Pembalasan Istri Sah

Pembalasan Istri Sah
BAB 62. Menjual Tanah


__ADS_3

Ibu Irma dan Pak Aji yang tak mendapatkan bantuan apapun dari Dion bahkan hanya penghinaan yang diterima pun pergi menemui Yonna di dalam Penjara dan menceritakan semua yang terjadi.


“Apa? Bagaimana bisa Mas Dion melakukan itu padaku? Semua Perhiasan itu milikku! Dia tidak berhak mengambil semuanya!” ucap Yonna dengan ekspresi wajah yang marah.


“Jika aku keluar dari sini, aku akan menuntut semua Perhiasan dan tabunganku kembali!” ucap Yonna dengan ekspresi wajah yang kesal.


“Sabar, Nak. Apa yang kau ucapkan? Dion melakukan itu semua karena kesalahanmu! Apa kau tidak merasa bersalah atau menyesal telah melakukan semua hal yang memalukan ini?” tanya Ibu Irma dengan nada suara yang meninggi.


“Sabar? Ibu memintaku bersabar dalam situasi seperti ini. Bagaimana aku bisa sabar jika seperti ini?” tanya Yonna yang meninggikan nada suaranya dengan ekspresi wajah yang kesal.


“Lihat aku! Aku terkurung di dalam Penjara dengan memakai baju oranye, baju tahanan! Aku terancam dipecat dari pekerjaanku jika aku tidak segera keluar dari sini dan Mas Kamal bisa meninggalkanku jika aku tetap di sini!” ucap Yonna dengan emosi yang meluap-luap.


“Cukup, Nak! Kamal sudah memiliki Istri dan Anak. Kau pun masih berstatus Istrinya Nak Dion. Apakah kau tidak memikirkan perasaan anak-anakmu?” tanya Ibu Irma dengan ekspresi wajah yang tidak percaya dengan yang didengarnya.


“Mas Kamal dan Mbak Riana pasti akan bercerai. Aku dan Mas Dion pun akan bercerai karena Mas Dion sudah menjatuhkan Talak Tiga padaku!” ucap Yonna dengan percaya diri.


“Setelah proses cerai kami selesai dan Masa Iddahku berakhir. Aku akan menikah dengan Mas Kamal dan menjadi Istri Sahnya!” ucap Yonna dengan nada suara yang tegas.

__ADS_1


“Anak-anak bebas mau melakukan apapun. Jika mereka ingin ikut denganku silahkan dan jika mereka ingin ikut Mas Dion pun silahkan saja. Aku tidak akan menghalangi mereka!” ucap Yonna dengan ekspresi wajah yang tidak peduli.


Pak Aji yang mendengar perkataan Yonna tanpa sadar terus mengucap nama Tuhan berulang kali dan meminta ampunan akan dosa Putrinya itu serta meminta hidayah untuk semua kesalahan yang dilakukan Yonna.


Yonna yang tak ingin tetap berada di dalam Penjara lebih lama lagi meminta Orangtuanya mengeluarkannya dengan nada mengancam.


“Aku mau keluar dari Penjara ini secepatnya. Jika dalam waktu dua hari aku tidak keluar maka Ibu dan Bapak akan mendengar kabar kematianku di dalam Penjara ini! Aku sudah tidak sanggup lagi tinggal disini!” ucap Yonna dengan nada suara yang tegas.


“Apa yang kau katakan, Nak? Kau tidak boleh mengatakan itu!” ucap Ibu Irma dengan ekspresi wajah yang terkejut.


“Jika Ibu dan Bapak masih ingin melihat Yonna hidup bahagia maka lepaskan Yonna dari dalam Penjara dan restuin hubungan Yonna dengan Mas Kamal!” ucap Yonna dengan ekspresi wajah yang serius.


“Jika terjadi sesuatu pada Pernikahanmu dengan Kamal nantinya, jangan pernah meminta saran ataupun bantuan kami! Kau harus menerima semua konsekuensi yang telah kau pilih!” ucap Pak Aji lagi dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.


“Tentu saja. Aku pasti akan hidup bahagia bersama Mas Kamal! Mas Kamal jauh berbeda dengan Mas Dion! Aku yakin Mas Kamal adalah jodohku!” ucap Yonna dengan percaya diri.


Ibu Irma dan Pak Aji yang tak bisa membiarkan Yonna berada di dalam Penjara dalam waktu yang lama karena rasa sayangnya yang besar pun memutuskan menjual tanah yang dimilikinya.

__ADS_1


Pak Aji yang menjual tanahnya dengan harga yang lebih murah dari harga pasarnya membuat tanah tersebut terjual dalam waktu yang sangat singkat.


Yonna yang mendapatkan kabar jika uang yang diminta Riana telah tersedia dengan perasaan bahagia menunggu kedatangan Riana ke Penjara.


Sementara itu, Kamal yang telah masuk kembali ke Kantornya setelah beberapa hari tidak bekerja tanpa ada kabar sama sekali merasa jika suasana tempatnya bekerja terasa sangat asing.


Kamal yang mendapatkan panggilan dari Pak Kuncoro yang ternyata dipindahkan kembali ke Kantor Cabang tempatnya semula dan Pak Herman yang baru saja pindah beberapa minggu terakhir memutuskan untuk berhenti bekerja.


Kamal yang tak tau apapun sangat ingin bertanya pada teman kerjanya tapi semua orang menghindarinya dan tak ada yang ingin bergaul dengannya.


“Ada apa ini? Kenapa sikap semua orang menjadi sangat aneh? Apakah mereka sudah tau tentang kasus yang aku alami sekarang?” tanya Kamal dalam hati dengan ekspresi wajah yang penasaran.


Kamal yang merasa sangat tidak nyaman berada di dalam kantor merasa waktu berjalan sangat lama untuknya.


“Sial! Baru kali ini aku merasa bekerja di sini waktunya terasa sangat lama!” gumam Kamal dengan ekspresi wajah yang kesal.


#Bersambung#

__ADS_1


Apakah Riana akan melepaskan Yonna begitu saja setelah menerima uangnya? Bagaimana nasib Kamal selanjutnya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...


__ADS_2