
"Ca-calon suami?" Tanya Berlyn meyakinkan pendengarannya.
"Ya, calon suamiku," jawab Kinan dengan nada sinis.
"Siapa?" tanya Berlyn.
"Tuan muda keluarga Admaja," jawab Kinan.
"Gilang?" tanya Berlyn tak percaya.
Kinan mengangguk.
"Tidak mungkin, dia sudah tiada. Kau pasti berbohong," ucap Berlyn menyangkal.
"Perkenalkan nona Berlyn Nilvam, saya adalah Valeri Selen Rahardian. Putri tunggal keluarga Rahardian. Calon istri tuan Gilang dan calon menantu keluarga Admaja," ucap Kinan dengan lantangnya.
Ketiga manusia didepannya tampak tak percaya.
"Tidak mungkin. Kau berbohong. Aku sudah melihat pakaiannya yang memiliki noda darah. Dia sudah tiada," ucap Berlyn kembali menyangkal.
"Terserah Anda ingin mengatakan apa. Yang jelas ini adalah faktanya," ucap Kinan.
"Sekarang apa kalian ingin ke penjara?" Tanya Kinan.
"Tidak, aku tidak mau," jawab Berlyn cepat.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan memberikan kalian hukuman yang lebih mudah. Kalian harus merawat nyonya Nilvam, sampai sembuh. Itu adalah hukuman kalian," ucap Kinan.
"Hmm hmmm hmmm," Tuan Nilvam mencoba berbicara, tapi tidak jelas.
Kinan menunjukkan isyarat agar penutup mulutnya dibuka.
"Aku tidak akan mengurus wanita penyakitan itu," ucapnya setelah lakban dibuka.
"Aku tidak menyuruh kalian untuk menyatakan pendapat," ucap Kinan.
Seketika mereka bungkam.
"Matikan kameranya," ucap Kinan kepada salah satu anak buahnya.
Ternyata sedari tadi dia sudah menyuruh anak buahnya memvideokan percakapan mereka. Agar menjadi bukti sewaktu waktu ada situasi berbahaya.
"Rekaman ini akan menjadi bukti kejahatan Anda nona Berlyn. Jadi jangan macam macam denganku," ucap Kinan.
Kinan berlalu ingin pergi, tapi ia menghentikan langkahnya saat ada didepan pintu.
"Bawa mereka semua ke rumah xx. Biarkan mereka yang melayani Nyonya Nilvam. Berikan penjagaan ketat di sekeliling rumah. Hanya boleh ada satu pembantu yang berada didalam rumah. Pembantu itu hanya akan bertugas mengawasi mereka. Jika ada sesuatu yang salah, maka aku akan turun tangan," titah Kinan.
Waktu demi waktu terus berlalu. Tidak terasa sudah saru bulan sejak pernikahan Devina. Sampai saat ini Kinan masih tetap menjadi pembantu di rumah Gilang.
Dalam sebulan keluarga Nilvam merawat Nyonya Nilvam. Disaat pembantu yang disuruh Kinan untuk memata-matai mereka tidak ada, maka keluarga Nilvam akan memarahi Nyonya Nilvam, melampiaskan semua kekesalan mereka. Dan disaat pembantu ada, mereka bersikap pura pura baik. Hal itu membuat Kinan menjadi jengkel. Jangan salah ya, di rumah itu terdapat CCTV.
__ADS_1
Kini Kinan sedang berada dibelakang rumah. Membaur dengan pelayan lainnya. Maklumlah, mereka lagi bebas. Karena semua penghuni rumah tidak ada.
"Aku punya gosip hangat nih," ucap seseorang yang bernama Mely, ia dikenal dengan sebutan ratu gosip.
"Apa tuh?" Ucap beberapa orang yang kepo nya tingkat dewa. Iyalah Fany dan Lulu.
Mereka semua ada enam orang. Yaitu Mely, Fany, Lulu, Sari, Popi, dan Kinan.
"Aku dengar, tuan muda mulai dekat dengan seorang gadis," ucap Mely.
"Siapa?" Tanya Fany dan Lulu.
"Dia itu seorang artis yang lagi naik daun. Namanya Tiara," jawab Mely.
"Bagus dong kalau gitu, berarti kita bakal punya nyonya muda," ucap Mereka.
Mereka berlima terlihat senang, sedangkan Kinan hanya tersenyum. Senyum yang menyimpan kesedihan yang amat dalam.
"Hey, Kinan," panggil Popi.
"Iya kak," sahut Kinan.
"Kok diam aja?" Tanya Popi.
"Lagi sariawan," jawab Kinan ngasal.
__ADS_1