakukan hal mersa seperti tadi membuat aku sangat malu.


"Duhh, pipinya merah merona." ejek Alex padaku, dari tadi ia tak henti hentinya memancing emosiku, sengaja membuat aku murka.


"Ayolah, Alex. Jangan buat aku emosi, ini pernikahan, nanti saja bercanda candanya. " Bisikku pada Alex.


"Baiklah, biar nanti malam saja bercanda bercandanya gimana. Sambil, mm. Mm. " Alex menatap tubuhku, ia menjulurkan lidahnya kembali, seperti ular yang kelaparan.


"Maksud kamu?" Berpura pura polos, padahal aku sudah mengerti keinginannya.


Alex malah tertawa. Ia kembali mencubit pipiku dengan lembut. Sampai terdengar suara batuk seseorang.


"Mm, kalian ini, masih sempat sempatnya bercanda. "


"Ah, ternyata sosok itu adalah Gina. Dia tampak cantik dengan kebaya sederhana. "


"Gina, asal kamu tahu, kakak kamu ini. Bisanya bikin kesal saja. "


Alex malah tersenyum, lalu menjawab, " kesal tapi sayangkan. "


"Dih lebai. "


"Tapi suka kan."


Gina menggelengkan kepala, lalu berucap," sudah sudah. Jangan berdebat, ini kan acara istimewa kalian, nikmatin lah, biar nanti malam saja berdebatnya. " Gina tersenyum tipis dan berbisik di hadapan kami. " Sambil di peraktekin. Hehhe. "

__ADS_1


Adik dan kakak sama saja, mereka keluarga penuh dengan candaan dan lawak.


" Gina kamu kecil kecil ya. "


Gina pergi begitu saja, membuat Alex berucap. " kamu dengarkan apa kata Gina. "


"Apaan sih. "


Acara pernikahan yang terlihat ramai dengan para tamu udangan, membuat aku sedikit kelelahan, dimana sosok wanita cantik dengan tubuh seperti gital sepayol. Datang menghampiri Alex.


" Alex, aku nggak nyangka banget kamu menikah secepat ini. " Gadis itu terlihat begitu akrab dengan suamiku, ia hampir memeluk tubuh Alex.


Namun berusaha aku tahan, " stop, jangan kelewat batas ya. Mbak. "


Gadis itu menatap ke arahku, ia memperlihatkan raut wajah juteknya padaku, tidak seperti pada Alex. Begitu ramah dan lembut.


"Hey, siapa kamu?"


Apa maksud Gadis cantik ini, dia mempertanyakan siapa aku, kurang ajar. Emosi kini semakin meluap luap, berkacak pinggang dengan mengeluarkan suara lantang," heh. Mata anda pecak atau buta, anda tidak lihat saya dari tadi, berdiri memakai gaun pengantin. "


"Oh." Mengibaskan rambut panjangnya, yang tercium bau bunga bangkai. Dengan santainya gadis itu berucap, " biasa aja kali mbak, aku kira mbak seorang perias. "


Menyunggingkan bibir, ingin rasanya aku memukul bibir tebal milik gadis dihadapanku ini, dari bibirnya yang begitu tebal seperti bibir yang baru saja tersengat tawon.


Gadis berbody seksi itu mulai menyodorkan tangannya, ia mengajak aku bersalaman.


Namun karena ini acara sepesialku, terpaksa aku menahan nahan amarah ini, agar tak menjadi momen sial.


"Kenalkan, namaku. Ratu ayu dewi. Bisa di panggil dengan panggilan Dewi. "


Karena tak ingin mempelihatkan kesan buruk di acara pernikahanku ini, aku mulai menyentuh tangannya untuk bersalaman denganku.


Namun hal yang tak aku duga terjadi, Gadis bernama Dewi itu, menyingkirkan tangannya. Membuat aku geram dengan kekesalan yang tak tertahankan lagi.


"Alex, masa iya dia pengantimu, kolot tahu. " Bisikan gadis itu pada Alex terdengar oleh telingaku.


Awas ya.


"Alex, aku pamit mau nyicipi hidangan di acara pernikahan kamu. "


Alex tetap mempelihatkan senyumanya, tidak ada pembelaan apa, saat gadis itu berani meledekku dengan sebutan kolot.


Membuat aku dengan terpaksa, mengijak baju kebaya panjang miliknya, hingga gadis itu pergi. Baju yang ia kenakan mengalami kerobekan yang cukup lumayan parah, membuat aku tertawa dalam hati.

__ADS_1


"Rasain lu, emang enak. Siapa suruh sok kecakepan, gue kerjain. Baru tahu rasa lu. " Gumamku dalam hati, merasakan rasa puas.


Alex diam berdiri, tak ada respon untuk membantu gadis itu.


Dimana gadis berbodi sepayol itu, terlihat menangis meminta bantuan pada Alex.


"Alex, kenapa kamu tidak membantu dia. "


Alex mulai menyuruh orang untuk membantu gadis itu berdiri, memberi kain menutupi bajunya yang sobek parah karena ulahku.


"Alex. Kamu tega nggak bantu aku." Sambil menangis terisak isak, Gadis itu begitu menyedihkan.


Gina yang menyadari satu tamu mendapat musibah, membantu dengan menyuruh sang tamu masuk ke ruangan kusus.


"Kak Dewi, ayo aku antarkan kakak keruanga ganti. Biar kakak bisa berganti pakaian. "


Gadis itu terlihat begitu menyedihkan, di saat Gina membawanya pergi dari hadapanku. Ia berjalan sepoyongan karena merasakan rasa sakit pada kakinya.


Aku sengaja melakukan semua itu untuk membuat dia kapok, "siapa suruh bikin onar. Dia belum tahu saja siapa aku ini. "


Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi, di mana aku mulai mengganti pakaianku.


Berjalan menuju ruang ganti, aku melihat sosok gadis menyebalkan itu sedang duduk menikmati makanan yang dihidangkan Gina.


"Hem, tidak tahu malu ya. " Ucapku, sembari melewati gadis tidak tahu malu ini.


"Hoh, seorang pengantin kolot ternyata. "


Balasnya, tak mau kalah denganku.


Menatap ke arah Gadis itu, aku melihat pakaiannya kini sudah rapi, tidak seperti tadi sobek sampai memperlihatkan punggungnya yang berwarna putih.


"Aku nggak nyangka banget, ada pengantin yang nekat mengerjai seorang tamu spesial ini. "


Apa katanya spesial, ah. Memangnya martabak telor pake toping sepesial.


Mendekatkan tangan pada telinga, " Wah, apa aku tidak salah dengar dengan ucapanmu yang mengatakan kalau kamu itu kamu spesial, hanya kenal akrab dengan Alex saja sudah bangga. "


Gadis itu tampak kesal dengan ucapanku yang terus membalasnya tanpa rasa takut, dia berdiri menuju ke arah wajahku dengan kekesalan yang ia tampilkan saat ini.


"Dengar ya, asal kamu tahu, aku ini mantan pacar Alex. "


Deg ....

__ADS_1


Aku mencoba tidak terpancing akan perkataannya, " mantan? Bukannya kalau sudah bergelar seorang mantan, sudah jadi barang bekas ya. Dan kamu tahu kan barang bekas itu pastinya harus di buang ke tong sampah. Agar tidak merusak lingkungan. Karena bau. Hahahha. "


Kedua tangan gadis itu mengepal, ia berucap dengan nada kesalnya. " Kurang ajar kamu. "


__ADS_2