
Melihat dari kondisi kepala Tuan Admaja yang harus sampai dioperasi. Valeri sudah menyimpulkan bahwa kemungkinan besar Tuan Admaja akan mengalami amnesia. Itu sebabnya ia sudah mempersiapkan segala hal untuk kondisi ini.
"Disini bukan kamu gadis yang akan dinikahi putraku," ucap Tuan Admaja yang baru menyadari wajah Valeri berbeda dengan yang difoto dan dihadapannya.
"Dalam suatu kecelakaan wajahku mengalami kerusakan. Lalu aku menjalani operasi plastik, tapi sayangnya keluargaku memberikan foto yang salah kepada dokter. Sehingga wajahku menjadi berubah," jawab Valeri setengah berbohong dan setengah jujur.
Tuan Admaja hanya mengangguk angguk, pertanda ia mengerti.
***
6 bulan kemudian
Tuan Admaja sudah pulih total. Ingatannya pun sudah mulai pulih.
Selama di Singapura, Valeri bekerja disebuah perusahaan terbesar di sana. Sekarang ia menduduki jabatan sebagai sekretaris CEO, hal itu terjadi karena kepintarannya yang berada di atas rata rata manusia normal.
Dia kuliah sampai S2 selama 3 tahun. 2 tahunnya lagi, Valeri lakukan untuk membangun perusahaannya sendiri yang ia bangun dari nol. Yang mengetahui keberadaan perusahaan adalah dirinya dan Mami Hanny. Tapi kini ia tidak tahu bagaiman kondisi perusahaan miliknya.
Wajah Valeri juga sudah berubah, menjadi wajah aslinya. Di Singapura ia dikenal sebagai Serra bukan Valeri ataupun Kinan.
"Bagaiman kondisi Om sekarang?" Tanya Valeri.
__ADS_1
"Baik, sangat baik," jawab Tuan Admaja.
"Om, besok aku dan bos ku akan melakukan perjalanan bisnis ke Indonesia. Aku juga akan membawa Om kembali ketanah air. Untuk bertemu keluarga Om kembali," ucap Valeri.
"Kamu serius, nak. Aku akan kembali bertemu keluargaku?" Mata Tuan Admaja berbinar, ada kerinduan dimatanya.
"Iya Om," ucap Valeri.
Tanpa aba aba, tuan Admaja langsung memeluk Valeri.
"Om sangat bersyukur bisa ketemu kamu nak. Kamu adalah keberuntungan bagi keluarga kami," ucap Tuan Admaja bersyukur.
Tuan Admaja melepaskan pelukannya.
"Baiklah nak," ucap tuan Admaja.
Valeri berlalu pergi, meninggalkan Tuan Admaja sendirian didalam apartemen. Ia pergi menuju apartemennya yang berada disebelah apartemen Tuan Admaja.
Valeri duduk didepan meja yang terdapat komputer juga beberapa berkas yang harus dikerjakannya.
***
__ADS_1
Matahari mulai menampakkan dirinya. Valeri yang baru memejamkan matanya beberapa jam yang lalu, terpaksa harus membuka matanya. Rasanya sangat malas untuk beranjak dari kasur empuk miliknya. Tapi apa boleh buat. Dia harus segera bersiap, karena penerbangannya kali ini pagi hari.
***
Valeri, Tuan Admaja, CEO (Justin), asisten pribadi (Byan), dan beberapa pengawal tuan Justin, sudah tiba di Indonesia.
"Justin," panggil Valeri.
"Ada apa Ser?" Tanya Justin.
"Kalian langsung saja ke hotel. Aku ada urusan sebentar. Nanti aku bakalan nyusul kalian," ucap Valeri.
"Ok, jangan lama lama ya. Kita masih ada rapat jam 11 nanti," ucap Justin.
"Ya, aku ingat," ucap Valeri.
"Kalau gitu aku pergi sekarang ya, Jus" ucap Valeri.
Justin mengangguk.
"Bye, Justin" ucap Valeri melambai singkat.
__ADS_1
Valeri beserta Tuan Admaja meninggalkan bandar menuju sebuah tempat yang hanya Kinan tahu apa tempat itu.
Diluar dari jam kerja atau masalah pekerjaan, Valeri selalu bersikap non formal. Dia hanya Formal disaat jam kerja atau saat membahas pekerjaan. Dan satu hal lagi, Justin dan Valeri adalah teman satu sekolah saat SMA. Mereka berdua SMA disalah satu sekolah terkenal di Inggris. Tapi saat kuliah, orang tua Valeri menyuruhnya untuk kuliah di Indonesia.