
Kamal yang melihat tiga orang berseragam Polisi datang memasuki kamar Hotelnya menjadi sangat bingung lalu saat dirinya melihat Riana berada di antara ketiga Polisi itu dengan air mata yang mengalir sangat banyak merasakan rasa bersalah di dalam hatinya.
"Ri-Riana... I-ini...!" ucap Kamal yang tak bisa mengatakan apapun lagi setelah semua perbuatannya yang menghianati Pernikahan mereka ketahuan.
"Riana, tenang! Aku bisa jelaskan semua ini. A-a-ku..." ucap Kamal yang ternyata tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi dengan keringat yang mengalir sangat banyak.
Riana yang selama ini memendam perasaan kecewa, kesal, dan sedihnya langsung menghapus air mata yang jatuh saat mendengar Kamal memanggil namanya.
"Kau tak pantas menyebut namaku dengan mulutmu yang penuh kebohongan dan dusta!" ucap Riana dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.
Riana yang tak ingin melihat Kamal baik-baik saja setelah semua yang dilakukannya padanya dan anak-anaknya pun berjalan maju ke depan
"Riana dengarkan Mas! Mas, Mas minta maaf Riana!" ucap Kamal yang mencoba meraih tangan Riana tapi langsung ditepis oleh Riana dengan kasar.
"Jangan kau sentuh aku dengan tubuhmu yang kotor itu, Mas. Aku sangat jijik padamu! Terutama saat melihatmu dengan kedua mataku ini sedang berhubungan int*m dengan wanita j*lang ini!" ucap Riana yang menatap tajam ke arah Yonna yang membuat Yonna terdiam dan menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang malu.
Riana yang telah sampai pada di titik dimana dirinya telah berdamai dengan dirinya dan hatinya pun menampar wajah Kamal dengan sangat keras.
"Kamu! Tega sekali Mas! Kamu tidak hanya membohongiku tapi juga menghianati janji suci Pernikahan kita!" ucap Riana dengan nada suara yang terdengar berat dan tatapan mata yang tajam lalu mengambil tisu basah lalu mengelap tangannya yanh digunakan untuk menampar Kamal lalu membuangnya ke wajah Kamal.
__ADS_1
"Dek! Dek, ma-maafin Mas! Mas bersalah!" ucap Kamal yang masih terduduk di atas tempat tidur dengan wajah yang bersalah dan sedih.
"Kau memang salah Mas. Siapa yang bilang jika perzinahan dan perselingkuhan yang kau lakukan ini benar?" sindir Riana dengan senyum kecil di sudut bibirnya.
Riana yang tak ingin kehilangan momennya pun mengalihkan pandangannya kepada Yonna lalu mengatakan semua yang ingin dikatakannya saat ini.
"Kau menginginkan suamiku selama ini, bukan? Kalau begitu aku akan memberikannya padamu sekarang karena bagiku seorang penghinat sangat cocok bersama p*l*cur!" ucap Riana dengan nada berbisik di kata terakhir di balik telinga Yonna sehingga membuat Yonna terdiam sambil menggenggam tangannya dengan sangat erat.
Tak hanya Riana yang melampiaskan amarahnya bahkan Dion yang tak bicara apapun ternyata langsung melayangkan tinju ke wajah Kamal dengan sangat keras.
Yonna yang melihat Dion, Suaminya, memukul wajah Kamal dengan sangat keras langsung bereaksi menemui Kamal dan membantunya.
"Dasar P*l*cur murahan! Kau telah berzinah dengan pria lain di depan suamimu tapi kau bahkan masih mengkhawatirkan selingkuhanmu! Kau sungguh wanita j*lang!" teriak Dion dengan suara yang keras lalu menampar wajah Yonna hingga membuat bibir Yonna berdarah.
Aris yang sengaja memberikan Riana dan Dion kesempatan untuk melakukan yang ingin dilakukannya kepada Kamal dan Yonna pun bergegas mengurusi kedua Pelaku tersebut saat menyadari kondisi tidak lagi kondusif.
"Bharada Rika! Bharada Denny! Urus kedua tersangka ini!" ucap Aris dengan suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang serius.
"Baik, Komandan!" ucap keduanya secara bersamaan lalu tanpa pikir panjang membuat Rika menyerahkan handphonenya kepada Manager Hotel untuk merekam kejadian selanjutnya.
__ADS_1
Rika yang menggiring Yonna ke tempat yang berbeda pun ikut menemani Yonna mengganti pakaiannya dan begitu pula dengan Denny yang mengikuti Kamal berganti pakaian.
Setelah keduanya selesai berpakaian, kedua tangan Kamal dan Yonna ternyata langsung diborgol dan didorong paksa keluar dari Hotel menuju mobil Polisi.
Kamal yang terus melihat ke arah Riana dan Yonna yang terus menghindari tatapan orang-orang padanya terutama tatapan amarah di wajah Dion membuat Riana tak menunjukkan reaksi apapun.
"Bu, aku akan membawa kedua tersangka ini ke kantor polisi terdekat untuk diperiksa. Ibu bisa ikut nyusul ke Kantor Polisi bersama Kak Putra!" ucap Aris dengan nada suara dan sikap yang sopan.
"Hmmm, baiklah. Aku mengerti!" ucap Riana setelah menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuan lalu bicara dengan Dion yang hanya berdiri tak jauh dari tempat itu.
Aris yang telah melakukan tugasnya pun pergi membawa mobil polisi dengan Yonna dan Kamal berada di kursi kedua bersama Barada Denny.
"Aku akan menunggu Ibu di Kantor Polisi bersama Pak Dion! Kita akan bertemu di Kantor Polisi! Serahkan kedua tersangka ini pada kami!" ucap Aris dengan percaya diri.
Dion yang melihat Yonna bersama Kamal dibawa pergi dengan mobil polisi pun langsung mengeluarkan amarahnya yang belum puas dikeluarkan pun memukul dinding hotel dengan tinjunya.
"Dasar wanita j*lang! Beraninya kau menghianatiku dan tidur dengan pria lain! Aku tak akan pernah memaafkanmu! Lebih baik kau mendekam saja di dalam penjara selamanya!" ucap Dion dengan ekspresi wajah yang marah dengan mata yang memerah.
#Bersambung#
__ADS_1
Apa yang akan terjadi pada Kamal dan Yonna? Akankah keduanya menerima hukuman yang sebenarnya? Bagaimana reaksi Keluarga Kamal dan Yonna setelah mengetahui kasus ini? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..