Pembantu Misterius

Pembantu Misterius
Mengurus Pernikahan?


__ADS_3

"Kinan itu adalah kakak " Ucap Valeri.


Sepia tampak terkejut.


"Se-serius?" Tanya Sepia.


Valeri mengangguk.


"Pantas aku merasa akrab sama kak Kinan. Ternyata kak Kinan itu adalah kakak," gumam Sepia.


Mereka berdelapan melanjutkan dengan mengobrol masa lalu. Sampai sampai Valeri dan Gilang lupa tujuan mereka datang.


Drttt... drttt... drttt...


"Tunggu sebentar ya," ucap Valeri.


Valeri mengambil ponselnya dan pergi agak jauh dari mereka. Dilayar ponselnya tidak ada nama si pemanggil.


"Halo," sapa Valeri.


"Halo Nona, ini Byan," ~ Byan.


"Oh Tuan Byan, ada apa?" ~ Valeri.


"Nona ada dimana? Satu jam lagi pesawat yang kita naiki akan lepas landas," ~ Byan.


Valeri menepuk jidatnya. "Bagaimana biasa aku melupakannya?" batin Valeri.


"Tuan Byan kamu langsung bawa Pak Justin ke bandara. Saya akan pergi ke bandara sekarang," ~ Valeri.


"Baik Nona," ~ Byan.


Valeri mematikan sambungan telepon.


"Ah..." teriak Valeri yang terkejut saat mendapati Gilang ada dibelakangnya.

__ADS_1


Sedangkan Gilang, ia membekap mulut Valeri yang bisa mengundang kehadiran para orang tua mereka.


"Shttt..." Gilang meletakkan jari telunjuknya di bibirnya. Menyuruh Valeri untuk diam.


"Kamu ngapain disini? Ngagetin aku aja?" ucap Valeri.


"Siapa yang nelpon?" Tanya Gilang.


"Byan, dia nanya aku dimana. Karena 1 jam lagi pesawatnya akan lepas landas," jawab Valeri.


"Oh ya sudah. Kita pergi sekarang saja," ucap Gilang.


"Tapi kamu kan belum berkemas," ucap Valeri.


"Tenang. Aku sudah menyuruh pelayan untuk mengemasi keperluanku," ucap Gilang.


"Ok, mari sekarang kita pamit sama semua," ucap Valeri yang mendapat anggukan Gilang.


Mereka berdua kembali keruang tamu.


"Mau pergi kemana lagi sih, nak?" Tanya Mami yang sepertinya tidak akan setuju dengan kepergian Valeri kali ini.


"Kembali ke Singapura," jawab Valeri.


"Tidak perlu, kamu tinggal disini saja," ucap Papi.


"Ayolah Pi, Valeri harus pergi. Tugas Valeri di sana masih belum selesai," ucap Valeri.


"Kamu tinggalkan saja pekerjaanmu. Bekerja di perusahaan Papi," Ucap Papi.


"Betul yang dikatakan Papi mu," ucap Mami menimpali.


"Mami, Valeri janji setelah tugas Valeri kelar di sana. Valeri akan kembali kesini lagi dan tidak akan pergi lagi," bujuk Valeri.


"Kalau Mami bilang tidak, itu artinya tidak sayang," ucap Mami.

__ADS_1


"Mami ingat waktu SMA, Valeri pernah cerita tentang sahabat Valeri, Justin?" Tanya Valeri.


"Justin yang mana?" Tanya Mami.


"Justin yang dulunya adalah rival Valeri dalam kelas. Anaknya Mr. Robert dan Mrs Lauren," jawab Valeri.


"Oh, Justin yang itu. Iya Mami kenal," ucap Mami.


"Jadi sekarang, Valeri adalah sekretarisnya Justin. Sebentar lagi Justin akan menikah. Dan Valeri yang akan mengatur pernikahan mereka," ucap Valeri.


"Bos mu itu mau nikah?" Tanya Papa Gilang.


"Iya Om," jawab Valeri.


"Pernikahanmu saja masih terbengkalai. Dan sekarang kamu ingin mengurusi pernikahan orang lain," celoteh Mami.


"Oh Mami ku sayang. Pernikahan Valeri gak terbengkalai. Hanya belum diurus," ucap Valeri.


"Jadi artinya kamu mau kami mengurus pernikahanmu?" Tanya Mami dengan senyuman yang aneh.


Papi dan yang lainnya pun ikut tersenyum, membuat Valeri salah tingkah.


"Iya, eh. Bu-bukan," Valeri salah tingkah.


"Iya atau bukan nih," goda Mami.


"Terserah Mami aja," ucap Valeri gugup.


"Ehmm, jadi gimana?" Tanya Valeri mengalihkan pembicaraan.


"Gimana apanya?" Tanya Mami masih dengan nada menggoda.


"Valeri boleh pergi ke Singapura?" Tanya Valeri.


"Emm," Mami menatap Papi meminta jawaban.

__ADS_1


__ADS_2