
Riana yang menawarkan mobil miliknya ke semua aplikasi jual beli barang bekas dan juga media sosial miliknya akhirnya mendapatkan beberapa respon dari orang yang berniat membeli mobilnya.
"Aku tak akan membiarkanmu berhasil untuk semua rencanamu Yonna!" ucap Riana yang telah berhasil membuat janji untuk menjual mobil miliknya.
Riana yang tak bisa menjual mobil itu sendiri karena Kamal membawa mobil tersebut terpaksa menghubungi Kamal untuk membawa mobil tersebut ke tempat yang telah disepakati.
"Mas, bisa tidak sore ini kita temui orang yang mau beli mobil kita?" tanya Riana dengan ekspresi wajah yang dingin dan nada suara yang lembut.
"Tentu saja bisa. Katakan saja tempatnya setelah pulang kerja Mas akan segera kesana!" ucap Kamal dengan penuh semangat dan antusias yang tinggi.
"Hmmm, apa Mas tidak lembur hari ini? Biasanya kan Mas selalu lembur kerja." ucap Riana dengan nada suara yang terdengar sinis dengan tatapan mata yang menyipit tajam.
"Agh, Mas tidak lembur hari ini karena Bos ada urusan di luar!" ucap Kamal dengan tawa canggung dan wajah yang kaku.
"Oh, baiklah kalau begitu Mas. Aku kirim lewat pesan saja alamatnya, ya? Hmmm, Mas aku kerja dulu nanti lagi ya!" ucap Riana yang tak ingin lebih lama lagi bicara dengan Kamal.
Riana yang telah menghubungi Kamal pun bersandar di meja kerjanya sambil menarik nafas panjang lalu menghubungi orang yang berniat membeli mobilnya.
Riana yang tak ingin Kamal mendapatkan semua jumlah uang dari hasil jual beli mobil pun melakukan kesepakatan kecil dengan pembeli setelah menjual kisah hidupnya yang diselingkuhi .
"Aku tidak peduli pandangan orang lain tentangku karena bagiku penting untuk mengamankan aset dan mengambil uang dalam jumlah sebanyak-banyaknya karena setelah perceraian terjadi Mas Kamal pasti tak akan peduli kepada kedua anaknya!" ucap Riana dengan suara yang rendah.
__ADS_1
"Jika aku tak memiliki uang maka bagaimana aku bisa membiayai kebutuhan kami bertiga dan biaya pendidikan Shawn dan Shasa jadi aku bertahan sebentar lagi!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang lelah.
"Ayo, Riana! Kamu pasti bisa! Semangat! Kamu harus bertahan hingga akhir!" ucap Riana yang mulai menyemangati dirinya sendiri karena ada dua tanggungjawab yang harus dilaksanakannya.
Waktu pun berlalu dan waktu janji temu pun telah di depan mata. Riana yang telah sampai terlebih dulu pun menegaskan kembali keinginanya.
"Mbak Linda, terima kasih sudah mau mengerti posisiku." ucap Riana kepada Pembeli mobilnya yang ternyata adalah temannya saat melakukan mengikuti Pelatihan.
"Sama-sama Riana. Mbak juga sangat membenci Pria hidung belang yang sukanya selingkuh dan jajan di luar. Jangan khawatir Mbak akan mengatakan seperti yang telah kita bicarakan sebelumnya tapi kamu yakin mobilnya masih sangat bagus?" tanya Linda dengan ekspresi wajah yang mencoba meyakinkan dirinya bahwa Riana tidak akan pernah berbohong padanya.
"Tentu saja, Mbak. Aku membujuk Mas Kamal menjual mobil ini karena aku tidak senang Mas Kamal menggunakan mobil yang harusnya dipakai olehku dan anaknya justru digunakan untuk mengantar dan menjemput wanita j*lang itu!" ucap Riana dengan nada suara yang terdengar marah.
"Baiklah. Mbak percaya sama kamu Riana. Mbak akan kasih kamu tiga puluh jutanya terpisah dari nominal yang telah kita sepakati!" ucap Linda dengan ekspresi wajah yang serius.
Setelah semua sesuai dengan yang disepakati, Linda pun mentransfer uangnya ke rekening Riana yang membuat Kamal tak bisa berkutik.
"Sudah saya transfer uangnya. Silahkan dicek, ya!" ucap Linda dengan ekspresi wajah yang bahagia setelah mendengar pernyataan suaminya bahwa mobil itu masih sangat bagus.
"Baik, Mbak. Terima kasih banyak ya!" ucap Riana yang menyerahkan semua surat-surat kepada Linda dan tersenyum bahagia.
Riana yang telah menyelesaikan urusannya pun kembali ke rumah bersama Kamal dengan Kamal yang mengemudi mobil.
__ADS_1
Kamal yang tau jika Riana memegang semua uang penjualan mobil pun mengatakan kembali keinginannya yang ingin menggunakan uang untuk Yonna dengan alasan biaya pergi ke luar kota.
"Dek, Mas mau minta uang untuk biaya Dinas keluar kota? Mas tidak lama perginya hanya beberapa hari saja nanti uangnya akan Mas langsung kasihkan ke Adek jika sudah cair!" ucap Kamal yang mencoba membujuk Riana lagi.
"Hmmm, apakah lima juta cukup Mas?" tanya Riana dengan nada suara yang datar dengan wajah tanpa ekspresinya.
"Itu tidak cukup, Dek. Mas harus beli tiket pesawat pulang-pergi dan belum lagi juga harus membayar sewa hotel selama dinas keluar kota. Mas juga harus memikirkan biaya makan, loundry , tranportasi dll selama di sana!" ucap Kamal yang mencoba menawar kepada Riana.
"Hah! Lalu berapa total jumlah semua biayanya, Mas?" tanya Riana dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang terdengar tidak senang.
"Hmmm, mungkin sekitar lima belas juta!" ucap Kamal dengan santainya bicara dengan ekspresi wajah tanpa rasa malu dan senyum yang canggung.
"Kamu ingin uang lima belas juta untuk diberikan kepada j*lang itu! Kau sungguh keterlaluan, Mas!" ucap Riana dalam hati dengan wajah yang kesal.
"Apa? Lima belas juta? Mas itu terlalu mahal. Bagaimana bisa biaya dinas keluar kota selama beberapa hari menghabiskan uang sampai lima belas juta. Kamu jangan bercanda, Mas!" ucap Riana dengan wajah terkejut dan kesal di saat bersamaan.
"Mas kesana tidak sedang jalan-jalan, Dek. Mas keluar kota karena harus kerja dan uangnya juga untuk Adek dan anak-anak!" ucap Kamal yang tidak peduli dengan tanggapan Riana.
"Yakin untukku dan anak-anak dan bukan gadunmu! Hah! Menyebalkan sekali!" ucap Riana yang langsung menarik nafas panjang untuk menjaga kewarasannya.
"Agh, baiklah. Aku mengerti!" ucap Riana yang memutuskan untuk mengalah satu langsung dan maju beberapa langkah secara bersamaan lalu menghancurkan semuanya.
__ADS_1
#Bersambung#
Apa yang sedang dipikikan Riana? Bagaimana Riana mengambil uang pinjaman bank yang ada di akun bank milik Riana? Tunggu jawabanny di BAB selanjutnya ya..