
Riana yang sudah tak ingin bertemu apalagi bicara dengan Kamal pun keluar dari ruangan itu yang membuat Kamal berlari mengejar Riana agar tak pergi begitu saja.
"Ti-tidak! Tu-tunggu! Dek, dengarkan Mas dulu!" ucap Kamal dengan suara yang keras dengan wajah yang khawatir karena Riana tak akan mengunjunginya lagi.
Namun saat Kamal berlari mengejar Riana. Seorang Sipir langsung bergerak menghentikan Kamal dan memasukkannya kembali ke dalam penjara.
"Berhenti disana! Mau kemana kau? Dasar Penjahat! Kamu mau kabur, ya?" tanya Sipir Penjaga dengan suara yang keras sambil memegang tangan Kamal dengan sangat keras lalu memborgol tangan Kamal.
Meskipun tangan terborgol dan dipaksa kembali ke dalam penjara. Kamal yang tak ingin Riana pergi tanpa henti memanggil nama Riana tapi tak satupun respon yang diharapkan datang.
"Tunggu Pak. Biarkan aku bicara dengan istriku sebentar saja. Percakapan ini sangatlah penting!" ucap Kamal yang memohon kepada Sipir Penjara untuk membebaskannya sebentsr saja.gģjĥĥp
Riana yang keluar dari ruangan itu bergegas sambil mengabaikan pertanyaan yang ditanyakan oleh Mertua dan Iparnya.
__ADS_1
"Riana! Kenapa kau keluar cepat sekali? Ada apa dengan Kamal?" tanya Ibu Wati dengan wajah yang bingung ekspresi wajah yang penasaran.
"Benar! Apakah Kakakku tidak leluar dari Penjara?" tanya Putri dengan wajah yang bingung dan tatapan mata yang bergerak ke kanan dan kiri mencari keberadaan Kamal.
Riana yang juga telah dalam suasana hati yang buruk pun memutuskan untuk kembali dan membiarkan Yonna dan Kamal berada dalam Penjara untuk waktu yang lebih lama.
Sementara itu, Maya dan Dewi yang telah menyebarkan berita tentang Kamal dan Yonna yang dipenjara karena ketahuan selingkuh menyebar sangat cepat.
Orang-orang di dalam kantor yang mendapatkan berita tak terduga itu tak ada hentinya membicarakan topik perselingkuhan dan Perzinahan hingga hal ini menjadi pembicaraan yang sangat ditunngu.
"Agh, aku sudah melihatnya. Videonya sangat menakjubkan. Yonna bahkan berada di posisi atas mengambil posisi yang mengatur permainan!"
"Hahahha.... Yonna yang seperti itu pun terlihat sangat hebat di ranjang."
__ADS_1
"Aku jadi ingin menikmati goyangannya. Hahaha... Apa Yonna membuka panggilan seperti wanita-wanita itu?"
Kantor pun berubah seperti tidak memiliki pembicaraan yang berbobot dan tidak bermoral hingga akhirnya berita tentang Yonna yang masuk ke dalam Penjara terdengar ke telinga Bos Baru.
"Hmmm, bodoh sekali! Kau bahkan tak bisa menyembunyikan perselingkuhanmu dengab baik!" ucap Bos Baru dengan wajah yang menantap rendah Yonna lalu menghubungi seseorang untuk memblokir kartu kredit yang diberikannya kepada Yonna pada hari itu.
Sementara itu, Riana yang telah kembali ke rumahnya langsung menutup pintu kamarnya dan menguncinya dari dalam.
Riana yang tau jika Kamal orang yang sangat menyebalkan pun memukul bantal dengan sangat keras untuk melampiaskan amarahnya.
Dua hari berlalu, Riana yang melihat Orangtua Kamal dan Orangtua Yonna yang terus datang ke rumah Orangtuanya untuk bertemu dengannya akhirny memutuskan untuk menemui merek satu persatu.
"Aku akan datang ke Penjara dan membicarakan masalah Perselingkuhan dan Perzinahan ini di sana bersama Pengacaraku! Jadi lebih baik untuk Ibu dan yang lain untuk meninggalkan rumah ini!" ucap Riana sambil berdiri dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang tajam kepada kedua orangtua Kamal dan Yonna.
__ADS_1
#Bersambung#
Apakah percakapan antara Riana dengan dua orang yang telah menguras tenaganya itu akan berjalan lancar? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..