Pembantu Misterius

Pembantu Misterius
Resign


__ADS_3

Siang hari di rumah Gilang.


"Permisi Nyonya," ucap Kinan kepada Mama Desi yang sedang duduk diruang keluarga.


"Eh Kinan, ada apa nak?" Tanya Mama Desi ramah.


"Maaf mengganggu Nyonya, tapi saya memutuskan untuk mengundurkan diri," Ucap Kinan seraya menyerahkan surat undur dirinya.


"Loh, kok tiba tiba. Kamu, kenapa undurin diri?" Tanya Mama Desi.


"Alasannya terlalu pribadi, Nyonya. Jadi saya tidak bisa mengatakannya," jawab Kinan.


"Saya tidak bisa menerima surat undur diri kamu, sebelum tahu alasannya," tolak Mama Desi.


"Tapi Nyonya, saya tidak bisa mengatakannya," Ucap Kinan.


"Kalau begitu saya juga tidak bisa menerima surat undur diri kamu," ucap Mama Desi.


"Dari dulu sampai sekarang Mama gak berubah, masih saja keras kepala," batin Kinan geleng geleng kepala.


"Keluarga jauh saya ada yang sedang sakit. Jadi, saya ingin mengurusnya," jawab Kinan.


"Kalau gitu kenapa kamu harus mengundurkan diri? Kamu kan bisa izin beberapa hari," ujar Mama Desi.

__ADS_1


"Saya ingin pindah ke kampung halaman Nyonya," ucap Kinan.


"Kenapa pindah?" Tanya Mama Desi.


"Itu keinginan Ibu saya, Nyonya. Ibu saya ingin menikmati hari tuanya dikampung halaman," jawab Kinan.


Mama Desi menghela nafas panjang.


"Baiklah, jika itu sudah keputusanmu," balas Mama Desi.


Mama Desi masuk ke kamar meninggalkan Kinan. Lalu setelah beberapa saat Mama Desi kembali lagi.


"Ini gaji terakhirmu," ucap Mama Desi seraya menyerahkan amplop coklat berisikan lembaran uang merah.


Kinan melihat uang yang ada didalam amplop.


"Terima saja, anggap sebagai bentuk kasih sayang saya ke kamu," ucap Mama Desi.


"Baik Nyonya," balas Kinan.


"Boleh saya pergi sekarang?" Tanya Kinan.


Mama Desi mengangguk.

__ADS_1


"Saya titip salam kepada Nona Sepia dan Tuan Gilang " Ucap Kinan.


Mama Desi mengangguk. Lalu ia memeluk Kinan penuh kasih sayang.


Harapannya untuk menjadikan Kinan sebagai menantu telah pupus.


"Semoga kamu bahagia, nak. Dimana pun itu," Ucap Mama Desi seraya melepaskan dekapannya.


Kinan tersenyum dan mengangguk.


Kinan melangkahkan kakinya keluar dari rumah.


"Mungkin ini adalah langkah terakhirku di rumah ini," batin Kinan.


Setelah tiba dihalaman depan, Kinan membalikkan tubuhnya.


"Gilang, mungkin kamu tidak bisa mendengarkan isi hatiku. Tapi asal kami tahu aku sangat menyayangimu. Tapi kini aku sadar, aku bukan lagi gadis yang ada di hatimu. Tempatku sudah digantikan oleh wanita bernama Tiara. Tapi walaupun begitu, aku tetap bahagia. Aku bahagia karena sekarang kamu telah menemukan kebahagian barumu. Aku memilih mundur. Jika saja kamu tahu bahwa Valeri mu masih hidup. Apakah kamu akan kembali bersamanya? Maaf, itu hanyalah harapanku semata. Rumah ini telah menyimpan banyak sekali kenangan kita. Tapi sekarang aku akan meninggalkan rumah ini untuk selamanya. Selamat tinggal Rumah, selamat tinggal Gilang ku, selamat tinggal Mama Desi, selamat tinggal Sepia, selamat tinggal semua," ucap Kinan dalam hatinya.


Bayangan bayangan kebersamaannya dengan keluarga Gilang seperti menari menari di kepalanya. Masa senang dan duka yang telah mereka lewati. Menangis dan tertawa.


Kinan melanjutkan langkahnya keluar dari rumah. Sambil berjalan Kinan memesan ojek online. Beberapa menit kemudian ojek yang dipesannya sudah tiba. Kinan segera menaikinya dan ojek itupun berjalan ke suatu tempat.


***

__ADS_1


Didepan Kinan, terpampang sebuah Gedung besar yang menjulang tinggi. Setelah membayar ongkos, Kinan memasuki gedung itu.


Kinan menaiki lift menuju ruang direktur. Sesampainya didepan pintu, Kinan langsung membuka pintu.


__ADS_2