Pembantu Misterius

Pembantu Misterius
Bertemu direktur


__ADS_3

Dibawah pernyataan tersebut ada sebuah jawaban.


Aku akan mematuhi apa yang kau perintahkan. Tapi tolong jangan hentikan perawatan Ibuku.


"Dasar kau Berlyn, aku sudah hampir muak dengan sikapmu. Berani sekali kau mengusik sahabatku. Kau akan melihat sisi lain dariku," gumam Kinan marah.


Kinan keluar dari kamar dengan membawa pakaian kotor beserta surat yang ditemukannya.


Setelah menyelesaikan tugasnya Kinan masuk kedalam kamar pelayan. Ia kembali memikirkan segala sesuatu yang membuat Devina harus berakhir dengan orang yang paling dia benci.


"Bagaimana bisa Devina kekurangan uang? Apa bisnis keluarganya bangkrut? Lalu tiba tiba tante Hadiya dinyatakan terkena leukimia. Ini sungguh mencurigakan. Aku baru menghilang empat bulan dan sekarang keadaan sudah seperti ini. Aku tidak akan membiarkan Devina menikahi Bram. Devina mencintai Frans, dan Frans mencintai Devina. Mereka sama sama saling mencintai. Bagaimana bisa aku hanya diam saja melihat ini? Aku tidak suka melihat teman temanku tersakiti. Aku akan berusaha untuk membatalkan pernikahan ini, Bagaimanapun caranya" batin Kinan.


Kinan keluar dari kamar bermaksud ingin pergi ke suatu tempat. Tapi dia dipanggil Mama Desi saat melewati ruang tamu.


"Kinan," panggil Mama Desi.


"Iya, Nyonya" sahut Kinan.


"Sini duduk dulu," ucap Mama Desi.


"Tidak usah Nyonya, saya masih ada pekerjaan," tolak Kinan.


"Sebentar saja," bujuk Mama Desi.


Kinan mengangguk pasrah.


"Ada apa, Nyonya?" tanya Kinan.


"Ini, Berlyn mau mengundang kita untuk hadir di acara pernikahan adiknya," jawab Mama Desi.

__ADS_1


"Apa? Tapi adiknya kan masih terlalu muda?" ucap Kinan kaget.


Dua orang itu menatap Kinan bingung.


"Kamu tau darimana, kalau adikku masih terlalu muda?" tanya Berlyn dengan tatapan mengintimidasi.


"Karena kau saja masih muda, tentunya adikmu lebih muda," jawab Kinan.


"Walaupun dia masih muda, tapi dia sudah cukup umur untuk menikah," ucap Berlyn.


"Kapan dia akan menikah?" tanya Kinan dengan tatapan menantang.


"Satu minggu dari sekarang," jawab Berlyn.


"Siapa nama pengantinnya?" tanya Kinan.


"Bram," jawab Berlyn.


"Devina Kusuma," ucap Berlyn.


Hening sesaat.


"Maaf, aku harus pergi sekarang," Ucap Kinan yang berlalu pergi.


Kinan berjalan sampai didepan gang. Ia memberhentikan taksi yang berlalu lalang.


"Ke rumah sakit Bunga, Pak" ucap Kinan kepada pengemudi.


Dalam beberapa menit, taksi sudah tiba didepan gedung rumah sakit Bunga. Setelah membayar ongkos, Kinan memasuki gedung tersebut.

__ADS_1


"Permisi kak, apa disini ada pasien atas nama Hadiya Kusuma?" tanya Kinan.


"Tunggu sebentar ya. Saya periksa dulu," jawab resepsionis dengan tersenyum.


2 menit kemudian.


"Disini tidak ada pasien atas nama Hadiya kusuma," jawab resepsionis.


"Begitu ya kak. Apa dokter Nil ada?" tanya Kinan.


"Dokter Nil sudah dipecat kemarin," jawab resepsionis.


Kinan menatap amplop ditangannya. laporan ini dibuat tanggal seminggu yang lalu. Apa ini jalan buntu?


"Emm, apa direktur rumah sakit ini ada?" tanya Kinan.


"Direktur ada di ruangannya," jawab resepsionis.


"Dimana ruangannya, kak?" tanya Kinan.


"Ruangannya ada dilantai 4 ditempat paling ujung sebelah kanan," jawab resepsionis ramah.


"Terimakasih," ucap Kinan sebelum pergi.


Kinan menaiki lift menuju lantai 4. Setibanya di sana, Kinan langsung berjalan menuju ruangan paling ujung.


Saat ingin masuk kedalam, ada seseorang yang menghalanginya.


"Maaf Nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya seseorang.

__ADS_1


"Saya ingin bertemu dengan direktur," jawab Kinan.


__ADS_2