
"Saya mengumpulkan kalian semua disini, untuk memberikan pengumuman. Mulai dari hari ini sampai seminggu ke depan mereka bertiga akan tinggal disini. Hari sabtu nanti saya akan kembali. Jika ada orang yang datang kesini, kalian harus menelpon saya dulu. Walaupun ia berkata saya yang menyuruh tetap saja kalian harus menelpon saya," titah Valeri.
"Baik Nona," jawab mereka serempak.
"Semua pengawal harus berjaga disini. Aku akan kembali ke Jakarta. Tidak perlu menghawatirkan ku. Karena sekarang bagiku keselamatan mereka adalah yang paling utama," ucap Valeri.
"Baik bos," jawab seluruh anak buah.
Kinan pergi meninggalkan Vila. Dua jam setengah, Kinan tiba didepan rumah sakit. Hari sudah sore, Kinan memutuskan untuk segera keruangan Dokter yang menangani seseorang.
Setelah dipersilahkan masuk, Kinan masuk kedalam ruangan yang bernuansa putih itu. Kinan duduk didepan Dokter.
"Selamat sore Dokter, saya Kinan keluarga dari pasien yang ditangani diruang VVIP," ucap Kinan.
"Selamat sore, Nona. Maafkan kelalaian kami, karena pasien sampai keracunan. Dan saat itu saya malah tidak ada," sesal Dokter.
"Tidak apa Dok, sekarang semuanya sudah terkendali," ucap Kinan.
Dokter mengangguk angguk.
"Kira kira ada perlu apa anda kesini?" tanya Dokter.
"Saya ingin memindahkan pasien ke rumah sakit yang ada di Singapura," jawab Kinan.
"Kapan?" tanya Dokter.
__ADS_1
"Secepatnya. Jika bisa hari ini juga," jawab Kinan.
"Baiklah, pasien akan dipindahkan ke Rumah Sakit Mount Elizabeth. Pasien akan berangkat hari ini, malam hari pukul 20.30," ucap Dokter.
"Terima kasih, Dok" ucap Kinan.
Setelah pamit, Kinan keluar dari ruang dokter.
Kinan mengubungi Maminya untuk memberikan lima pengawal baru. Setelah itu dia pergi pulang ke rumah Ibu Sri untuk mengemasi beberapa pakaian.
Setelah selesai, Kinan pergi ke rumah sakit yang merawat Ibu Sri.
Didalam ruang inap.
"Tidak apa apa, tapi kamu harus jaga diri baik baik. Ibu gak mau kamu sampai sakit nantinya," ucap Ibu Sri.
"Ya udah Bu, Kinan tidur disini sebentar ya. Nanti jam setengah delapan, Ibu bangunin Kinan ya," ucap Kinan.
Ibu Sri tersenyum.
Kinan merebahkan tubuhnya di sofa, dalam beberapa menit dia sudah ke alam mimpi. Mungkin efek kelelahan.
Pukul 19.35 Kinan bangun dari tidurnya. Ia melihat dokter Wiliam ada diruang inap Ibunya.
"Wiliam, ngapain kamu kesini?" tanya Valeri.
__ADS_1
"Mengecek kondisi pasienku," jawab Wiliam.
"Oh ya Wil, bilang sama Gilang atau Mama Desi kalau aku izin gak kerja selama tiga hari. Kalau mereka tanya alasannya, bilang aja aku lagi ada urusan keluarga," ucap Valeri.
"Izin sendiri napa?" tanya Wiliam.
"Kita bicara di ruangan mu saja," ucap Valeri menarik tangan Wiliam keruang direktur.
Diruang direktur
"Dengar baik baik. Aku mau pergi. Aku gak sempat minta izin kepada mereka, karena pesawat ku akan take off pukul 20.30," jawab Valeri.
"Pesawat? Emang kamu mau kemana?" tanya Wiliam.
"Singapura," jawab Valeri.
"Katanya mau balas Berlyn, kenapa sekarang malah liburan?" gerutu Wiliam.
"Sejak kapan aku bilang mau liburan, aneh deh. Aku bukan mau liburan, tapi ada urusan penting," ucap Valeri.
"Urusan apa yang lebih penting daripada membalas Berlyn?" tanya Wiliam.
"Jika aku beritahu kebenarannya, aku yakin kamu akan syok," ucap Valeri.
"Katakan saja," ucap Wiliam.
__ADS_1