
Terdengar suara bisik bisik dari para tamu.
Lalu layar menunjukkan video ke mesuman Bram.
"Matikan, matikan videonya," teriak Bram ditengah pemutaran video.
"Ada apa Tuan Bram? Apa kejutan ku sangat menarik? Sehingga kau ingin mematikan videonya?" Tanya Kinan dengan senyum mengejek.
"Berani sekali kau," ucap Bram kesal.
"Matikan videonya," ucap Kinan.
Seketika videonya menghilang dan layarnya kembali berwarna hitam.
"Bagaimana Nona Devina? Apa Anda masih ingin menikah dengan Tuan Bram?" tanya Kinan.
"Tentu saja tidak," jawab Devina lantang.
"Bagaimana Tuan Nilvam Apa anda menginginkan bukti kejahatan anda?" Tanya Kinan yang kini beralih menatap Tuan Nilvam.
"Aku tidak melakukan kejahatan. Jadi aku tidak akan takut dengan omong kosong mu itu," ucap Tuan Nilvam.
Kinan menepuk tangannya dan mengatakan, "ambil laporannya kemari," ucap Kinan.
__ADS_1
Seseorang masuk dengan membawa laporan dan memberikannya kepada Kinan.
"Anda bisa melihatnya Tuan Nilvam," ucap Kinan memberikan laporan itu.
"Saya juga memiliki cctv kejahatan anda," ucap Kinan.
Tuan Nilvam membaca laporan itu dengan seksama. Wajahnya nampak merah padam menahan amarah. Selesai membaca, Tuan Nilvam merobek robek laporan tersebut hingga menjadi potongan kecil.
"Apa apaan ini. Kau sudah kelewatan. Aku akan memenjarakan mu," ucap Tuan Nilvam.
"Astaga laporan ku. Kenapa Anda merusaknya? Tapi tidak apa apa, itu hanya salinan yang aslinya ada padaku," ucap Kinan.
Kinan mengeluarkan laporan yang berbentuk sama dengan yang tadi dari dalam tas.
Seseorang memberikan mic tersebut kepada Kinan.
"Untuk Tuan Nilvam saya berikan kesempatan untuk anda mengaku, kalau tidak hukuman Anda akan semakin berat," ucap Kinan.
"Jangan banyak omong. Aku tidak akan pernah mengatakan apapun yang merusak nama baikku," ucap Tuan Nilvam.
"Baiklah, saya akan membacakan laporan ini. Jangan bilang saya tidak memperingatkan Anda," ucap Kinan kepada Tuan Nilvam.
"Pengawal," panggil Kinan.
__ADS_1
"Iya bos," balas beberapa pengawal yang berdiri dibelakang Kinan.
"Berikan salinan laporan ini kepada seluruh wartawan. Masing masing mendapatkan satu. Lalu berikan juga kepada para tamu, satu keluarga satu laporan," titah Kinan.
"Siap bos," ucap mereka semua serempak.
Para pengawal memberikan salinan laporan kepada seluruh wartawan dan para tamu, sesuai dengan perintah sang bos.
Setelah selesai, Kinan membacakan inti dari laporan tersebut.
"Dilaporan ini tertulis bahwa Tuan Nilvam telah melakukan sabotase untuk menjatuhkan perusahaan Kusuma grup. Tuan Nilvam sendiri telah membuang istrinya yang sakit ke panti jompo. Disini juga tertulis bahwa tuan Nilvam telah menyuruh seseorang untuk mengendarai truk yang berjalan berlawanan arah dengan mobil seseorang. Kejadian ini terjadi empat bulan yang lalu dijalan xx dekat jurang," jelas Kinan.
Laporan itu didapat Kinan dari salah satu anak buahnya. Sebenarnya dia hanya ingin mencari penyebab bangkrutnya perusahaan keluarga Kusuma. Tapi ternyata, dia malah mendapat informasi yang sangat mengejutkan.
"Brengsek kau Jodi (nama asli tuan Nilvam adalah Jodi Nilvam). Kau membunuh tunangan ku," teriak seseorang diantar para tamu. Ya, dialah Gilang.
Seseorang yang tidak lain adalah Wiliam berusaha menenangkan Gilang.
Beberapa para tamu mulai berbisik. Ada beberapa dari merek yang berniat untuk pulang.
"Berhenti, jangan ada yang keluar. Pernikahan belum dimulai. Jadi jangan ada yang keluar sebelum pernikahan selesai," ucap Kinan.
Para tamu yang berniat pulang membatalkan niatnya.
__ADS_1
"Pengawal, bawa keluarga Nilvam keluar sekarang," titah Kinan.